7 Penyebab Tidur Ngiler yang Perlu Anda Ketahui


Ngiler adalah suatu kondisi ketika air liur keluar dari mulut saat tidur. Meski kondisi ini normal terjadi, Anda perlu tahu bahwa penyebab tidur ngiler bisa jadi karena posisi tidur, GERD, alergi atau infeksi, hingga efek samping obat-obatan tertentu.

0,0
08 Jan 2020|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Penyebab tidur ngiler dan mulut mengangaNgiler adalah suatu kondisi ketika air liur keluar dari mulut saat tidur
Ngiler saat tidur mungkin menjadi kebiasaan tidur yang kerap disepelekan banyak orang. Walaupun tampak sepele, tidur ngiler bisa membuat Anda malu bila diketahui orang lain. Selain itu, penyebab tidur ngiler bisa menandakan adanya masalah kesehatan tertentu.Jika dibiarkan begitu saja, kondisi medis tersebut bisa saja semakin parah dan mengancam kesehatan Anda. Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengenali sejumlah penyebab tidur ileran dan cara mengatasinya.

Apa itu ngiler?

Ngiler adalah suatu kondisi ketika air liur keluar dari mulut saat tidur. Pada dasarnya, air liur keluar dari mulut saat tidur merupakan hal yang normal. Sebab, mulut akan memproduksi air liur atau saliva, termasuk saat Anda tertidur. Ketika mulut Anda tak sengaja terbuka saat tidur, maka ngiler bisa terjadi. Saat Anda tidur, otot-otot tubuh akan rileks. Begitu pula dengan otot area mulut sehingga Anda mungkin saja dapat tertidur dengan posisi mulut terbuka. Dalam istilah medis, ngiler saat tidur dikenal pula dengan sebutan sialorrhea dan hypersalivationPada bayi, ngiler saat tidur merupakan hal umum yang sering terjadi. Pasalnya, bayi belum punya kontrol atas mulut dan otot menelannya. Akan tetapi, pada anak-anak dan orang dewasa, kebiasaan ngiler saat tidur tentu dapat membuat mereka malu.

Apa penyebab tidur ngiler?

Ada beberapa hal yang menjadi penyebab tidur ngiler terjadi. Mulai dari kondisi yang ringan hingga kondisi yang serius bisa menyebabkan Anda mengalami kebiasaan ngiler saat tidur, seperti:

1. Posisi tidur

Posisi tidur bisa jadi penyebab tidur ngiler
Ubahlah posisi tidur jadi telentang agar tidak ngiler 
Penyebab tidur ngiler paling umum adalah posisi tidur. Sebab, posisi tidur bisa membuat air liur “menggenang” di dalam mulut.Biasanya, tidur menyamping atau telungkup, lebih berisiko membuat Anda berliur. Terutama jika Anda cenderung bernapas melalui mulut, saat tidur, atau memiliki saluran sinus yang sempit.

2. GERD

Penyebab tidur ngiler berikutnya adalah gastrointestinal reflux disorder alias GERD.GERD adalah suatu jenis gangguan pencernaan yang mengakibatkan asam lambung naik ke kerongkongan. Alhasil, para penderitanya akan mengalami disfagia atau kondisi sulit menelan. Disfagia bisa menyebabkan ngiler saat tidur pada beberapa orang.

3. Alergi atau infeksi

Alergi bisa jadi penyebab tidur ngiler
Hidung tersumbat bisa jadi penyebab ngiler saat tidur
Jika tubuh Anda sedang mengalami alergi terhadap sesuatu atau mengalami infeksi, biasanya produksi air liur akan semakin banyak untuk mengeluarkan racun. Kondisi ini yang dapat menjadi penyebab ngiler saat tidur sehingga memunculkan berbagai reaksi, seperti:
  • Alergi musiman saat Anda terpapar zat alergen, yang bisa membuat mata gatal, pilek, dan bersin serta produksi liur lebih banyak sehingga memungkinkan air liur keluar saat tidur.
  • Sinusitis atau infeksi pernapasan yang menyebabkan penyumbatan sehingga membuat produksi lendir, termasuk air liur, menjadi lebih banyak dari biasanya. Kondisi ini juga yang membuat Anda cenderung lebih sering bernapas melalui mulut saat tertidur pulas sehingga keluarnya air liur dari mulut secara berlebihan tidak terhindarkan. 
  • Radang tenggorokan (faringitis) dan tonsilitis (radang amandel), membuat Anda sulit menelan. Akibatnya, produksi air liur bisa meningkat sehingga memungkinkan Anda ngiler saat tidur. 

4. Efek samping obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan yang dikonsumsi dapat menjadi penyebab ngiler saat tidur terjadi. Obat-obatan tersebut, termasuk obat antipsikotik (clopazine), obat-obatan untuk penyakit Alzheimer, dan obat myasthenia gravis (penyakit yang menyebabkan kelemahan pada otot rangka).Selain itu, beberapa jenis obat antibiotik juga diketahui dapat menyebabkan Anda ngiler saat tidur.

5. Sleep apnea

Sleep apnea juga menjadi faktor penyebab tidur ngiler. Sleep apnea adalah gangguan tidur yang menyebabkan napas terhenti sebentar saat tidur akibat adanya penyumbatan pada saluran napas. Jika Anda sering ngiler saat tidur di malam hari, serta mengalami gejala sleep apnea, seperti ngorok hingga tenggorokan sakit saat bangun tidur, segera periksakan diri ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.

6. Kondisi sulit menelan

Jika Anda cukup sering ngiler saat tidur, maka bisa jadi ada gejala yang perlu diwaspadai, seperti multiple sclerosis, Parkinson, distrofi otot, hingga beberapa jenis kanker tertentu dapat menyebabkan disfagia (kondisi saat Anda sulit menelan) dan kesulitan untuk menelan air liur.

7. Kelainan saraf

Berbagai penyakit kelainan saraf dapat menjadi penyebab tidur ngiler lainnya, terutama jika kondisi ini menyebabkan hilangnya kontrol akan otot di wajah.Penyakit kelainan saraf, seperti cerebral palsy, penyakit Parkinson, stroke, hingga amyotrophic lateral sclerosis (AMS) dapat menyebabkan otot wajah melemah dan mengganggu fungsi mulut untuk menutup saat sedang tidur.

Bagaimana cara mengatasi ngiler saat tidur?

Ngiler saat tidur tentu dapat membuat siapa pun yang mengalaminya merasa minder atau malu bila ketahuan oleh orang lain. Untuk mengatasinya, ada beberapa cara menghilangkan ngiler saat tidur yang Anda coba.

1. Ubah posisi tidur

Penyebab ngiler saat tidur adalah posisi tidur yang kurang tepat. Maka dari itu, coba biasakan tidur telentang. Posisi tidur tersebut dapat membantu mengendalikan air liur di tenggorokan sehingga gaya gravitasi membantu mencegah air liur keluar dari mulut.Jika Anda sulit untuk tidur terlentang, coba sisipkan guling atau bantal tebal pada kedua sisi tubuh dan di bawah lutut agar tidak berguling pindah posisi.

2. Atasi kondisi medis yang dialami

Jika penyebab ngiler disebabkan oleh kondisi kesehatan tertentu, coba konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Pasalnya, membiarkan keluhan medis yang Anda alami justru dapat memperparah gejala yang dialami. 

3. Gunakan alat mandibular

Mandibular adalah alat pelindung gigi yang dapat digunakan untuk mengatasi ngiler saat tidur. Tak hanya itu, alat ini dapat digunakan untuk mengatasi kebiasaan tidur lainnya, seperti ngorokDengan demikian, tidur Anda akan lebih nyenyak tanpa ngiler atau mendengkur.

5. Pasang mesin CPAP

Jika penyebab ngiler saat tidur akibat sleep apnea, segera konsultasikan dengan dokter untuk mendapatkan penanganan yang tepat. Dokter mungkin akan merekomendasikan pemasangan mesin continuous positive airway pressure (CPAP). Mesin ini akan membuat Anda dapat tidur dengan posisi yang aman dan bernapas dengan baik.

6. Suntik botox

Beberapa orang memilih cara menghilangkan ngiler saat tidur dengan mengendalikan produksi air liur berlebih. Salah satunya, dengan tindakan menyuntikkan botulinum toxin (botox) ke kelenjar air liur yang mengelilingi mulut Anda. Langkah tersebut dapat membuat kelenjar tersebut tidak memproduksi air liur berlebihan.Namun, cara menghilangkan ngiler saat tidur ini, efeknya tidak permanen. Pasalnya, botox akan menipis, dan kelenjar air liur akan berfungsi normal lagi.

Catatan dari SehatQ

Jika Anda merasa air liur yang keluar sangat berlebihan atau sangat mengganggu, sebaiknya segera konsultasikan ke dokter. Apalagi bila sampai tidur ngiler yang Anda alami, muncul bersama gejala lain, seperti mendengkur, mengganggu aktivitas sehari-hari, dan membuat Anda terbangun di tengah malam. Masih punya pertanyaan seputar penyebab tidur ileran lainnya? Tanyakan langsung dengan dokter lewat aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Caranya, unduh aplikasi sekarang melalui App Store dan Google Play.
gangguan tidurmasalah tidurmengoroktidur
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321622.php
Diakses pada 8 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-drooling
Diakses pada 8 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/drooling#causes
Diakses pada 15 Januari 2021
Penn Medicine. https://www.pennmedicine.org/updates/blogs/health-and-wellness/2018/october/drooling
Diakses pada 19 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait