6 Penyebab Tidur Ngiler yang Ciptakan “Pulau” di Bantal Anda

Efek samping obat-obatan bisa jadi penyebab tidur ngiler yang harus Anda waspadai
Salah satu penyebab tidur ngiler adalah kondisi disfagia.

Ngiler saat tidur mungkin menjadi "angin lalu" yang tidak dipikirkan. Padahal, penyebab tidur ngiler, berpotensi datang dari penyakit, yang "menggerogoti" tubuh. Jika dibiarkan begitu saja, penyakit tersebut bisa saja semakin parah, dan mengancam kesehatan.

Oleh karena itu, sebaiknya Anda mengenali sejumlah penyebab tidur ngiler, dan mengatasi kondisi medis yang mendasarinya. Mulai dari posisi tidur hingga sakit lambung, berikut ini penjelasan mengenai hal-hal yang bisa membuat bantal Anda basah akibat liur.

Penyebab tidur ngiler yang timbulkan “pulau” di bantal

Pada bayi, ngiler adalah hal umum yang sering terjadi. Sebab, bayi belum punya kontrol atas mulut dan otot menelannya. Akan tetapi, pada anak-anak dan orang dewasa, hal ini bisa membuat mereka malu. Sebenarnya, apa penyebab tidur ngiler itu?

1. Posisi tidur

Wanita tidur
Ubahlah posisi tidur agar tidak ngiler 

Penyebab tidur ngiler paling umum adalah posisi tidur. Sebab, posisi tidur bisa membuat air liur “menggenang” di dalam mulut. Biasanya, tidur menyamping atau telungkup, lebih berisiko membuat Anda berliur.
Terutama jika Anda cenderung bernapas melalui mulut, saat tidur, atau memiliki saluran sinus yang sempit.

2. GERD

Gastrointestinal reflex disorder alias GERD adalah penyakit yang membuat asam lambung naik ke kerongkongan. Sehingga, penderitanya akan mengalami disfagia atau kondisi sulit menelan. Disfagia bisa membuat seseorang ngiler berlebihan, bahkan saat tidur.

3. Sinus tersumbat

Kondisi sinus atau rongga-rongga di bagian wajah yang tersumbat, ternyata bisa membuat seseorang cenderung bernapas lewat mulut saat tertidur pulas. Kondisi ini membuat penderita sinus tersumbat, lebih cenderung mengalami ngiler saat tidur.

4. Efek samping obat-obatan

Beberapa obat-obatan, seperti obat antipsikotik (terutama clopazine) dan obat-obatan untuk penyakit Alzheimer, terbukti menjadi penyebab tidur ngiler.

5. Sleep apnea

Sleep apnea terjadi ketika Anda tidak bisa bernapas secara tiba-tiba, saat sedang tidur di malam hari. Kondisi medis ini juga bisa menyebabkan ngiler saat tidur.

Hati-hati, sleep apnea adalah kondisi yang harus ditangani secara serius. Jika Anda sering ngiler saat malam hari, dan kerap mengalami gejala sleep apnea seperti ngorok hingga tenggorokan sakit saat bangun tidur, segera bawa diri Anda ke dokter.

6. Disfagia

Disfagia adalah kondisi di mana Anda sulit menelan makanan. Jika Anda sering ngiler, itu bisa merupakan gejala peringatan bahwa Anda mengidap penyakit lain seperti parkinson, distrofi otot, maupn kanker. Beberapa kanker dapat menyebabkan disfagia dan kesulitan untuk menelan air liur. Segera temui dokter, untuk mengetahui diagnosis yang lebih tepat.

Cara ampuh untuk hilangkan kebiasaan ngiler saat tidur

Posisi tidur
Ubahlah posisi tidur agar tidak ngiler lagi

Akan ada masanya Anda merasa jengkel dengan kebiasaan ngiler saat tidur. Tidak hanya itu, ngiler juga menjadi salah satu gejala yang harus Anda waspadai. Sebab, ada beberapa penyakit yang berpotensi menyebabkannya.
Berikut ini adalah cara sehat untuk menghilangkan kebiasaan ngiler saat tidur, yang bisa Anda coba:

  • Mengubah posisi tidur

Jika posisi tidur telungkup atau menyamping, menjadi penyebab tidur ngiler, ini saatnya Anda mulai membiasakan diri untuk tidur telentang. Gravitasi akan membantu air liur, untuk tidak keluar dari mulut Anda, saat tertidur.

  • Mengatasi sinus dan alergi

Infeksi sinus atau alergi bisa menyebabkan meningkatnya produksi air liur dan hidung tersumbat. Hal inilah yang menyebabkan Anda cenderung bernapas lewat mulut saat tidur, dan ngiler pun tak lagi terhindari. Oleh karena itu, melakukan perawatan untuk sinus dan alergi, menjadi pilihan yang baik.

  • Mengisap potongan lemon

Air liur adalah bagian penting, yang bisa mencegah Anda dari terkena infeksi. Namun, jika Anda ingin menghilangkan kebiasaan ngiler saat tidur, cobalah mengisap potongan lemon. Sebab, buah-buahan citrus dipercaya bisa menurunkan produksi air liur. Anda juga harus mulai minum air lebih sering, karena saat tubuh Anda terhidrasi, produksi air liur akan berkurang.

  • Menggunakan alat mandibular

Mandibular adalah alat pelindung gigi, yang digunakan tidak hanya untuk mencegah ngiler, tapi juga ngorok. Alat mandibular dapat membuat tidur Anda lebih nyenyak, dan tidak lagi mengalami ngiler atau ngorok yang bisa mengganggu.

  • Pemasangan mesin CPAP

Jika ngiler saat tidur, diakibatkan oleh sleep apnea, maka Anda bisa mencoba continuous positive airway pressure (CPAP). Mesin ini akan membuat Anda dapattidur dengan posisi yang aman dan bernapas dengan baik.

  • Suntik botox

Beberapa orang memilih cara-cara cepat untuk mengatasi produksi air liur yang berlebih. Salah satunya dengan menyuntikkan botox ke kelenjar air liur, yang mengelilingi mulut Anda. Hal ini akan membuat kelenjar tersebut, tidak memproduksi air liur berlebihan. Namun, efeknya tidak permanen, karena botox akan menipis, dan kelenjar air liur akan berfungsi normal lagi.

Catatan dari SehatQ

Jika tidak ditangani, ngiler saat tidur bisa menyebabkan Anda malu, apalagi kalau kejadian itu terlihat oleh orang lain. Jika merasa diperlukan, Anda bisa meminta bantuan dokter untuk mendiagnosis kondisi medis penyebab tidur ngiler. Sebab, kalau tidak ditangani dengan cepat, kondisinya bisa semakin parah.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/321622.php
Diakses pada 8 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/how-to-stop-drooling
Diakses pada 8 Januari 2020

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed