6 Penyebab Mengapa Seseorang Mudah Marah

(0)
30 Jul 2020|Azelia Trifiana
Depresi dan stres adalah penyebab umum seseorang mudah marahStres dengan pekerjaan bisa menjadi salah satu penyebab seseorang mudah marah
Seseorang yang mudah marah atau memiliki anger issue bisa jadi sulit mengendalikan kemarahannya. Ketika marah, sangat besar kemungkinan melakukan atau mengatakan sesuatu yang disesali kemudian. Kemarahan yang tidak terkendali ini bisa berdampak negatif pada kesehatan mental dan fisik.Banyak hal yang bisa memicu seseorang menjadi mudah marah, mulai dari stres berlebih, masalah keluarga, hingga isu finansial. Bahkan, ada juga yang mudah marah karena masalah seperti ketergantungan pada alkohol atau depresi.

Penyebab seseorang mudah marah

Untuk bisa mencari cara meredakan anger issue, perlu diketahui terlebih dahulu apa penyebab seseorang mudah marah, di antaranya:

1. Depresi

Mudah marah bisa menjadi indikasi seseorang mengalami depresi. Biasanya, juga disertai dengan rasa sedih terus menerus hingga kehilangan minat terhadap hal yang sebelumnya disukai. Kondisi ini bisa berlangsung hingga dua minggu, bergantung pada tingkatan depresi yang dialami.Perhatikan juga apabila depresi sudah menyebabkan seseorang merasakan suicidal thought atau menyakiti diri sendiri. Jika ini sudah terjadi, perlu pendampingan dari orang terdekat dan penanganan profesional.

2. Obsessive compulsive disorder

OCD atau obsessive compulsive disorder adalah rasa cemas berlebih sehingga membuat penderitanya terus menerus melakukan hal secara repetitif. Di pikirannya, kerap muncul pikiran yang mengganggu atau tak diinginkan.Salah satu gejala paling umum dari OCD adalah seseorang mudah marah. Bahkan, ini terjadi pada separuh orang dengan OCD. Rasa marah muncul karena ketidakmampuan mengendalikan pikiran dan tindakan repetitif.

3. Ketergantungan pada alkohol

Bahaya alkohol tak hanya berdampak pada kesehatan fisik dan mental seseorang, namun juga menyebabkan seseorang menjadi mudah marah. Bahkan, ketergantungan pada alkohol membuat seseorang tak bisa berpikir jernih dan mustahil mengambil keputusan rasional. Ditambah ketika muncul emosi seperti kemarahan, akan semakin sulit untuk mengendalikannya.

4. Attention deficit hyperactivity disorder

ADHD atau attention deficit hyperactivity disorder adalah gangguan perkembangan saraf yang membuat seseorang tak bisa fokus, hiperaktif, atau kerap bertindak impulsif. Gejalanya bisa terlihat sejak kecil dan terus ada hingga tumbuh dewasa.Mudah marah atau emosi tidak stabil juga kerap dialami orang dengan ADHD. Gejala lainnya seperti sulit fokus, tak bisa beristirahat dengan tenang, hingga tak bisa mengelola waktu secara optimal.

5. Kepribadian ganda

Kepribadian ganda atau bipolar disorder bisa menyebabkan mood swing. Perubahan mood pada orang dengan kepribadian ganda bisa berupa fase mania dan depresi. Saat berada di fase depresi, orang dengan kepribadian ganda menjadi mudah marah.

6. Fase kesedihan

Mudah marah juga menjadi salah satu ciri tahapan kesedihan. Biasanya, pemicunya adalah kesedihan mendalam seperti perceraian, kematian, atau kehilangan pekerjaan. Kemarahannya bisa tertuju pada orang yang meninggal, orang lain yang ada di sekitar, atau bahkan benda-benda yang dianggap berhubungan.Orang yang berada dalam tahapan kesedihan ini juga kerap merasa kesepian, merasa bersalah, mati rasa, hingga takut.

Mengenali gejala anger issue

Ketika seseorang memiliki anger issue, ada gejala fisik dan emosi yang muncul. Bagi orang normal, sangat wajar merasa marah karena ini termasuk salah satu bentuk emosi yang sehat. Namun ketika sudah dirasa mengganggu, perasaan mudah marah harus dikenali gejalanya, seperti:
  • Tekanan darah meningkat
  • Detak jantung lebih cepat
  • Sensasi gatal di tubuh
  • Otot menjadi tegang
Selain ciri-ciri fisik di atas, anger issue juga memunculkan gejala emosi. Ini bisa terjadi sebelum saat, atau sesudah merasa marah. Gejalanya bisa berupa:
  • Mudah tersinggung
  • Frustrasi
  • Cemas berlebih
  • Stres
  • Kewalahan
  • Merasa bersalah
Orang yang mudah marah bisa memanifestasikan kemarahannya pada banyak cara. Kategorisasinya bisa berupa:
  • Outward

Ekspresi kemarahan outward berarti menunjukkannya secara agresif. Bentuknya bisa dengan berteriak, berkata kasar, melempar benda, atau melakukan kekerasan verbal dan fisik kepada orang lain.
  • Inward

Jenis ekspresi kemarahan inward akan mengarah pada diri sendiri. Mulai dari self talk yang negatif, menolak hal yang bisa menyenangkan diri, menutup diri dari sekitar, hingga menyakiti diri sendiri.
  • Pasif

Ketika mengekspresikan kemarahan, ada juga yang melakukannya secara pasif atau tidak langsung. Contohnya dengan mendiamkan orang lain, berperilaku sarkasme, atau sinis terhadap orang lain dan situasi di sekitar.

Catatan dari SehatQ

Mengenali berbagai gejala dan reaksi seseorang ketika mengekspresikan kemarahan bisa menjadi tahap awal menerapkan cara menahan emosi. Jika sulit mengidentifikasinya sendiri, bantuan profesional seperti psikiater bisa menjembatani.
gangguan mentalkesehatan mentalpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/anger-issues
Diakses pada 16 Juli 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/us/blog/fixing-families/201712/five-reasons-you-get-angry
Diakses pada 16 Juli 2020
WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/features/why-am-i-so-angry
Diakses pada 16 Juli 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait