Bumil Harus Tahu, Ini 6 Pantangan Setelah Operasi Caesar

Pantangan setelah operasi Caesar bagi ibu hamil sangat beragam, salah satunya tidak boleh naik-turun tangga.
Salah satu pantangan setelah operasi Caesar bagi ibu hamil ialah tidak boleh berenang.

Melewati proses persalinan dengan metode Caesar, tentu memberikan dampak besar terhadap kesehatan mental dan fisik sang ibu. Maka dari itu, proses pemulihannya pun membutuhkan waktu lebih lama, dibandingkan dengan ibu yang melahirkan normal.

Untuk mempercepat proses pemulihan, ada beberapa pantangan yang harus dihindari setelah melakukan operasi Caesar. Bagi Anda yang akan menjalani operasi Caesar, memahami pantangannya setelah persalinan, sangat dibutuhkan. Apa saja pantangan setelah operasi Caesar itu?

Pantangan setelah operasi Caesar

Hari-hari setelah melakukan proses persalinan, pastinya sangat menantang bagi para ibu. Terutama mereka yang melahirkan dengan operasi Caesar.

Biasanya, ibu yang baru melahirkan dengan operasi Caesar, membutuhkan waktu sekitar 4-6 minggu untuk pulih. Akan tetapi, cepat atau lambatnya proses pemulihan pada setiap ibu berbeda-beda.

Beberapa studi bahkan membuktikan, 60% ibu yang melahirkan dengan operasi Caesar, bisa merasakan sakit pada luka di perutnya 24 minggu setelah proses persalinan.

Berikut ini pantangan setelah operasi Caesar yang perlu diketahui ibu hamil.

  • Jangan beraktivitas yang berat

Rasa sakit pada luka di perut akan terus “menemani” ibu yang baru melahirkan dengan operasi Caesar. Setiap dokter di rumah sakit pasti menyarankan untuk tidak melakukan aktivitas yang memakan banyak tenaga, apalagi mengangkat barang-barang berat, yang bisa memberikan tekanan pada perut sang ibu.

Oleh karena itu, ibu-ibu yang baru melahirkan dengan operasi Caesar hanya boleh mengangkat bayinya saja.

  • Berhubungan seks

Bagi suami-istri, berhubungan seks itu diperlukan, untuk menjaga keharmonisan. Namun, setelah menjalani operasi Caesar, tubuh seorang ibu memerlukan waktu untuk pulih. Melakukan hubungan seks terlalu dini setelah persalinan, berisiko memperlambat proses pemulihan.

Hindari berhubungan intim sampai dokter memperbolehkan Anda melakukannya. Biasanya, Anda harus menunggu sampai waktu 6 minggu, untuk kembali bisa berhubungan intim dengan suami.

  • Mandi

Mandi sangat dilarang bagi ibu yang baru melahirkan dengan operasi Caesar. Sebab, luka dari operasi Caesar bisa mengalami dampak buruk jika terkena air. Ada baiknya, Anda menunggu sampai luka tersebut mengering dan tidak lagi mengeluarkan darah.

Pada umumnya, dibutuhkan waktu 10 hari, sampai akhirnya Anda diperbolehkan untuk mandi, dan membersihkan tubuh sepenuhnya dengan air. Namun saat ini, telah tersedia plester antiair yang bisa diberikan dokter bersama perban, untuk menutup jahitan operasi Caesar. Konsultasikan dengan dokter mengenai hal ini.

  • Berenang

Perlu diketahui, sebenarnya berenang adalah tipe olahraga yang bisa berdampak baik pada luka operasi Caesar. Namun, jangan melakukannya terlalu dini, apalagi di kolam renang umum yang airnya sudah terkontaminasi banyak kotoran.

Dokter akan menyarankan untuk tidak berenang selama 3-6 minggu, sampai luka operasi Caesar benar-benar pulih dan kering.

  • Naik-turun tangga

Tubuh membutuhkan waktu untuk pulih setelah mengalami proses operasi Caesar. Selama proses pemulihan itu, ada baiknya Anda tidak naik-turun tangga. Sebab, aktivitas ini bisa memperlambat proses pemulihan.

Jika kamar bayi ada di lantai 2, ada baiknya melakukan pemindahan ke lantai dasar, agar Anda tidak perlu naik-turun tangga.

  • Menggunakan tampon

Setelah melakukan operasi Caesar, jangan pikir bahwa vagina Anda tidak terdampak. Nyatanya, efek samping seperti perdarahan pada vagina atau rasa ketidaknyamanan yang timbul pada alat kelamin, bisa Anda rasakan. Inilah sebabnya Anda tidak boleh menggunakan tampon.

Memasukkan apapun ke dalam vagina, termasuk tampon, bisa menyebabkan rasa sakit. Selain itu, proses penyembuhan pun jadi terganggu.

Tanda bahwa Anda memerlukan bantuan medis

Beberapa hari setelah menjalani operasi Caesar, Anda dan bayi yang baru lahir harus tetap tinggal di rumah sakit untuk beberapa hari. Biasanya, dokter akan meminta Anda untuk latihan bergerak secara perlahan. Misalnya, mulai berlatih memiringkan tubuh ke kiri dan ke kanan. Hal ini dilakukan untuk menghindari penggumpalan darah maupun diare.

Ketika Anda diperbolehkan pulang ke rumah, keenam pantangan di atas harus Anda patuhi, untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan. Namun, jika beberapa tanda di bawah ini muncul, Anda harus segera kembali ke rumah sakit, untuk mendapatkan perawatan.

  • Rasa sakit di dada, yang disertai dengan demam tinggi
  • Keputihan berbau busuk atau pendarahan dengan gumpalan darah besar
  • Ada rasa nyeri yang timbul saat buang air kecil
  • Munculnya infeksi, seperti demam melebihi 37,7 °C, kulit kemerahan, keluarnya cairan dari luka jahitan sampai terjadinya pembengkakan
  • Jika beberapa tanda di atas muncul, jangan buang waktu dan langsung minta pertolongan dokter di rumah sakit, untuk mengantisipasi komplikasi.

Catatan dari SehatQ

Tidak ada yang mengatakan bahwa hidup setelah operasi Caesar akan mudah. Akan tetapi, keberadaan suami, kerabat dekat hingga keluarga, hal ini bisa membantu Anda untuk membangun suasana hati yang baik. Sehingga, proses pemulihan dapat dijalani dengan senyuman dan tanpa keluhan.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/323229.php

Diakses pada 25 Oktober 2019

 

American Pregnancy. https://americanpregnancy.org/labor-and-birth/cesarean-aftercare/

Diakses pada 25 Oktober 2019

 

Parents. https://www.parents.com/pregnancy/giving-birth/cesarean/your-c-section-recovery-timeline-and-tips/

Diakses pada 25 Oktober 2019

 

Livestrong. https://www.livestrong.com/article/481645-swimming-after-a-c-section/

Diakses pada 25 Oktober 2019

 

Romper. https://www.romper.com/p/why-does-it-hurt-to-use-tampons-after-a-c-section-experts-explain-74295

Diakses pada 25 Oktober 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/c-section#followup

Diakses pada 25 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed