6 Manfaat Anak Bermain Bola Mainan


Salah satu benda yang wajib ada untuk perkembangan si kecil adalah bola mainan anak. Bahkan, orangtua bisa memperkenalkannya sejak usia anak masih kecil agar mereka terbiasa sekaligus melatih kemampuan motoriknya.

0,0
21 May 2021|Azelia Trifiana
Bola mainan membantu melatih saraf motorik anakBola mainan membantu melatih saraf motorik anak
Salah satu benda yang wajib ada untuk perkembangan si kecil adalah bola mainan anak. Bahkan, orangtua bisa memperkenalkannya sejak usia anak masih kecil agar mereka terbiasa sekaligus melatih kemampuan motoriknya.Bahkan menariknya, sejak kecil bayi memang tertarik pada benda yang berguling seperti bola. Memegang bola membuat mereka merasa memegang kendali atas apa yang dipegangnya.

Manfaat bermain bola mainan

Beberapa hal yang membuat bola mainan sangat penting untuk perkembangan si kecil adalah:

1. Melatih keseimbangan

Bola mainan membantu anak mengembangkan keseimbangan tubuhnya. Bahkan sebelum bayi belajar duduk pun, mereka terlebih dahulu mengenal bagaimana memindah objek dari satu tangan ke tangan lainnya, salah satunya adalah bola.

2. Membangun ikatan sosial

Selain itu, menggulingkan bola ke depan dan belakang juga merupakan cara membangun ikatan sosial dengan orang lain. Contohnya, bermain birthing ball yang tak hanya untuk persiapan persalinan tapi juga media eksplorasi antara bayi dan orangtua.

3. Paham konsep sebab-akibat

Ketika bola bergulir ke depan dan belakang, anak juga bisa mengenal konsep awal yaitu sebab-akibat. Mendorong bola akan membuatnya maju, begitu pula sebaliknya. Bahkan ketika anak mulai besar pun, mereka mulai tahu bahwa bola bisa bergerak dengan cara berbeda ketika ditendang, dipantulkan, dioperkan, dan sebagainya.Artinya, bola akan terus menjadi permainan menyenangkan ketika berada dalam proses transisi dalam jenis permainan anak independen, paralel, hingga kolaboratif.

4. Mengasah kemampuan motorik

Bermain bola juga membantu koordinasi tangan dan mata sejak usia dini. Di saat yang sama, kemampuan motorik kasar dan halus juga ikut terlatih. Belum lagi kepekaan anak akan aspek spasial atau bagaimana menempatkan dirinya dalam sebuah ruangan.

5. Stimulasi sentuhan

Bola juga disebut bermanfaat bagi bayi baru lahir contohnya ketika mereka sedang tummy time. Mereka bisa bertumpu pada bola berukuran besar sambil dipegangi orang dewasa. Selain itu, bermain dengan bola sensoris dengan tekstur berbeda-beda juga menjadi stimulasi sentuhan bagi si kecil.

6. Menambah kepercayaan diri

Siapa sangka permainan bola saja bisa membantu anak mengasah kepercayaan diri mereka, terutama saat menghadapi tantangan dan memecahkan masalah. Ini akan memberi anak suntikan kepercayaan diri ketika mencoba aktivitas fisik yang lebih berat.Dengan demikian, bola berperan sangat penting dalam membangun kemampuan sosialnya. Contohnya kapan harus berganti giliran, mengikuti aturan permainan, hingga bernegosiasi ketika menghadapi masalah atau konflik.

Memilih bola yang tepat

Ada banyak sekali jenis bola mainan anak dengan berbagai ukuran, tekstur, berat, dan juga konsistensinya. Bola dengan ukuran besar tentu perlu kedua tangan untuk bisa dilempar. Artinya, ini sangat berbeda dengan kemampuan motorik ketika melempar bola berukuran kecil dengan satu tangan.Tugas orangtua di sini adalah memberikan kesempatan bagi mereka untuk berlatih dengan keduanya. Baik bola berukuran besar maupun kecil. Ingat ketika memberikan bola kecil, ukurannya tidak boleh terlalu kecil sehingga rentan membuat tersedak.Idealnya, ukuran diameternya lebih dari 6 centimeter. Anda juga bisa mengukurnya berdasarkan kertas tisu gulung. Ukuran bola harus lebih besar dari itu sehingga tidak tanpa sengaja tertelan.Bagaimana dengan beratnya?Idealnya, berikan anak bola yang ringan dan teksturnya memudahkan mereka memegang. Ini juga mengurangi kemungkinan mengalami cedera.Ketika menggunakan bola untuk permainan di dalam ruangan, pilih yang tidak terlalu berat sehingga tak berpeluang merusak perabotan. Sementara bola dengan ukuran besar atau berat sebaiknya digunakan di luar ruangan atau dalam pengawasan orang dewasa.

Mengajari aturan bermain

Begitu menyenangkannya bermain dengan bola, tetap saja anak perlu tahu aturan mainnya. Apa yang boleh dan tidak. Orangtua yang wajib memperkenalkan hal ini. Utamanya, untuk tidak melemparkan bola kepada orang lain kecuali mereka sudah dalam posisi siap menangkapnya.Ajarkan pula kepada anak bahwa bola bukanlah senjata untuk menyerang orang lain. Ketika memainkannya di rumah pun, bola bisa menyebabkan kerusakan perabotan.Itu aturan umumnya.Sementara untuk aturan permainan, bisa berbeda-beda bergantung pada jenisnya. Orangtua harus menerangkan dengan detail namun mudah dipahami tentang hal ini. Ingat bahwa anak-anak mungkin masih terlalu kecil untuk paham tentang aturan rumit olahraga dengan bola.Jadi, tekankan saja seputar aturan sederhana tentang apa yang boleh dilakukan dan tidak. Garis bawahi apa yang perlu dilakukan agar semua pihak yang ikut dalam permainan merasa aman.

Apabila diperlukan, orang dewasa juga bisa melakukan modifikasi sehingga anak bisa paham dengan mudah. Jadi, tunggu apa lagi? Berikan stimulasi kepada anak dengan bermain bola sejak sedini mungkin.Jika Anda ingin tahu lebih lanjut seputar pengaruh kemampuan motorik anak terhadap aktivitasnya ketika sekolah nanti, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
tips parentingibu dan anakgaya parenting
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/why-your-child-should-be-playing-with-balls-289705
Diakses pada 7 Mei 2021
Fitness Kid. https://www.fitnesskid.com/blogs/news/benefits-of-ball-play-for-children
Diakses pada 7 Mei 2021
Baby Sparks. https://babysparks.com/2019/11/07/the-many-benefits-of-ball-play/
Diakses pada 7 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait