7 Makanan Penambah Trombosit untuk Pengidap Trombositopenia


Makanan penambah trombositopenia perlu diketahui khususnya bagi penderita trombositopenia. Folat, vitamin B-12, C, D, K, dan zat besi adalah yang utamanya.

(0)
27 Nov 2019|Fadli Adzani
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Makanan penambah trombosit mengandung vitamin CJangan remehkan fungsi trombosit, tanpanya, luka pada tubuh Anda akan lama sembuh. Maka dari itu, ketahui makanan penambah trombosit.
Jika ada luka yang menyebabkan perdarahan pada bagian tubuh Anda, trombosit adalah tipe sel darah, yang pertama kali sampai di sana. Trombosit akan membentuk gumpalan darah, untuk menghentikan perdarahan. Agar trombosit bisa bekerja sempurna, Anda harus kenali makanan penambah trombosit, yang menjadi rekomendasi untuk dikonsumsi.Sebagian orang mengidap trombositopenia, kondisi medis yang menyebabkan rendahnya kadar trombosit, dalam aliran darah seseorang. Tentu saja, makanan penambah trombosit, layak dikonsumsi, untuk menaikkan kadar trombosit mereka.

Makanan penambah trombosit untuk Anda coba

Jumlah normal trombosit dalam darah adalah 150.000-450.000 per mikroliter darah (mcL). Jika dalam aliran darah Anda, jumlah trombosit melebihi 450.000 per mcL, kondisi ini disebut trombositosis.Sementara itu, trombositopenia adalah kondisi yang terjadi saat jumlah normal trombosit dalam darah, berada di bawah 150.000 per mcL.Anda bisa mengetahui jumlah trombosit dalam aliran darah, dengan melakukan tes hitung darah lengkap (CBC).
Jika Anda mengidap trombositopenia, ada baiknya langsung mencari cara untuk menaikkan jumlah trombosit dalam aliran darah. Salah satu cara yang ampuh adalah mengonsumsi makanan yang mengandung:
  • Folat
  • Vitamin B-12, C, D, dan K
  • Zat besi
Beragam macam nutrisi di atas, dapat Anda konsumsi, melalui suplemen atau obat-obatan, dengan kandungan tersebut. Namun selain itu, ada berbagai macam makanan, yang kaya akan beragam macam nutrisi itu. Apa saja makanan penambah trombosit, yang bisa Anda konsumsi?

1. Makanan kaya folat

Makanan penambah trombosit yang pertama ialah makanan yang kaya folat. Folat adalah vitamin B esensial untuk menyehatkan sel darah dalam tubuh Anda. Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat. Biasanya, orang dewasa membutuhkan asupan folat sebanyak 400 mikrogram (mcg) per harinya. Sementara itu, ibu hamil memerlukan 600 mcg.Beberapa makanan seperti nasi, ragi, kacang polong bermata hitam, hati sapi, hingga sayuran hijau gelap, seperti bayam, mengandung folat tinggi. Namun, Anda harus hati-hati dalam mengonsumsi asam folat dari suplemen. Sebab, konsumsinya secara berlebihan, bisa mengganggu fungsi vitamin B-12 dalam tubuh Anda.

2. Makanan bervitamin D

Perlu diketahui, trombosit diproduksi di sel sumsum tulang. Jika ingin menambah kadar trombosit dalam aliran darah, Anda harus menyehatkan sel sumsum tulang, dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D.
Makanan seperti kuning telur, ikan (tuna, salmon, mackerel), fish liver oil, susu hingga yogurt, mengandung vitamin D. Bagi Anda yang vegan atau vegetarian, vitamin D bisa didapatkan dari suplemen, jamur yang terpapar sinar UV, hingga susu kedelai.
Sebenarnya, vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari. Namun, bagi orang-orang yang jarang ke luar rumah, atau tinggal di daerah dingin, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, sangatlah penting.

3. Makanan bervitamin K

Vitamin K sangatlah penting dalam proses pembekuan darah (untuk menyembuhkan luka) dan kesehatan tulang. Menurut sebuah studi, hampir 27% orang yang mengonsumsi makanan bervitamin K, menunjukkan peningkatan trombosit dan meredakan pendarahan saat luka.Kebutuhan vitamin K untuk remaja 19 tahun ke atas, adalah 120 mcg per hari untuk pria, sedangkan wanita membutuhkan 90 mcg per hari.Brokoli, labu, sayuran hijau gelap seperti bayam, kedelai, dan minyak kedelai, dapat Anda konsumsi untuk memperkaya vitamin K dalam tubuh Anda.

4. Makanan zat besi

Zat besi sangatlah penting bagi tubuh, untuk memproduksi sel darah yang sehat. Sebuah penelitian tahun 2012 membuktikan, makanan yang mengandung zat besi, mampu meningkatkan kadar trombosit, pada penderita anemia defisiensi zat besi.Kerang, biji labu, kacang-kacangan, dan daging sapi, adalah makanan yang bisa Anda konsumsi, untuk meningkatkan zat besi dalam tubuh, sehingga produksi trombosit, bertambah.

5. Makanan bervitamin B-12

Makanan yang mengandung vitamin B-12 adalah jenis makanan penambah trombosit. Kurangnya vitamin B-12 dalam tubuh, berkaitan dengan penurunan jumlah trombosit dalam aliran darah. Biasanya, makanan yang mengandung vitamin B-12, adalah produk hewani, seperti hati sapi, telur, hingga kerang.Vitamin B-12 juga ditemukan pada produk susu, seperti keju dan juga susu. Namun, beberapa riset menyatakan, susu sapi, bisa mengganggu produksi trombosit.

6. Makanan bervitamin C

Selain beberapa vitamin di atas, vitamin C juga meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Sebab, vitamin C membantu trombosit, untuk bekerja dengan baik dan benar, sesuai fungsinya. Dengan bantuan vitamin C, tubuh akan mampu menyerap zat besi lebih baik, yang juga mendukung kesehatan trombosit.Sayur dan buah yang mengandung vitamin C, seperti brokoli, jeruk, grapefruits, kiwi, dan stroberi, bisa Anda coba, sebagai makanan penambah trombosit.Vitamin C dapat “hancur” jika terkena panas. Sebisa mungkin, konsumsilah makanan yang mengandung vitamin C, dengan mentah, tapi sudah dalam keadaan bersih.

7. Makanan mengandung vitamin A

Vitamin A sangat dibutuhkan untuk produksi trombosit alias platelet yang sehat. Sebab, vitamin A dikenal memiliki peran yang signifikan dalam pembentukan protein di dalam tubuh.Ketika pembentukan protein terjaga, makan pembentukan dan perkembangan sel tubuh juga akan membaik. Itulah mengapa vitamin A dianggap sebagai makanan penambah trombosit.Cobalah makanan yang mengandung vitamin A seperti labu, wortel, hingga kale.Jangan anggap remeh rendahnya kadar trombosit dalam tubuh Anda. Memang, gejala trombosit rendah, baru akan muncul, jika jumlahnya terlalu rendah, di bawah rata-rata. Gejala parah itu meliputi bintik merah atau hitam di kulit (petechiae), sakit kepala setelah luka ringan, mudah luka, perdarahan tiba-tiba yang berlebihan, mimisan, sampai perdarahan dari mulut setelah menyikat gigi.Segera berkonsultasi dengan dokter, untuk mengetahui kadar trombosit dalam darah Anda. Melalui tes hitung darah lengkap, Anda bisa mengetahui, jumlah trombosit dalam tubuh. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi kondisi kurang atau malah berlebihnya trombosit.

Gejala yang dialami tergantung dengan jumlah trombosit dalam tubuh. Pada trombositopenia ringan seperti pada kehamilan, biasanya gejala justru tidak muncul, dan ditemukan ketika menjalani pemeriksaan darah rutin. Pada trombositopenia yang lebih berat perdarahan yang tidak terkontrol dapat terjadi, sehingga dibutuhkan penanganan medis sesegera mungkin.Penyakit ini dapat menimbulkan tanda dan gejala seperti:
  • Mudah mengalami memar pada kulit berwarna merah, ungu atau coklat secara berlebihan (purpura)
  • Mengalami pendarahan pada kulit yang ditandai dengan bintik merah keunguan (petekie).
  • Mengalami pendarahan yang berlangsung lama saat luka atau tidak mudah berhenti dengan sendirinya.
  • Mengalami pendarahan pada gusi dan hidung
  • Mengalami pendarahan menstruasi yang cukup banyak
  • Mudah lelah
  • Pembengkakan limpa
  • Kulit dan mata menjadi berwarna kuning (jaundice).
Walau sudah mengetahui makanan penambah trombosit, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter. Sebab, mengonsumsasi makanan saja belum tentu efektif untuk menambah trombosit. Anda tetap membutuhkan bantuan medis dan rekomendasi dari dokter.
makanan sehatsel darahtrombosithidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/health/acquired-platelet-function-defectDiakses pada 27 November 2019 Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322937.phpDiakses pada 27 November 2019 Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/heart_vascular_institute/clinical_services/centers_excellence/womens_cardiovascular_health_center/patient_information/health_topics/platelets.htmlDiakses pada 27 November 2019SehatQ. https://www.sehatq.com/penyakit/trombositopenia
Diakses 29 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)
0

Artikel Terkait