6 Makanan Penambah Trombosit untuk Pengidap Trombositopenia

Makanan penambah trombosit sangat beragam, mulai dari yang mengandung zat besi hingga vitamin C.
Jangan remehkan fungsi trombosit, tanpanya, luka pada tubuh Anda akan lama sembuh. Maka dari itu, ketahui makanan penambah trombosit.

Jika ada luka yang menyebabkan perdarahan pada bagian tubuh Anda, trombosit adalah tipe sel darah, yang pertama kali sampai di sana. Trombosit akan membentuk gumpalan darah, untuk menghentikan perdarahan. Agar trombosit bisa bekerja sempurna, Anda harus kenali makanan penambah trombosit, yang menjadi rekomendasi untuk dikonsumsi.

Sebagian orang mengidap trombositopenia, kondisi medis yang menyebabkan rendahnya kadar trombosit, dalam aliran darah seseorang. Tentu saja, makanan penambah trombosit, layak dikonsumsi, untuk menaikkan kadar trombosit mereka.

Makanan penambah trombosit untuk Anda coba

Jumlah normal trombosit dalam darah adalah 150.000-450.000 per mikroliter darah (mcL). Jika dalam aliran darah Anda, jumlah trombosit melebihi 450.000 per mcL, kondisi ini disebut trombositosis.

Sementara itu, trombositopenia adalah kondisi yang terjadi saat jumlah normal trombosit dalam darah, berada di bawah 150.000 per mcL.

Anda bisa mengetahui jumlah trombosit dalam aliran darah, dengan melakukan tes hitung darah lengkap (CBC).
Jika Anda mengidap trombositopenia, ada baiknya langsung mencari cara untuk menaikkan jumlah trombosit dalam aliran darah. Salah satu cara yang ampuh adalah mengonsumsi makanan yang mengandung:

  • Folat
  • Vitamin B-12, C, D, dan K
  • Zat besi

Beragam macam nutrisi di atas, dapat Anda konsumsi, melalui suplemen atau obat-obatan, dengan kandungan tersebut. Namun selain itu, ada berbagai macam makanan, yang kaya akan beragam macam nutrisi itu. Apa saja makanan penambah trombosit, yang bisa Anda konsumsi?

1. Makanan kaya folat

Folat adalah vitamin B esensial untuk menyehatkan sel darah dalam tubuh Anda. Asam folat adalah bentuk sintetis dari folat. Biasanya, orang dewasa membutuhkan asupan folat sebanyak 400 mikrogram (mcg) per harinya. Sementara itu, ibu hamil memerlukan 600 mcg.

Beberapa makanan seperti nasi, ragi, kacang polong bermata hitam, hati sapi, hingga sayuran hijau gelap, seperti bayam, mengandung folat tinggi. Namun, Anda harus hati-hati dalam mengonsumsi asam folat dari suplemen. Sebab, konsumsinya secara berlebihan, bisa mengganggu fungsi vitamin B-12 dalam tubuh Anda.

2. Makanan bervitamin D

Perlu diketahui, trombosit diproduksi di sel sumsum tulang. Jika ingin menambah kadar trombosit dalam aliran darah, Anda harus menyehatkan sel sumsum tulang, dengan mengonsumsi makanan yang kaya akan vitamin D.
Makanan seperti kuning telur, ikan (tuna, salmon, mackerel), fish liver oil, susu hingga yogurt, mengandung vitamin D. Bagi Anda yang vegan atau vegetarian, vitamin D bisa didapatkan dari suplemen, jamur yang terpapar sinar UV, hingga susu kedelai.

Sebenarnya, vitamin D dapat diperoleh dari paparan sinar matahari. Namun, bagi orang-orang yang jarang ke luar rumah, atau tinggal di daerah dingin, mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D, sangatlah penting.

3. Makanan bervitamin K

Vitamin K sangatlah penting dalam proses pembekuan darah (untuk menyembuhkan luka) dan kesehatan tulang. Menurut sebuah studi, hampir 27% orang yang mengonsumsi makanan bervitamin K, menunjukkan peningkatan trombosit dan meredakan pendarahan saat luka.

Kebutuhan vitamin K untuk remaja 19 tahun ke atas, adalah 120 mcg per hari untuk pria, sedangkan wanita membutuhkan 90 mcg per hari.

Brokoli, labu, sayuran hijau gelap seperti bayam, kedelai, dan minyak kedelai, dapat Anda konsumsi untuk memperkaya vitamin K dalam tubuh Anda.

4. Makanan zat besi

Zat besi sangatlah penting bagi tubuh, untuk memproduksi sel darah yang sehat. Sebuah penelitian tahun 2012 membuktikan, makanan yang mengandung zat besi, mampu meningkatkan kadar trombosit, pada penderita anemia defisiensi zat besi.

Kerang, biji labu, kacang-kacangan, dan daging sapi, adalah makanan yang bisa Anda konsumsi, untuk meningkatkan zat besi dalam tubuh, sehingga produksi trombosit, bertambah.

5. Makanan bervitamin B-12

Makanan yang mengandung vitamin B-12, bisa menjaga kesehatan sel darah Anda. Kurangnya vitamin B-12 dalam tubuh, berkaitan dengan penurunan jumlah trombosit dalam aliran darah. Biasanya, makanan yang mengandung vitamin B-12, adalah produk hewani, seperti hati sapi, telur, hingga kerang.

Vitamin B-12 juga ditemukan pada produk susu, seperti keju dan juga susu. Namun, beberapa riset menyatakan, susu sapi, bisa mengganggu produksi trombosit.

6. Makanan bervitamin C

Selain beberapa vitamin di atas, vitamin C juga meningkatkan kemampuan sistem kekebalan tubuh. Sebab, vitamin C membantu trombosit, untuk bekerja dengan baik dan benar, sesuai fungsinya. Dengan bantuan vitamin C, tubuh akan mampu menyerap zat besi lebih baik, yang juga mendukung kesehatan trombosit.

Sayur dan buah yang mengandung vitamin C, seperti brokoli, jeruk, grapefruits, kiwi, dan stroberi, bisa Anda coba, sebagai makanan penambah trombosit.

Vitamin C dapat “hancur” jika terkena panas. Sebisa mungkin, konsumsilah makanan yang mengandung vitamin C, dengan mentah, tapi sudah dalam keadaan bersih.

Jangan anggap remeh rendahnya kadar trombosit dalam tubuh Anda. Memang, gejala trombosit rendah, baru akan muncul, jika jumlahnya terlalu rendah, di bawah rata-rata. Gejala parah itu meliputi bintik merah atau hitam di kulit (petechiae), sakit kepala setelah luka ringan, mudah luka, perdarahan tiba-tiba yang berlebihan, mimisan, sampai perdarahan dari mulut setelah menyikat gigi.

Segera berkonsultasi dengan dokter, untuk mengetahui kadar trombosit dalam darah Anda. Melalui tes hitung darah lengkap, Anda bisa mengetahui, jumlah trombosit dalam tubuh. Hal ini diperlukan untuk mengantisipasi kondisi kurang atau malah berlebihnya trombosit.

Walau sudah mengetahui makanan penambah trombosit, pastikan untuk selalu berkonsultasi dengan dokter. Sebab, mengonsumsasi makanan saja belum tentu efektif untuk menambah trombosit. Anda tetap membutuhkan bantuan medis dan rekomendasi dari dokter.

Healthline. https://www.healthline.com/health/acquired-platelet-function-defect

Diakses pada 27 November 2019

 

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322937.php

Diakses pada 27 November 2019

 

Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/heart_vascular_institute/clinical_services/centers_excellence/womens_cardiovascular_health_center/patient_information/health_topics/platelets.html

Diakses pada 27 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed