6 Kebiasaan yang Bisa Memperlambat Metabolisme Tubuh


Diet dan olahraga mampu menurunkan berat badan. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan tersebut yang justru memperlambat metabolisme tubuh. Bahkan, kondisi ini bisa saja membuat seorang individu jadi kelebihan berat badan.

(0)
13 Mar 2021|Azelia Trifiana
Kebiasaan yang salah malah dapat memperlambat metabolisme tubuh AndaKebiasaan yang salah malah dapat memperlambat metabolisme tubuh Anda
Semakin efektif proses metabolisme tubuh seseorang, idealnya tubuhnya pun akan terasa bugar. Sayangnya, ada beberapa kebiasaan yang justru memperlambat metabolisme tubuh. Bahkan, kondisi ini bisa saja membuat seorang individu jadi kelebihan berat badan.Kebiasaan ini tentu saja berkaitan erat dengan gaya hidup. Coba cermati, siapa tahu beberapa kebiasaan ini tanpa disadari kerap Anda lakukan.

Kebiasaan yang memperlambat metabolisme tubuh

Ada beberapa kebiasaan dan gaya hidup yang justru membuat proses metabolisme berjalan lambat. Berikut daftarnya:

1. Defisit kalori

Kondisi defisit kalori atau kekurangan asupan kalori yang masuk ke tubuh ketimbang yang dibakar bisa menyebabkan metabolisme tubuh lebih lambat. Ingat, ini berbeda dengan membatasi asupan kalori demi menjaga berat badan ideal.Terlebih ketika proses mengurangi kalori dilakukan secara dramatis, tubuh akan menganggap makanan sebagai sesuatu yang langka. Konsekuensinya, kecepatan membakar kalori pun dikurangi. Ini bisa terjadi apabila seseorang mengonsumsi kurang dari 1.000 kalori setiap harinya.Oleh sebab itu, apabila ingin membatasi asupan kalori demi mengurangi berat badan, lakukan secara bertahap. Jangan lakukan secara drastis atau terlalu lama.

2. Asupan protein

Begitu pentingnya asupan protein karena ini membantu meningkatkan kemampuan tubuh membakar kalori. Tak hanya itu, tentu saja kalori juga membuat seseorang merasa kenyang lebih lama. Jadi, pastikan mengonsumsi cukup protein setiap harinya.Lebih jauh lagi, ada yang disebut dengan efek termik protein. Ini adalah peningkatan metabolisme dalam tubuh. Apabila protein yang dikonsumsi, efek termiknya lebih signifikan ketimbang saat makan karbohidrat atau lemak.Menurut studi Nutrition & Metabolism pada tahun 2004 lalu, mengonsumsi protein akan meningkatkan kecepatan metabolisme tubuh hingga 20-30%. Angka ini tentu jauh lebih tinggi ketimbang karbohidrat (5-10%) dan lemak (3%).

3. Kurang bergerak

duduk terlalu lama
Duduk menonton tv terlalu lama dapat memperlambat metabolisme tubuh
Tentu saja, kurang bergerak berpengaruh signifikan terhadap seberapa banyak kadar kalori yang dibakar setiap harinya. Ini juga berlaku utamanya pada orang yang duduk terlalu lama saat bekerja maupun binge-watching lebih dari 3 jam setiap harinya.Ini bukan berarti ada kewajiban untuk berolahraga keluar rumah setiap hari. Melakukan aktivitas fisik dasar seperti berjalan, naik turun tangga, hingga bersih-bersih rumah saja sudah membantu membakar kalori. Istilah untuk kegiatan semacam ini adalah non-exercise activity thermogenesis (NEAT).Studi Mayo Clinic menemukan bahwa aktivitas NEAT dapat membakar hingga 2.000 kalori setiap harinya. Di sisi lain, hanya duduk menonton TV akan membakar kalori 8% lebih rendah ketimbang duduk mengetik yang bisa membakar 16% kalori.

4. Kualitas tidur

Rupanya, kualitas tidur buruk juga bisa memperlambat metabolisme tubuh. Mengurangi durasi tidur beberapa jam saja dapat berpengaruh terhadap metabolisme sekaligus meningkatkan kemungkinan mengalami kenaikan berat badan.Ada studi yang membandingkan hal ini. Orang dewasa sehat yang tidur 4 jam dalam sehari selama 5 hari berturut-turut mengalami penurunan kecepatan metabolisme hingga 2,6%. Setelah tidur tanpa ada gangguan selama 12 jam, barulah kecepatan metabolismenya kembali normal.Oleh sebab itu, sebisa mungkin tidurlah cukup terutama di malam hari. Tujuannya agar ritme sirkadian terjaga, hal krusial untuk kesehatan fisik dan mental.

5. Minuman manis

Sadarkah Anda, kebiasaan mengonsumsi minuman manis dapat memicu terjadinya berbagai penyakit mulai dari resistansi insulin, diabetes, hingga obesitas? Bahkan, minuman dengan tambahan pemanis seperti gula jagung justru membuat proses metabolisme lebih lambat.Terbukti, konsumsi fruktosa berlebihan dapat meningkatkan deposit lemak di perut dan juga hati. Untuk itu, akan jauh lebih baik apabila Anda mengonsumsi air putih atau alternatifnya yang tak kalah sehat seperti infused water.

6. Olahraga angkat beban

Olahraga yang melibatkan beban atau weight juga bisa menjadi strategi untuk mencegah melambatnya proses metabolisme tubuh. Hal ini berlaku bukan hanya pada orang sehat saja, namun juga pada penderita penyakit jantung hingga obesitas.Alasannya karena olahraga semacam ini meningkatkan massa otot. Semakin tinggi kadar massa otot seseorang, akan lebih banyak kalori yang dibakar meski sedang beristirahat sekalipun.Terbukti dalam studi yang dilakukan selama 6 bulan, partisipan yang melakukan strength training selama 11 menit setiap harinya dan 3 hari sepekan mengalami peningkatan kecepatan metabolisme hingga 7,4%. Rata-rata, mereka juga membakar 125 kalori lebih banyak.

Catatan dari SehatQ

Jadi, adakah di antara beberapa poin di atas yang tanpa sadar kerap Anda lakukan? Bisa saja, itu menjadi penyebab tidak optimalnya proses metabolisme tubuh. Tak ada salahnya menghentikan dan menggantinya dengan kebiasaan yang lebih sehat.Tentu ini bukan hanya masalah berapa angka di tertera di timbangan. Menjaga berat badan tetap normal akan berpengaruh signifikan terhadap kesehatan tubuh.Tak perlu muluk-muluk, mulai saja dengan banyak bergerak setiap harinya meski hanya di dalam rumah. Jangan lupa lakukan peregangan sederhana setelah duduk beberapa jam.Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar hubungan antara metabolisme tubuh dengan berat badan, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.
makanan sehathidup sehatpola hidup sehat
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/6-mistakes-that-slow-metabolism
Diakses pada 26 Februari 2021
Mayo Clinic Proceedings. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/25841254/
Diakses pada 26 Februari 2021
PubMed. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/26538305/
Diakses pada 26 Februari 2021
Medicine & Science in Sports & Exercise. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/19346974/
Diakses pada 26 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait