Mengenal Jenis-Jenis Operasi Miom yang Disarankan oleh Dokter

(0)
07 May 2019|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Operasi miom untuk mendapatkan keturunanOperasi menjadi pilihan utama untuk mengatasi mioma dengan gejala sedang dan berat.
Jika mioma uteri tidak menunjukkan gejala yang berarti, maka Anda tidak memerlukan perawatan. Akan tetapi, bila merasa gejala dari mioma uteri yang Anda miliki sangatlah mengganggu sebaiknya segera lakukan perawatan.Sebab, mioma uteri dapat menyebabkan pendarahan berat, dan nyeri perut hebat.

Perawatan mioma uteri

Perawatan mioma uteri dapat dilakukan dengan berbagai cara. Hal tersebut tergantung pada seberapa buruk gejala yang Anda rasakan. Tak hanya itu, letak mioma uteri dan rencana persalinan di masa depan, juga dapat memengaruhi keputusan dalam melakukan perawatan.Obat-obatan digunakan untuk membantu mengobati gejala mioma uteri yang ringan. Sementara itu, operasi dilakukan untuk mengobati gejala mioma uteri yang sedang atau berat.Bila Anda memiliki gejala yang sedang atau berat, maka operasi dapat menjadi pilihan utama dalam mengatasi mioma uteri.

Jenis-jenis operasi miom

Ada enam jenis operasi untuk mengatasi mioma uteri, yaitu ablasi endometrium, miolisis, embolisasi arteri uterus, miomektomi, histerektomi, serta bedah ultrasound.

1. Ablasi endometrium

Operasi ablasi endometrium dilakukan jika mioma uteri berukuran kecil, tapi gejala yang dirasa sangatlah berat. Prosedur ablasi endometrium tidak dilakukan melalui perut, melainkan vagina.Operasi ini bertujuan untuk menghilangkan atau menghancurkan lapisan rahim, jika mioma uteri berada di dekat permukaan bagian dalam rahim.Ablasi endometrium dapat dilakukan dengan berbagai cara, termasuk dengan laser, arus listrik, panas, dan pembekuan. Setelah operasi ini dilakukan, perdarahan pun menjadi lebih ringan, bahkan tidak ada sama sekali.Ablasi endometrium dapat menjadi alternatif yang efektif, untuk berapa wanita. Selain itu, pemulihan setelah operasi ini biasanya terbilang cepat.

2. Miolisis

Mioma uteri yang kecil dapat diatasi dengan operasi ini. Dokter akan memotong suplai darah ke mioma uteri, hingga mioma uteri menyusut dan mati, melalui energi frekuensi radio, pemanasan atau pembekuan.Terdapat kemungkinan bahwa miolisis dapat menyebabkan infeksi di rahim atau jaringan parut, yang dapat memengaruhi kesuburan Anda. Oleh sebab itu, jika merencanakan kehamilan di kemudian hari, sebaiknya diskusikan hal tersebut dengan dokter.

3. Embolisasi arteri uterus

Jika mioma uteri menimbulkan gejala pendarahan atau nyeri yang hebat, maka dokter mungkin akan merekomendasikan operasi ini. Embolisasi arteri uterus bertujuan untuk mengecilkan mioma uteri, dan menghilangkan gejalanya hingga 90%.Dokter tidak akan melakukan pemotongan seperti halnya pada miolisis, melainkan memasukkan tabung tipis ke dalam arteri rahim Anda. Lalu, dokter pun akan menyuntikkan zat yang dapat memotong suplai darah ke mioma uteri.Setelah menjalani operasi ini, banyak wanita yang mengalami kram. Selain itu, terkadang mioma uteri pun masih dapat tumbuh kembali.

4. Miomektomi

Operasi miomektomi dilakukan untuk menghilangkan mioma uteri, dengan meninggalkan jaringan rahim yang sehat. Dokter akan merekomendasikan operasi ini, jika Anda merencanakan kehamilan di kemudian hari.Miomektomi dilakukan berdasarkan ukuran, jumlah, serta letak mioma uteri. Ada 3 pilihandalam melakukan miomektomi, yaitu sebagai berikut:
  • Abdominal: Jika mioma uteri Anda sangat besar, jumlahnya banyak atau letaknya jauh di dalam, maka operasi ini diperlukan. Dokter akan menyayat perut bagian bawah Anda, untuk menghilangkan mioma uteri.
  • Histeroskopi: Prosedur ini dilakukan untuk menghilangkan mioma uteri yang terletak di dalam rahim. Dokter akan menggunakan alat histeroskopi untuk melihat mioma uteri tersebut.
  • Laparoskopi: Pada prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil, lalu memasukkan alat untuk menghilangkan mioma uteri Anda.

5. Histerektomi

Operasi ini dilakukan dengan mengangkat sebagian atau seluruh rahim, untuk mioma uteri yang sangat besar, atau pendarahan hebat. Histerektomi total dapat mencegah mioma uteri kembali. Operasi ini akan menurunkan kemampuan Anda untuk hamil.

6. Bedah ultrasound dengan pemindaian MRI

Pemindaian MRI dilakukan untuk menemukan mioma uteri. Selanjutnya, gelombang ultrasonografi berenergi tinggi pun dikirimkan untuk mengecilkan mioma uteri tersebut. Prosedur ini memang bertujuan untuk mengecilkan ukuran mioma uteri.

Bahaya miom jika tidak dioperasi

Operasi pengangkatan harus segera dilakukan jika miom yang Anda miliki sudah berukuran cukup besar hingga mengubah bentuk rahim atau berubah menjadi ganas.Hal ini perlu dilakukan karena efeknya bisa menimbulkan kemandulan, keguguran, dan nyeri yang tidak tertahankan jika dibiarkan begitu saja meski Anda telah memasuki masa menopause. 

Apakah semua miom harus dioperasi?

 Jika mioma yang ada di rahim Anda tidak menimbulkan gejala apa pun dan cenderung berukuran kecil, dokter biasanya tidak akan merekomendasikan Anda untuk melakukan operasi pengangkatan miom.Namun meskipun Anda merasa miom yang Anda miliki tidaklah besar, ada baiknya Anda tetap memeriksakan diri ke dokter secara berkala untuk memantau perkembangan mioma dalam tubuh.Untuk mioma yang berukuran lebih besar dan telah menimbulkan gejala, dokter biasanya meresepkan beberapa jenis obat yang dapat digunakan untuk membantu mengurangi keluhan.Dokter biasanya akan mempertimbangkan tindakan operasi jika segala jenis obat-obatan yang diberikan gagal tidak memberikan perubahan atau menekan pertumbuhan mioma dan menyebabkan Anda mengalami perdarahan hebat hingga menimbulkan anemia.

Kapan mioma harus dioperasi?

Mioma adalah tumor jinak rahim. Hanya 1 hingga 3% mioma yang bisa berubah menjadi tumor ganas. Ukuran miom yang harus dioperasi adalah miom yang besarnya lebih dari 9-10cm karena berisiko berubah menjadi ganas, khususnya jika Anda wanita berusia diatas 45 tahun.Anda juga bisa mempertimbangkan untuk melakukan operasi miom jika timbul gejala-gejala seperti berikut ini:
  • Semakin sering buang air kecil
  • Perdarahan menstruasi yang berlebihan
  • Sulit mengosongkan kandung kemih atau buang air kecil tidak lampias
  • Terdapat tekanan dan nyeri perut bagian bawah
  • Perdarahan di antara siklus mensturasi
Sebelum melakukan tindakan operasi miom, dokter akan meminta persetujuan Anda mengenai jenis operasi yang akan dilakukan.Pahamilah informasi sebanyak-banyaknya dari dokter mengenai manfaat, tahapan prosedur, serta risiko komplikasi dari operasi mioma yang dianjurkan, sampai Anda sepenuhnya paham mengenai tindakan medis ini.

Hal-hal yang perlu diperhatikan pasca operasi mioma uteri

Setelah operasi miomektomi, kebanyakan wanita mengalami beberapa tanda dan gejala yang mengganggu, seperti perdarahan menstruasi yang berlebihan serta nyeri dan tekanan panggul.Setelah melakukan tindakan miomektomi, Anda disarankan untuk menunda tiga hingga enam bulan untuk mencoba merencanakan kehamilan agar rahim Anda memiliki waktu untuk sembuh terlebih dahulu.Umumnya wanita yang telah melakukan tindakan ini akan mengalami masa subur untuk kembali menjalani kehamilan dalam waktu kurang lebih satu tahun.
kehamilanmioma uterimioma
WebMD. https://www.webmd.com/women/uterine-fibroids/surgery-for-uterine-fibroids
Diakses pada 27 April 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/151405.php
Diakses pada 27 April 2019
UNC School of Medicine. https://www.med.unc.edu/obgyn/migs/our-services/what-kinds-of-problems-do-the-doctors-in-this-group-treat/fibroid-tumors/
Diakses pada 4 November 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/myomectomy/about/pac-20384710Diakses pada 4 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait