6 Cara Mengelola Ekspektasi untuk Menghindari Kecewa

(0)
12 Jun 2020|Azelia Trifiana
Jika mampu mengelola ekspektasi Anda dapat mencegah kekecewaan berlebihanMengelola ekspektasi dapat mencegah kekecewaan yang berlebihan
Sangat manusiawi ketika seseorang memiliki ekspektasi, bahkan yang paling tidak realistis sekalipun. Meski demikian, ekspektasi adalah hal yang bisa merenggut kebahagiaan seseorang apabila realita terjadi tidak sesuai dengan harapan. Terlebih, perbedaan antara ekspektasi dan motivasi terkadang begitu samar.Salah satu life skill yang harus dimiliki setiap orang adalah bisa mengelola ekspektasi dan kekecewaan ketika situasi berjalan tak sesuai harapan. Jika tidak, maka seseorang bisa mudah merasa stres bahkan depresi. Padahal, tidak semua hal bisa berjalan sesuai dengan ekspektasi.

Cara mengelola ekspektasi

Mengelola ekspektasi adalah hal yang harus dibiasakan secara perlahan. Jika baru dimulai, mungkin sulit melakukannya. Beberapa hal ini mungkin bisa membantu mengelola ekspektasi:

1.  Selipkan rasa humor

Sadar atau tak sadar, segala hal pasti disertai ekspektasi meskipun tanpa disengaja. Untuk itu, selipkan rasa humor sehingga ketika ekspektasi tidak berjalan seperti harapan, maka bisa dengan mudah menertawakan atau menganggapnya sebagai hal sepele. Ini penting agar tidak merasa kecewa berlebihan.

2. Memaafkan diri sendiri

Ketika ekspektasi tak berjalan seperti harapan terutama karena kesalahan diri sendiri, cobalah belajar memaafkan. Anggap bahwa wajar jika manusia melakukan kesalahan yang tidak disengaja. Dengan demikian, maka seseorang bisa lebih mudah menerima realita tanpa memaksakan terwujudnya ekspektasi.

3. Belajar bersabar

Menerima ekspektasi tak sesuai realita termasuk cara untuk belajar bersabar. Baik bersabar terhadap diri sendiri, situasi, maupun orang lain. Dengan belajar memahami dan bersabar terhadap situasi yang tak sesuai ekspektasi, maka hati akan merasa lebih lapang dada menerima kenyataan.

4. Cari sisi positif

Meskipun terasa sulit jika belum terbiasa, seburuk apapun realita yang berbanding terbalik dengan ekspektasi pasti masih memiliki sisi positif. Belajarlah jeli mencari hal ini. Bayangkan jika realita yang terjadi jauh lebih buruk maka tentu situasinya akan lebih runyam. Dengan demikian, Anda akan menjadi lebih mudah mensyukuri situasi yang terjadi.

5. Kegagalan jadi peluang baru

Apabila ekspektasi seperti diterima bekerja di perusahaan impian tak berjalan sesuai rencana, anggaplah itu sebagai pintu gerbang peluang baru. Bisa jadi, kegagalan itu adalah bagian dari skenario besar yang membawa Anda ke situasi jauh lebih baik. Tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi di masa depan, bukan?

6. Berpikir dengan fleksibel

Semakin fleksibel cara berpikir seseorang, maka mengelola ekspektasi adalah hal yang dengan mudah bisa diwujudkan. Jadi, pastikan Anda mengadaptasi pola pikir yang fleksibel. Artinya, ketika situasi berjalan tak sesuai rencana maka langsung alihkan pola pikir secara fleksibel pada plan atau situasi lain.Keberhasilan mengelola ekspektasi akan membuat pikiran lebih damai dan tidak rentan mengalami stres. Ini penting karena ekspektasi yang berbanding terbalik dengan realita bisa terjadi kapan saja tanpa diduga. Perlahan, coba atur pikiran untuk berdamai dan siap menghadapi situasi yang di luar ekspektasi.Tidak ada hidup yang berjalan mulus-mulus saja. Akan selalu ada jatuh bangun dan situasi yang tak sesuai dengan ekspektasi. Tinggal bagaimana setiap individu bisa mengelola ekspektasinya agar tidak berlebihan.

Kelola kekecewaan saat situasi tak sesuai ekspektasi

Tak hanya penting mengelola ekspektasi, hal lain yang perlu dilakukan adalah mengelola rasa kecewa ketika situasi sedang tidak berpihak atau jauh dari ekspektasi. Bagaimana caranya?
  • Sumber kebahagiaan bukan dari ekspektasi

Yakini bahwa kebahagiaan bukan hanya berasal dari ekspektasi yang selama ini membayangi pikiran. Ada banyak hal lain yang juga bisa memberikan rasa bahagia, bahkan dari hal-hal sederhana di sekitar. Ketimbang mengharapkan rasa bahagia dari hal yang masih ada di awang-awang, coba yakini bahwa apa yang sudah terjadi saat ini bisa jadi sumber kebahagiaan.
  • Jangan berharap berlebihan dari orang lain

Ketika merasa kecewa karena orang lain, jangan langsung menyalahkan situasi dan berujung pada penyesalan. Justru, maklumi bahwa setiap orang bisa bertindak di luar ekspektasi dan mengecewakan orang lain. Jangan letakkan harapan hanya pada orang lain karena hanya akan membuat rasa kecewa semakin besar.
  • Tak perlu dengarkan sekitar

Apabila omongan orang-orang di sekitar sudah terasa sangat mengganggu dan menambah parah rasa kecewa, sudah saatnya mengacuhkannya terlebih dahulu. Fokus pada apa yang dirasakan dan jangan terpengaruh dengan omongan negatif karena bisa membuat rasa kecewa bertambah berkali-kali lipat.

Catatan dari SehatQ

Kuncinya adalah menyadari bahwa ekspektasi adalah hal di luar kendali setiap orang. Apa yang diharapkan bisa terjadi sesuai ekspektasi, begitu pula sebaliknya terjadi di luar harapan. Apapun yang terjadi, bukan situasinya yang harus disalahkan melainkan pola pikir setiap individu yang harus memaklumi dan tetap bisa mengambil sisi positif dari situasi terburuk sekalipun.
kesehatan mentalhidup sehatpola hidup sehat
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/sg/blog/the-clarity/201706/dealing-disappointment
diakses 28 Mei 2020
Psych Central. https://psychcentral.com/lib/how-to-relinquish-unrealistic-expectations/
diakses 28 Mei 2020
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/sg/blog/ambigamy/201903/expectation-management
diakses 28 Mei 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait