6 Cara Mengatasi Hipotermia yang Wajib Diketahui Para Pendaki

Bagi para pendaki gunung, cara mengatasi hipotermia yang tepat perlu diketahui agar tidak salah kaprah dalam pelaksanaannya
Cara mengatasi hipotermia perlu dipahami oleh para pendaki gunung

Beberapa waktu lalu, viral kabar yang mengatakan ada pendaki gunung yang harus disetubuhi untuk menghindari hipotermia. Apakah itu memang merupakan cara mengatasi hipotermia yang sesuai prosedur?

Hipotermia memang merupakan kondisi gawat darurat, di mana suhu tubuh seseorang turun drastis ke level yang jauh dari normal. Suhu normal tubuh berkisar antara 36,6 hingga 37,7 derajat celcius, sedangkan seseorang dikatakan mengalami hipotermia ketika suhu tubuhnya berada di bawah 35 derajat celcius.

Hipotermia terjadi ketika tubuh tidak lagi mampu memproduksi cukup panas untuk menghangatkan diri. Jika kondisi ini tidak segera diatasi, organ-organ di dalam tubuh akan mengalami kerusakan dan bukan tidak mungkin akan menyebabkan penderita hipotermia tidak terselamatkan lagi.

Gejala hipotermia

Orang yang menderita hipotermia akan memperlihatkan gejala-gejala sebagai berikut:

  • Tubuh gemetar yang menandakan bahwa sistem pemanas di tubuhnya masih bekerja dengan baik. Gemetar ini bisa berhenti karena orang tersebut sudah terbebas dari hipotermia, tapi juga bisa karena hipotermia yang dideritanya sudah makin parah.
  • Napas pendek dan lemah
  • Kebingungan dan pikun
  • Mengantuk dan merasa lelah
  • Bicara melantur atau tidak jelas
  • Kehilangan koordinasi, biasanya terlihat dari langkah yang gontai atau pegangan yang tidak kuat
  • Denyut nadi yang teraba lemah
  • Pada hipotermia akut, penderitanya akan tidak sadarkan diri dengan kondisi nadi yang sangat lemah atau bahkan tidak teraba

Untuk mengatasinya, Anda tidak boleh asal ‘memanaskan’ tubuh. Cara mengatasi hipotermia yang salah justru akan menimbulkan masalah kesehatan yang serius.

Bagaimana cara mengatasi hipotermia yang tepat?

Seseorang yang menderita hipotermia memang harus mendapat penanganan medis sesegera mungkin. Berikut cara mengatasi hipotermia sebagai pertolongan pertama yang bisa Anda lakukan jika menemukan orang yang mengalami penurunan suhu tubuh ekstrem:

  • Pindahkan orang tersebut ke tempat yang lebih hangat dan kering. Bila memungkinkan, buat tenda untuk melindungi orang tersebut dari cuaca dingin.
  • Buka pakaian yang basah, robek bila perlu.
  • Bungkus badannya dengan selimut hingga kepala dengan hanya menyisakan bagian wajah yang terbuka.
  • Kontak kulit ke kulit dimungkinkan. Caranya, buka baju Anda kemudian bungkus diri Anda bersama pasien hipotermia dengan menggunakan selimut. Ini dilakukan untuk mentransfer panas tubuh Anda ke pasien hipotermia.
  • Bila masih sadar, pasien hipotermia bisa diberikan minum hangat, tapi jangan minuman yang mengandung alkohol atau kafein.
  • Bila penderita hipotermia tidak sadarkan diri, lakukan prosedur CPR (cardiopulmonary resuscitation) sampai nadi kembali teraba atau hingga tenaga medis datang.

Cara mengatasi hipotermia di atas seharusnya mulai menunjukkan hasil dalam beberapa menit. Jika pasien hipotermia sudah berhenti gemetar dan bisa tersenyum, berarti ia sudah mulai pulih. Sebaliknya, kalau ia sudah tidak gemetar, tapi belum bisa tersenyum, bisa jadi kondisinya justru makin parah.

Dalam kasus hipotermia tingkat lanjut ini, pasien harus segera dirujuk ke rumah sakit. Di sana, ia akan dihangatkan dengan cairan IV, diberi bantuan oksigen yang sudah dipanaskan, atau mendapatkan tindakan ‘cuci’ rongga perut (peritoneal lavage).

Kontak fisik bukanlah cara mengatasi hipotermia yang tepat

Dari penjelasan di atas, tidak ada anjuran untuk melakukan hubungan seksual, bukan? Ya, kontak fisik memang tidak pernah dianjurkan oleh pihak manapun sebagai salah satu cara mengatasi hipotermia, bahkan dalam kondisi genting sekalipun.

Faktanya, berhubungan seksual dengan pasien hipotermia justru akan mengancam nyawanya. Pasalnya, kontak fisik, seperti menggosok, memijat, apalagi hubungan badan bisa membuat tubuh kaget dengan transfer panas yang tinggi dan tiba-tiba.

Hal ini sama saja mencelupkan penderita hipotermia ke dalam air panas. Bukan hanya akan merusak kulit, transfer panas yang mendadak tinggi ini bisa memicu detak jantung yang tidak beraturan sehingga bukan tidak mungkin penderita hipotermia akan meninggal karena serangan jantung.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/182197.php
Diakses pada 3 Agustus 2019

E Medicine Health. https://www.emedicinehealth.com/hypothermia/article_em.htm#what_is_hypothermia
Diakses pada 3 Agustus 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-hypothermia#1
Diakses pada 3 Agustus 2019

Mountain Safety UK. http://www.mountainsafety.co.uk/Mountain-Hypothermia-Treating-Hypothermia.aspx
Diakses pada 3 Agustus 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed