6 Cara Mencegah Cedera Olahraga agar Badan Selalu Sehat


Cedera memang tidak dapat diprediksi, terutama jika terjadi saat berolahraga. Namun, bukan berarti tidak ada cara untuk mencegah cedera olahraga yang dapat Anda lakukan.

(0)
13 May 2019|Maria Yuniar
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Cara mencegah cedera olahraga salah satunya adalah dengan melakukan pemanasanCedera olahraga dapat terjadi kapan pun di mana pun, maka terapkan langkah pencegahan yang tepat
Saat sedang berolahraga, fokus Anda adalah bagaimana memperkuat otot, menurunkan berat badan, atau hal-hal lain terkait kesehatan dan kebugaran yang lebih baik. Sayangnya, Anda mungkin tak sadar dengan kemungkinan terjadinya cedera olahraga. Namun, bukan hal yang mustahil untuk dapat mencegah cedera olahraga. 

Penyebab cedera olahraga

Gerald Varlotta, Direktur Pengobatan Rehabilitasi Olahraga di Rumah Sakit Universitas New York, mengatakan, mayoritas cedera olahraga disebabkan oleh latihan yang terlalu berlebihan, melakukan teknik yang salah, hingga salah memilih olahraga.Pasalnya, tidak semua olahraga cocok untuk dilakukan oleh semua orang. Itulah sebabnya, Anda perlu melakukan konsultasi terlebih dahulu untuk mengetahui apakah aman untuk melakukan latihan tertentu dengan kondisi fisik Anda.

Cara mencegah cedera olahraga

Cedera olahraga dapat terjadi kapan saja dan pada siapa saja. Merangkum Harvard School of Health, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya cedera olahraga dengan melakukan pencegahan berupa:

1. Kenali tubuh Anda

Salah satu cara terbaik untuk menghindari cedera olahraga adalah dengan mengetahui keterbatasan tubuh Anda. Tiap orang memiliki kondisi fisik yang berbeda satu sama lain.Selain itu, kebutuhan olahraga yang diperlukan tiap orang juga berbeda. Itulah sebabnya Anda perlu mengenali tubuh sendiri untuk mengetahui apa yang sebenarnya dibutuhkan sehingga kemungkinan terjadi kecelakaan saat olahraga akan lebih kecil terjadi.

2. Pilih jenis olahraga yang sesuai dengan kemampuan tubuh

Tidak dapat dipungkiri, tiap gender menunjukkan karakter yang berbeda. Baik pria maupun wanita memiliki kondisi fisiologis terkait gender spesifik yang dapat mempengaruhi potensi mereka untuk mengalami cedera ketika melakukan latihan khusus.Kecenderungan gender ini memang tidak berlaku secara keseluruhan. Akan tetapi, perlu diakui bahwa pria cenderung lebih cocok melakukan latihan yang menggunakan kekuatan otot seperti angkat beban. Di sisi lain, para wanita lebih nyaman berlatih olahraga yang mengandalkan kekuatan kelenturan tubuh.Sebelum memulai olahraga, pastikan Anda merencanakan dengan baik jenis aktivitas fisik yang akan dilakukan, mulai dari memilih lokasi olahraga, menggunakan peralatan pendukung, serta lamanya durasi olahraga. 

3. Berlatih dengan instruktur

Bagi Anda para pemula, olahraga kerap menimbulkan cedera akibat kesalahan dalam melakukan teknik dan gerakan.Itulah sebabnya Anda disarankan untuk menggunakan jasa instruktur (personal trainer) agar dapat memahami cara kerja sebuah latihan dengan teknik yang tepat dan sesuai kebutuhan Anda.

4. Ketahui batasan usia

Jika Anda baru akan memulai kebiasaan olahraga saat usia sudah mulai lanjut, jangan pernah menjadikan anak-anak muda sebagai standar. Apalagi jika Anda sudah berhenti latihan dalam periode waktu yang lama.Tubuh Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk dapat kembali aktif dan gesit. Dengan mengetahui batasan usia, Anda dapat menyesuaikan latihan dan gerakannya agar sesuai dan cocok dengan tubuh Anda.

5. Lakukan pemanasan

Jangan pernah lupa untuk melakukan pemanasan sebelum memulai olahraga. Pemanasan adalah langkah pencegahan cedera olahraga yang sangat penting.Gerakan pemanasan bantu memperlancar peredaran darah ke otot untuk mengurangi ketegangan otot, sehingga dapat membuatnya lebih fleksibel dan kuat selama berolahraga.

6. Jangan berlebihan saat olahraga

Motivasi tinggi untuk terus berolahraga merupakan hal yang baik untuk dipertahankan saat latihan. Sayangnya, banyak orang yang jadi "terbutakan" semangat membara sehingga melakukan olahraga dalam intensitas tinggi.Tubuh Anda membutuhkan istirahat dan waktu untuk pulih setelah melakukan aktivitas berat. Maka, pastikan untuk selalu membatasi jadwal olahraga dengan frekuensi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan tubuh.Itulah beberapa cara mencegah cedera olahraga yang perlu Anda pahami untuk menghindari kejadian tidak diinginkan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya!
cedera fisikcedera lututcedera otot
WebMD. https://www.webmd.com/fitness-exercise/features/6-ways-avoid-workout-injuries#1
Diakses pada Oktober 2018
Harvard Medical School. https://www.health.harvard.edu/pain/avoid-workout-injuries
Diakses pada Februari 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait