Hamil kembar memiliki risiko prematuritas lebih tinggi dan kejadian twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS)
Kehamilan kembar memiliki risiko yang berbeda dengan kehamilan tunggal

Kehamilan adalah kabar gembira bagi pasangan yang menantikan buah hati. Terlebih lagi jika ternyata tidak hanya satu, tetapi dua buah hati yang dinantikan. Senang bercampur khawatir, mungkin itu yang dirasakan oleh pasangan yang menantikan kehadiran bayi kembar. Senang karena kebahagiaan yang berlipat ganda, tetapi disertai khawatir karena merasa tidak yakin bagaimana menjaga kehamilan bayi kembar.

Hamil kembar memiliki risiko yang berbeda dengan kehamilan tunggal. Risiko gangguan yang paling sering terjadi pada kehamilan kembar adalah kelahiran prematur. Berdasarkan Stanford Childrens, lebih dari 60% kehamilan kembar berakhir sebelum 37 minggu. Bayi yang lahir sebelum waktunya memiliki organ-organ tubuh yang belum dapat berfungsi dengan normal. Bayi prematur ini biasanya lahir dengan berat badan yang rendah (kurang dari 2500 gram) dan mungkin membutuhkan bantuan untuk bernapas, makan, melawan infeksi, serta menjaga suhu tubuhnya.

Pada hamil kembar identik dengan satu plasenta, dapat terjadi twin-to-twin transfusion syndrome (TTTS). Dalam kondisi ini, ada pembuluh darah pada plasenta yang menghubungkan peredaran darah bayi kembar sehingga salah satu bayi memberikan darah kepada saudara kembarnya. Jika dibiarkan tanpa penanganan, bayi yang menerima darah akan mengalami kelebihan darah, sementara bayi yang memberikan darah berpotensi mengalami kekurangan darah.

[[artikel-terkait]]

Tips menjaga kehamilan kembar

Mengingat risiko-risiko gangguan yang mungkin terjadi pada hamil kembar, menjaga kehamilan ini pun butuh upaya lebih. Berikut tips untuk menjaga kehamilan kembar:

1. Makan makanan gizi seimbang dalam jumlah yang cukup

Ibu yang hamil kembar membutuhkan asupan kalori, protein, dan zat gizi lain lebih banyak daripada kehamilan tunggal. Secara kasar, kebutuhan kalori pada hamil kembar akan naik 40%. Pada kehamilan kembar, dibutuhkan tambahan kalori sebanyak 300 kalori untuk masing-masing janin. 

Pastikan Anda berkonsultasi dengan dokter atau ahli gizi untuk menentukan jumlah tambahan kalori yang diperlukan.

2. Lebih banyak bergerak

Melakukan olahraga ringan penting untuk menjaga kehamila dan membuat badan ibu tetap fit dalam menghadapi kehamilan dan persalinan. Hindari olahraga yang terlalu berat. Anda bisa mencoba olahraga yang lebih ringan, seperti berenang, yoga, atau jalan santai. Targetkan untuk melakukan olahraga selama 30 menit per hari, setidaknya tiga kali dalam satu minggu.

Hindari jenis-jenis olahraga berat saat hamil. Sebelum memulai olahraga, sebaiknya Anda berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu untuk menentukan jenis olahraga yang paling tepat. Jika terjadi masalah dalam kehamilan, mungkin dokter akan melarang Anda untuk berolahraga.

3. Minum air yang cukup

Hamil kembar dikaitkan dengan keluhan mual yang lebih berat. Jika Anda sering muntah akibat mual berlebih, Anda berisiko mengalami dehidrasi. Pastikan Anda minum air dalam jumlah yang cukup untuk mencegah dehidrasi.

4. Memeriksa kehamilan lebih sering

Mengingat risiko gangguan kehamilan lebih besar pada hamil kembar, sebaiknya Anda lebih sering memeriksakan diri ke dokter kandungan untuk mengantisipasi dan melakukan penanganan dini bila ada gangguan yang terdeteksi. Anda mungkin juga dirujuk ke ahli fetomaternal untuk diperiksa USG dengan lebih detail.

5. Lebih banyak istirahat

Dalam kondisi hamil kembar yang disertai komplikasi, Anda mungkin disarankan untuk beristirahat total, baik di rumah sakit maupun di rumah. Istirahat memang tidak terbukti dapat mencegah kelahiran prematur, namun mengurangi aktivitas pada hamil kembar bisa membawa manfaat bagi ibu.

Standford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=complications-of-multiple-pregnancy-85-P08021
Diakses pada Mei 2019

The American College of Obstetricians and Gynecologists. https://www.acog.org/Patients/FAQs/Multiple-Pregnancy?IsMobileSet=false
Diakses pada Mei 2019

Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/staying-healthy-during-pregnancy/multiple-pregnancy
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed