logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

5 Tanda-tanda Mengalami Kurang Nutrisi pada Kesehatan Tubuh

open-summary

Kurang nutrisi bisa disebabkan oleh tidak terpenuhinya asupan kebutuhan sehari-hari dari makanan. Kenali tanda tubuh yang kekurangan nutrisi di sini.


close-summary

28 Jul 2022

| Aby Rachman

Kurang nutrisi

Suplemen bisa mencegah kekurangan nutrisi

Table of Content

  • 1. Kekurangan zat besi
  • 2. Kekurangan yodium
  • 3. Kekurangan vitamin D
  • 4. Kekurangan vitamin B12
  • 5. Kekurangan Kalsium
  • 6. Kekurangan vitamin A
  • 7. Kekurangan magnesium

Tubuh manusia membutuhkan asupan nutrisi harian agar selalu sehat dan bertenaga. Nutrisi ini tidak bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh sehingga kita harus menjaga pola makan atau diet sehat dan seimbang untuk mendapatkannya.

Advertisement

Jika nutrisi tidak dapat dipenuhi, tubuh akan menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi yang dapat mengganggu kesehatan tubuh. Berikut ini tanda-tanda kekurangan nutrisi yang umum dijumpai di tengah masyarakat.

1. Kekurangan zat besi

Zat besi adalah komponen utama sel darah merah yang mengikat hemoglobin dan oksigen ke seluruh tubuh. Sayangnya, hampir 25% penduduk di bumi masih kekurangan zat besi. Jumlahnya meningkat pada 47% anak-anak usia prasekolah.

Konsekuensi paling umum dari kekurangan nutrisi zat besi adalah anemia. Kondisi membuat jumlah sel darah merah menurun sehingga tidak bisa membawa oksigen ke seluruh tubuh. Gejala kekurangan zat besi meliputi mudah letih, lemah, lesu, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan fungsi otak.

Untuk mengatasi kekurangan zat besi, Anda bisa mengonsumsi jenis makanan di bawah ini:

  • Daging merah
  • Jeroan
  • Makanan laut
  • Sarden kalengan

2. Kekurangan yodium

Yodium merupakan mineral penting untuk mendukung fungsi tiroid dan hormon pertumbuhan. Tanpanya, tubuh tidak mampu mengatur tingkat metabolisme, seperti pertumbuhan badan, perkembangan otak, dan pemeliharaan tulang.

Kondisi kekurangan nutrisi berupa yodium masih umum dijumpai di seluruh dunia. Kondisi ini bahkan mempengaruhi hampir sepertiga populasi di dunia, sebuah kondisi yang cukup memprihatinkan.

Gejala kekurangan nutrisi yodium adalah munculnya gondok atau pembesaran kelenjar tiroid, dan sesak napas. Dampak pada anak-anak bahkan dapat menyebabkan keterbelakangan mental.

Anda dapat mengantisipasi kekurangan nutrisi yodium dengan menambahkan garam meja atau garam dapur secukupnya ke dalam makanan. Selain itu, coba konsumsi makanan di bawah ini:

  • Rumput laut
  • Ikan
  • Produk turunan susu
  • Telur

3. Kekurangan vitamin D

Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sebuah gen. Hampir setiap sel di dalam tubuh memiliki reseptor untuk vitamin D.

Kekurangan nutrisi vitamin D bisa menyebabkan kelemahan otot, tulang keropos, hingga risiko patah tulang. Pada anak-anak, kekurangan vitamin D bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan dan memicu penyakit tulang lunak (rickets).

Untuk mengatasi kekurangan vitamin D, Anda bisa mengonsumsi makanan-makanan di bawah ini:

  • Minyak ikan cod
  • Ikan berlemak
  • Kuning telur

4. Kekurangan vitamin B12

Dikenal dengan sebutan cobalamin, vitamin B12 merupakan jenis vitamin yang mudah larut di dalam air. Vitamin B12 memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung pembentukan darah dan mendukung fungsi otak serta saraf.

Meski sangat penting, sayangnya tubuh tidak bisa menghasilkan B12 sendiri. Sehingga, kita harus mendapatkannya dari makanan atau suplemen. Kekurangan nutrisi vitamin B12 bisa diantisipasi dengan suntikan vitamin B12 atau suplemen vitamin B12 dosis tinggi.

Tanda-tanda umum kekurangan nutrisi vitamin B12 adalah munculnya anemia megaloblastik. Gangguan ini merupakan kelainan darah yang memperbesar sel-sel darah merah. Gejala umum lainnya adalah gangguan fungsi otak dan peningkatan kadar homosistein pemicu penyakit jantung.

Berikut makanan yang bisa mencukupi asupan vitamin B12:

  • Makanan laut
  • Jeroan
  • Daging
  • Telur
  • Susu

5. Kekurangan Kalsium

Kalsium sangat penting untuk pemeliharaan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium berperan sebagai molekul pemberi sinyal ke seluruh tubuh. Tanpa kalsium yang cukup, mustahil bagi otot, saraf, dan jantung untuk berfungsi optimal.

Jika kekurangan kalsium, tubuh akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Inilah penyebab penyakit osteoporosis dapat terjadi. Penyakit ini ditandai dengan tulang rapuh dan nyeri. Kekurangan nutrisi kalsium yang serius bisa menyebabkan penyakit tulang lunak atau rickets pada anak-anak, serta osteoporosis pada orang lanjut usia.

Salah satu cara untuk memenuhi asupan kalsium harian adalah mengonsumsi susu atau produk turunannya. Anda juga bisa mengonsumsi sayuran berwarna hijau gelap, seperti bayam, brokoli, dan pakcoy yang mengandung kalsium tinggi.

6. Kekurangan vitamin A

Vitamin A berperan untuk menjaga kesehatan kulit, tulang, gigi, hingga membran sel. Selain itu, vitamin A juga berfungsi untuk memproduksi pigmen mata yang berpengaruh terhadap penglihatan.

Itu sebabnya, kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kerusakan mata sementara hingga permanen. Bahkan, dalam kasus yang lebih parah dapat menyebabkan kebutaan. 

Sebuah studi juga menyebutkan bahwa kekurangan vitamin A bisa menurunkan fungsi imun dalam tubuh. Hal ini bisa menyebabkan tingginya angka kematian pada anak-anak dan ibu hamil.

Vitamin yang satu ini bisa dijumpai dalam banyak makanan, baik dari hewan maupun dari tumbuhan. Makanan berbahan dasar daging, ikan, unggas, dan susu merupakan sumber vitamin A yang bisa bantu mencukupi kebutuhan harian. Anda pun bisa mendapatkan vitamin A dari berbagai sayur dan buah-buahan.

Selain itu, ada juga nutrisi beta karoten atau pro-vitamin A. Ini adalah senyawa awal pembentuk vitamin A. Anda bisa mendapatkannya pada wortel, bayam, brokoli, dan ubi jalar.

7. Kekurangan magnesium

Magnesium merupakan salah satu mineral penting dalam tubuh dan harus terpenuhi setiap hari. Nutrisi ini digunakan tubuh untuk membentuk struktur tulang dan gigi. Selain itu, magnesium berperan dalam 300 reaksi enzim dalam tubuh.

Kurang nutrisi magnesium akan membuat gangguan kesehatan dan peningkatan risiko penyakit berbahaya. Sebut saja diabetes tipe 2, gangguan metabolisme tubuh, gangguan jantung, hingga osteoporosis.

Gejala kekurangan magnesium bisa terlihat dari irama jantung tidak normal, kram otot, kelelahan, migrain, dan sindrom kaki gelisah.

Kekurangan ini bisa disebabkan oleh banyak faktor. Bisa jadi tubuh memang mengalami gangguan penyakit sehingga berkurangnya kadar magnesium dalam tubuh. Di samping itu, penggunaan obat-obatan juga bisa jadi penyebabnya.

Untuk mencukupi asupan magnesium, Anda bisa mengonsumsi beberapa makanan di bawah ini:

  • Gandum utuh
  • Kacang-kacangan
  • Dark chocolate
  • Sayuran hijau

Baca juga: Rekomendasi Jus Cranberry yang Menyegarkan dan Bernutrisi

Tetap perhatikan asupan gizi harian supaya bisa mencegah kurang gizi dan nutrisi. Jika dibutuhkan, tambahkan suplemen makanan atau vitamin. Namun, ada baiknya Anda berkonsultasi dulu dengan dokter terkait kebutuhan nutrisi tambahan ini.

Advertisement

nutrisi

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved