5 Tanda-tanda Kekurangan Nutrisi yang Sering Dijumpai

Tanda-tanda kekurangan nutrisi biasanya berupa munculnya gangguan-gangguan kesehatan
Asupan nutrisi harian dapat dipenuhi dengan mengonsumsi suplemen tambahan

Tubuh manusia membutuhkan asupan nutrisi harian agar selalu sehat dan bertenaga. Nutrisi ini tidak bisa dihasilkan sendiri oleh tubuh, sehingga kita harus menjaga pola makan atau diet sehat dan seimbang untuk mendapatkannya.

Jika nutrisi tidak dapat dipenuhi, maka tubuh akan menunjukkan tanda-tanda kekurangan nutrisi yang dapat menganggu kesehatan tubuh. Berikut adalah lima tanda-tanda kekurangan nutrisi yang umum dijumpai di tengah masyarakat.

1. Kekurangan Zat Besi

Zat besi adalah komponen utama sel darah merah yang mengikat hemoglobin dan oksigen ke seluruh tubuh. Sayangnya, hampir 25% penduduk di bumi masih kekurangan zat besi. Jumlahnya meningkat pada 47% anak-anak usia prasekolah.

Konsekuensi paling umum dari kekurangan nutrisi zat besi adalah anemia. Jumlah sel darah merah menurun, sehingga tidak bisa membawa oksigen ke seluruh tubuh.

Gejala kekurangan zat besi meliputi mudah letih, lemah, lesu, gangguan sistem kekebalan tubuh, dan fungsi otak.

2. Kekurangan Yodium

Yodium merupakan mineral penting untuk mendukung fungsi tiroid dan hormon pertumbuhan. Tanpanya, tubuh tidak mampu mengatur tingkat metabolisme, seperti pertumbuhan badan, perkembangan otak, dan pemeliharaan tulang.

Kondisi kekurangan nutrisi berupa yodium masih umum dijumpai di seluruh dunia. Kondisi ini bahkan memengaruhi hampir sepertiga populasi di dunia, sebuah kondisi yang cukup memprihatinkan.

Gejala kekurangan nutrisi yodium adalah munculnya gondok atau pembesaran kelenjar tiroid, dan sesak napas. Dampak pada anak-anak bahkan dapat menyebabkan keterbelakangan mental.

Anda dapat mengantisipasi kekurangan nutrisi yodium dengan menambahkan garam meja atau garam dapur secukupnya ke dalam makanan. 

3. Kekurangan Vitamin D

Vitamin D dibutuhkan tubuh untuk mengaktifkan atau menonaktifkan sebuah gen. Hampir setiap sel di dalam tubuh memiliki reseptor untuk vitamin D.

Kekurangan nutrisi vitamin D bisa menyebabkan kelemahan otot, tulang keropos, hingga risiko patah tulang.

Sedangkan pada anak-anak, kekurangan vitamin D bisa mengalami keterlambatan pertumbuhan dan memicu penyakit tulang lunak (rickets).

4. Kekurangan Vitamin B12

Dikenal dengan sebutan cobalamin, vitamin B12 merupakan jenis vitamin yang mudah larut di dalam air. Vitamin B12 memiliki peran yang sangat penting untuk mendukung pembentukan darah dan mendukung fungsi otak serta saraf.

Meski sangat penting, sayangnya tubuh tidak bisa menghasilkan B12 sendiri. Sehingga, kita harus mendapatkannya dari makanan atau suplemen. Kekurangan nutrisi vitamin B12 bisa diantisipasi dengan suntikan vitamin B12 atau suplemen vitamin B12 dosis tinggi.

Tanda-tanda umum kekurangan nutrisi vitamin B12 adalah munculnya anemia megaloblastik. Gangguan ini merupakan kelainan darah yang memperbesar sel-sel darah merah. Gejala umum lainnya adalah gangguan fungsi otak dan peningkatan kadar homosistein pemicu penyakit jantung.

5. Kekurangan Kalsium

Kalsium sangat penting untuk pemeliharaan tulang dan gigi. Selain itu, kalsium berperan sebagai molekul pemberi sinyal ke seluruh tubuh. Tanpa kalsium yang mencukupi, mustahil bagi otot, saraf, dan jantung untuk berfungsi optimal.

Jika tubuh kekurangan kalsium, maka ia akan mengambil cadangan kalsium dari tulang. Inilah penyebab penyakit osteoporosis, yang ditandai dengan tulang rapuh dan nyeri, dapat terjadi.

Kekurangan nutrisi kalsium yang serius bisa menyebabkan penyakit tulang lunak atau rickets pada anak-anak, serta osteoporosis pada orang lanjut usia.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/7-common-nutrient-deficiencies

Everyday Health. https://www.everydayhealth.com/hs/guide-to-essential-nutrients/common-nutrient-deficiencies/

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed