5 Manfaat Permen Karet yang Ternyata Penting untuk Tubuh

Menurunkan berat badan menjadi salah satu manfaat permen karet yang baik untuk tubuh Anda.
Salah satu manfaat permen karet adalah menghilangkan rasa stres dan meningkatkan ingatan.

Sejak ribuan tahun lalu, masyarakat dunia telah mengunyah permen karet dari berbagai bahan. Pada awalnya, permen karet terbuat dari getah pohon, seperti cemara atau Manilkara chicle. Namun kini, permen karet sudah banyak "berubah". Apakah benar, manfaat permen karet memang berkhasiat untuk kesehatan fisik dan mental?

Mengulik kebenaran dari manfaat permen karet

Perlu diketahui, permen karet yang Anda sering temui saat ini, kebanyakan terbuat dari karet sintetis. Itulah sebabnya, permen karet didesain hanya untuk dikunyah, bukan ditelan.

Mungkin Anda bertanya-tanya, “Apa benar manfaat permen karet benar-benar ada?” Beberapa hal di bawah ini, bisa menjadi bukti bahwa manfaat permen karet, memang benar adanya.

1. Menghilangkan stres dan meningkatkan ingatan

Beberapa studi menunjukkan, mengunyah permen karet saat mengerjakan sesuatu, bisa meningkatkan sebagian aspek pada otak Anda, seperti ingatan, kemampuan dalam pemahaman dan pengambilan keputusan.
Dalam sebuah studi, seorang responden yang mengunyah permen karet saat menjalani ujian, menunjukkan hasil yang lebih baik sebanyak 24%, dalam ujian memori jangka pendek, dan 36% dalam tes memori jangka panjang.

Para peneliti memiliki teori bahwa mengunyah permen karet bisa meningkatkan aliran darah ke otak. Itulah sebabnya, kemampuan otak dalam meningkatkan ingatan, jadi lebih baik.

Selain itu, manfaat permen karet lainnya adalah untuk menghilangkan stres pada pelajar. Sebab, ketika seseorang mengunyah permen karet, kadar hormon kortisol yang berkontribusi memicu stres, mengalami penurunan.

2. Menurunkan berat badan

Mengunyah permen karet, dipercaya bisa membantu Anda mengurangi asupan kalori yang masuk ke dalam perut. Selain itu, permen karet juga bisa menjadi “sinyal”, bahwa Anda tidak perlu makan lagi. Sebab, permen karet dapat menekan rasa lapar, dan membantu Anda mengurangi asupan makanan.

Sebuah studi menunjukkan, responden yang mengunyah permen karet, bisa mengurangi asupan kalorinya sampai 67%, saat makan siang.

3. Memperlancar buang air besar

Penelitian membuktikan, mengunyah permen karet terbukti merangsang gerakan usus, dengan meningkatkan produksi cairan di lambung, tanpa harus mengonsumsi makanan. Hasilnya, buang air besar pun jadi lancar. Hal ini juga berlaku untuk memperlancar buang air besar pada ibu yang baru menjalani operasi Caesar.

Setelah operasi Caesar, pergerakan usus masih dipengaruhi obat bius. Oleh karena itu, mengunyah permen karet bisa membantu meningkatkan kontraksi usus. Dengan demikian, ibu yang baru melalui operasi Caesar, bisa terhindar dari sembelit.

4. Memproteksi gigi dan menghilangkan bau mulut

Mengunyah permen karet tanpa gula, bisa memproteksi gigi Anda dari gigi berlubang. Namun, manfaat permen karet ini hanya bisa dirasakan, jika permen karet yang dikunyah, tidak mengandung gula.

Sebab, kandungan gula pada permen karet, bisa “memberi makan” bakteri jahat pada gigi. Oleh karena itu, Anda disarankan untuk mengunyah permen karet tanpa gula, jika ingin merasakan manfaat permen karet untuk gigi.

Studi menemukan, permen karet yang mengandung xylitol (gula alkohol), lebih mampu mencegah perkembangan bakteri penyebab kerusakan gigi serta bau mulut. Bahkan, sekitar 75% bakteri dalam mulut Anda, bisa dihilangkan, dengan mengunyah permen karet yang mengandung xylitol.

Mengunyah permen karet setelah makan juga bisa meningkatkan aliran air liur, sehingga gula dan sisa makanan dalam mulut, bisa dihilangkan.

5. Menghilangkan sakit pada telinga

Pernahkah Anda merasa jengkel dengan sakit telinga yang muncul saat naik pesawat? Tenang saja, Anda bisa menghilangkannya dengan mengunyah permen karet.

Pergerakan rahang dan produksi saliva, yang bisa didapatkan dengan mengunyah permen karet, mampu meredakan tekanan yang terjadi di telinga.

Risiko permen karet yang harus Anda perhatikan

Walau manfaat permen karet dianggap sangat penting bagi kesehatan fisik dan mental, Anda juga harus memperhatikan beberapa risiko yang bisa muncul, dengan mengonsumsi permen karet terlalu banyak.

  • Gula alkohol (xylitol) yang digunakan sebagai bahan pemanis permen karet, memiliki efek pencahar, jika digunakan dalam porsi besar. Hal ini bisa menyebabkan diare dan gangguan pencernaan. Penderita sindrom iritasi usus besar juga dilarang mengonsumsinya, karena dapat menimbulkan masalah pencernaan.
  • Mengunyah permen karet yang mengandung pemanis buatan, berdampak tidak baik bagi gigi. Sebab, gula itu akan menjadi makanan favorit dari bakteri yang ada dalam mulut Anda. Mengonsumsi gula terlalu banyak juga sering dikaitkan dengan obesitas dan diabetes.
  • Mengunyah permen karet terlalu sering, bisa membawa masalah untuk rahang. Penyakit ini disebut gangguan temporomandibular, yang bisa menimbulkan rasa sakit saat mengunyah.
  • Selain menimbulkan gangguan temporomandibular, mengunyah permen karet juga berisiko menyebabkan kepala pusing dan migrain.

Keempat risiko di atas adalah hal yang harus Anda konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter. Dengan demikian, dokter bisa melakukan pemeriksaan terhadap kondisi medis di dalam tubuh Anda, yang bisa terdampak buruk dari kebiasaan mengunyah permen karet.

Catatan dari SehatQ

Selain berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya Anda juga melihat bahan-bahan pembuatan permen karet yang Anda akan konsumsi. Sebab, ada bahan yang ternyata bisa merugikan Anda, tanpa disadari.

Selain itu, ada baiknya Anda tidak mengonsumsi permen karet secara berlebihan. Apapun yang dimakan secara berlebihan, berpotensi memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/chewing-gum-good-or-bad

Diakses pada 6 Desember 2019

 

The Healthy. https://www.thehealthy.com/aging/mind-memory/benefits-of-chewing-gum/

Diakses pada 6 Desember 2019

 

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/25850885

Diakses pada 6 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed