Berbagai Jenis Gangguan Mental pada Anak yang Harus Diwaspadai

Jenis gangguan mental pada anak beragam, tergantung pada gejala gangguan mental pada anak
Gangguan mental pada anak memiliki beragam jenis

Mengidentifikasi gangguan mental pada anak adalah hal yang sulit dilakukan. Anak-anak memiliki perbedaan yang besar dibandingkan dengan orang dewasa, karena mereka akan mengalami perubahan fisik, mental, dan emosional selama tumbuh kembangnya. Anak-anak juga biasanya belajar beradaptasi, serta mengatasi masalah dengan orang lain di sekitarnya.

Setiap anak juga beranjak dewasa pada waktunya sendiri, dan apa yang dianggap "normal" pada anak-anak masuk dalam batasan yang luas dari perilaku dan kemampuan mereka.

Oleh karena itu, diagnosis apa pun mengenai gangguan mental harus mempertimbangkan seberapa baik anak berfungsi di rumah, dalam keluarga, di sekolah, dan dengan teman-teman sebayanya, serta juga mempertimbangkan usia dan gejala anak.

Jenis Gangguan Mental pada Anak

Ada beberapa tipe berbeda dari gangguan mental yang dapat memengaruhi anak dan remaja, di antaranya adalah:

1. Gangguan Kecemasan

Salah satu jenis gangguan mental pada anak adalah gangguan kecemasan. Anak-anak dengan gangguan kecemasan akan merespons hal atau situasi tertentu dengan ketakutan, juga menunjukkan tanda-tanda fisik dari kecemasan, seperti detak jantung cepat dan berkeringat.

2. Attention-deficit/hyperactivity disorder (ADHD)

Anak-anak dengan ADHD umumnya memiliki masalah dalam berkonsentrasi atau memerhatikan sesuatu, tidak bisa mengikuti arahan, dan mudah bosan atau frustrasi dengan tugas-tugas yang diberikan. Mereka juga cenderung untuk selalu bergerak dan impulsif (tidak berpikir sebelum bertindak).

3. Gangguan Perilaku Disruptif

Anak dengan gangguan mental ini memiliki kecenderungan untuk melanggar aturan dan seringkali disruptif (mengganggu atau mengacaukan) dalam lingkungan yang terstruktur, seperti sekolah.

4. Gangguan Perkembangan Pervasif

Anak-anak dengan gangguan ini mengalami kebingungan dalam pikiran mereka dan umumnya memiliki masalah untuk memahami dunia di sekeliling mereka.

5. Gangguan Makan

Jenis gangguan mental pada anak ini melibatkan emosi dan sikap yang intens. Perilakunya tidak biasa saat berhubungan dengan kegiatan makan. Anak dengan gangguan makan juga cenderung memiliki masalah berat badan.

6. Gangguan Eliminasi

Gangguan eliminasi merupakan gangguan yang memengaruhi perilaku anak-anak dalam hal penggunaan kamar mandi. Enuresis, atau mengompol, merupakan salah satu gangguan eliminasi yang paling umum.

7. Gangguan Belajar dan Komunikasi

Anak-anak dengan gangguan belajar dan komunikasi memiliki masalah dalam menyimpan dan memproses informasi, serta memiliki masalah dalam menyampaikan pikiran dan ide mereka.

8. Gangguan Afektif (Mood)

Gangguan afektif melibatkan perasaan sedih dan/atau perubahan mood secara cepat yang terus menerus terjadi, termasuk juga depresi dan gangguan bipolar.

Diagnosis terbaru mengenai gangguan ini disebut sebagai gangguan disregulasi mood disruptif, sebuah kondisi masa kecil dan remaja yang melibatkan perasaan mudah marah yang terjadi terus-menerus atau kronis, serta seringkali menimbulkan ledakan kemarahan.

9. Skizofrenia

Gangguan skizofrenia melibatkan pikiran dan persepsi yang terdistorsi. Anak-anak yang mengalami skizofrenia tidak bisa membedakan sesuatu yang nyata atau tidak. Kemunculan gejala skizofrenia sebelum usia 12 tahun sangat langka.

10. Gangguan Tic

Gangguan Tic menyebabkan seseorang melakukan suatu gerakan atau suara secara tiba-tiba, berulang, tidak disengaja, dan seringkali tanpa tujuan.

 

Gejala Gangguan Mental pada Anak

Gejala gangguan mental pada anak bentuknya berbeda-beda, tergantung pada jenis gangguan mental yang dialami. Namun, beberapa gejala yang umumnya terjadi, antara lain:

  1. Ketidakmampuan untuk menghadapi masalah dalam kegiatan sehari-hari
  2. Perubahaan kebiasaan tidur atau makan
  3. Adanya keluhan penyakit fisik yang berlebihan
  4. Menentang peraturan, bolos sekolah, mencuri, atau merusak barang
  5. Memiliki ketakutan yang kuat untuk menambah berat badan
  6. Pemikiran negatif jangka panjang
  7. Ledakan amarah yang sering terjadi tanpa sebab
  8. Penurunan prestasi di sekolah seperti menurunnya nilai
  9. Kehilangan minat untuk bermain dengan teman-temannya atau kegiatan yang biasa dilakukan
  10. Lebih sering menghabiskan waktu sendiri
  11. Cemas yang berlebihan
  12. Hiperaktif
  13. Mimpi buruk terus-menerus
  14. Perilaku yang agresif dan sulit diatur
  15. Berhalusinasi

Hingga saat ini, belum ada penyebab gangguan mental pada anak yang pasti. Namun, beberapa penelitian mengindikasikan bahwa adanya kombinasi antara faktor biologis, keturunan, trauma, dan stres bisa menjadi penyebabnya.

WebMD. https://www.webmd.com/mental-health/mental-illness-children

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/mental-illness-in-children/art-20046577

Mental Health America. http://www.mentalhealthamerica.net/conditions/psychosis-schizophrenia-children-and-youth

Diakses pada Oktober 2018

Artikel Terkait

Banner Telemed