Pernah Diderita Ashanty, Ini 5 Faktor Risiko yang Sebabkan Penyakit Meningitis

Jika ada gejala penyakit meningitis pada tubuh Anda, segera ke rumah sakit untuk melakukan perawatan.
Penyakit meningitis bisa berdampak fatal jika tidak diobati dengan benar.

Setelah membeberkan kepada publik kalau dirinya mengidap penyakit autoimun, kini penyanyi sekaligus selebritas Ashanty kembali mengabarkan berita tentang kesehatannya.

Istri Anang Hermansyah itu mengaku sempat menderita penyakit meningitis. Ia bahkan pernah drop karena divonis mengidap penyakit meningitis.

Karena tidak percaya diri setelah “terserang” penyakit meningitis, Ashanty sempat meminta Anang untuk meninggalkannya. Ia tidak mau, sifat "penyakitan" miliknya, menyusahkan suami tercinta.

Sebenarnya, apa saja faktor risiko yang mengakibatkan penyakit meningitis?

Faktor risiko penyebab penyakit meningitis

Meningitis ialah peradangan yang terjadi pada selaput otak (meninges). Kondisi ini bisa terjadi ketika cairan di sekitar selaput otak terinfeksi.

Penyebab paling umum penyakit meningitis ialah infeksi virus dan bakteri. Kanker, iritasi bahan kimia, jamur hingga alergi obat,s juga bisa menyebabkan penyakit meningitis.

Beberapa gejala seperti demam, sakit kepala tak berujung, merasa kebingungan, muntah-muntah, sampai leher terasa kaku bisa jadi dikarenakan penyakit meningitis.

Waspadalah, sebab beberapa virus atau bakteri meningitis bisa ditularkan lewat batuk atau bersin. Berikut ini beberapa faktor risiko penyebab penyakit meningitis yang harus Anda antisipasi.

  • Kekebalan tubuh yang lemah

Orang-orang dengan defisiensi kekebalan tubuh sangat rentan terhadap penyakit dan infeksi yang bisa menyebabkan meningitis. Beberapa penyakit hingga perawatan tertentu, bisa membuat sistem kekebalan tubuh seseorang menjadi lemah, seperti:

- HIV/AIDS
- Penyakit autoimun
- Kemoterapi
- Transplantasi organ atau sumsum tulang

Meningitis kriptokokus, yang disebabkan oleh jamur, ialah bentuk umum meningitis yang sering ditemukan pada orang-orang pengidap HIV.

  • Hidup bermasyarakat

Penyakit meningitis akan lebih mudah tersebar ketika orang-orang tinggal dengan jarak berdekatan. Berada di ruang yang sempit dan kecil, meningkatkan risiko paparan penyakit meningitis, termasuk di tempat-tempat ini.

- Asrama perguruan tinggi
- Barak
- Pusat penitipan anak
- Boarding school

Untuk mengantisipasi penyakit meningitis, ada baiknya Anda ketahui penyebab-penyebab umum dari penyebaran penyakit tersebut, ketika tinggal dengan jarang berdekatan dengan banyak orang.

  • Kehamilan

Ibu hamil memiliki risiko terinfeksi listeriosis, sebuah infeksi yang disebabkan oleh bakteri Listeria. Bakteri listeria adalah bakteri yang juga dapat menyebabkan meningitis.

  • Umur

Penyakit meningitis memang tidak “memilih” korbannya, karena setiap usia berisiko terhadap penyakit meningitis. Bagaimanapun juga, ada beberapa golongan usia yang lebih rentan terhadap penyakit ini. Anak kecil di bawah usia 5 tahun berisiko mengidap virus meningitis. Selain itu, bayi juga lebih berisiko terserang bakteri meningitis.

  • Bekerja dengan hewan

Orang yang bekerja dengan hewan atau peternak, lebih rentan terhadap infeksi bakteri Listeria, yang bisa menyebabkan penyakit meningitis.

Bagaimana penyakit meningitis bisa diobati?

Cara mengobati penyakit meningitis dilakukan berbeda-beda, tergantung dari jenis meningitis yang diidap.
Meningitis bakteri membutuhkan rawat inap segera di rumah sakit. Diagnosis dan perawatan dini bisa mencegah kerusakan otak dan bahkan kematian.

Meningitis bakteri diobati dengan antibiotik intravena. Tidak ada antibiotik khusus untuk meningitis bakteri. Semuanya tergantung pada bakteri penyebabnya.

Sementara itu, jenis meningitis jamur diobati dengan antijamur. Kemudian, ada meningitis parasite. Pada jenis ini, yang bisa diobati hanya gejalanya saja. Namun pada beberapa kasus, infeksinya pun dapat langsung ditangani.

Tergantung penyebabnya, jenis meningitis parasit bisa diobati tanpa antibiotik. Akan tetapi, jika kondisinya memburuk, dokter akan langsung menanganinya.

Terakhir, ada meningitis virus, yang disebut bisa sembuh dengan sendirinya. Akan tetapi, terdapat beberapa penyebab meningitis virus yang harus diobati dengan antivirus intravena.

Siapa saja yang rentan terhadap penyakit meningitis?

Seperti yang sudah dijelaskan, penyakit meningitis dapat menyerang setiap orang dan tak mengenal usia. Namun, tetap ada beberapa orang yang sangat rentan terhadap penyakit meningitis. Siapa saja mereka?

- Remaja dan dewasa
- Bayi yang berusia di bawah 1 tahun
- Orang yang tinggal di tempat ramai seperti barak militer atau asrama kampus
- Orang-orang yang bepergian ke “sarang” penyakit meningitis, seperti beberapa wilayah di Benua Afrika
- Petugas laboratorium yang secara rutin terpapar bakteri meningokokus

Ada baiknya, Anda langsung segera kedokter jika ada anggota keluarga atau kolega di tempat kerja yang mengidap meningitis. Mungkin, Anda bisa menjalani pengobatan untuk terhindar dari penyebaran penyakit meningitis.

[[artikel-terkait]]

Catatan dari SehatQ

Penyakit meningitis bukanlah penyakit yang bisa disepelekan. Jika tidak dirawat dengan baik, hal-hal mengerikan bisa terjadi pada Anda. Segera kunjungi rumah sakit jika gejala-gejala penyakit meningitis sudah dirasakan. Dokter biasanya akan melakukan tes untuk mendiagnosis kemungkinan virus atau bakteri meningitis, mengalir dalam aliran darah.

Kompas. https://entertainment.kompas.com/read/2019/10/13/093100410/saat-divonis-meningitis-ashanty-minta-anang-tinggalkan-dirinya?page=all

Diakses pada 14 Oktober 2019

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/meningitis

Diakses pada 14 Oktober 2019

 

National Meningitis Association. https://www.nmaus.org/disease-prevention-information/who-is-at-risk/

Diakses pada 14 Oktober 2019

 

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/meningitis/symptoms-causes/syc-20350508

Diakses pada 14 Oktober 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed