logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

Inilah Faktor Penyebab Bayi Kuning yang Harus Anda Waspadai

10 Jun 2019

| Giovanni Jessica

Ditinjau oleh dr. Widiastuti

Penyebab bayi kuning adalah adanya peningkatan kadar bilirubin dalam tubuh

penyebab bayi kuning salah satunya adalah karena faktor keturunan

Table of Content

  • Faktor penyebab bayi kuning
  • Penyakit kuning pada bayi dengan eritroblastosis fetalis

Dalam waktu 2-3 hari setelah lahir, bayi akan menjadi kuning akibat bilirubin yang meningkat. Kondisi ini biasanya menghilang dalam waktu kurang dari 2 minggu. Akan tetapi, bila kadar bilirubin terlalu tinggi dan tidak diatasi maka dapat menyebabkan kondisi kernikterus, yang juga disebut sebagai ensefalopati bilirubin.

Advertisement

Kernikterus adalah kondisi di mana kadar bilirubin dalam darah sangat tinggi dan menumpuk dalam otak. Bilirubin yang tinggi menyebabkan kerusakan otak yang tidak dapat diperbaiki dengan tindakan apa pun.

Faktor penyebab bayi kuning

penyebab kuning pada bayi disebabkan oleh peningkatan kadar bilirubin dalam darah. Bilirubin merupakan zat yang dihasilkan dari pemecahan heme, yaitu salah satu komponen dalam sel darah merah.

Ketika bayi lahir, umumnya akan terjadi pemecahan sel darah merah. Hal ini merupakan salah satu adaptasi yang dilakukan oleh bayi. Karena jumlah sel darah merah yang lebih banyak dan masa hidupnya yang lebih pendek, bayi baru lahir memproduksi bilirubin dalam jumlah dua kali lipat dari orang dewasa. Kondisi inilah yang menjadi penyebab bayi kuning.

Peningkatan produksi atau penurunan pembuangan bilirubin bisa meningkatkan risiko bayi mengalami peningkatan kadar bilirubin yang ekstrem sehingga menyebabkan kernikterus.

Adapun faktor yang mengakibatkan peningkatan kadar bilirubin yang menjadi penyebab penyakit kuning pada bayi adalah:

1. Suku, ras, dan jenis kelamin

Penyebab bayi kuning yang pertama adalah suku, ras dan jenis kelamin. Bayi yang keturunan Asia Timur ataupun Mediterania memiliki tingkat produksi bilirubin yang lebih tinggi dibandingkan bayi kulit putih.

Hal yang sama berlaku pada ras kulit gelap dibandingkan kulit putih. Selain itu, jenis kelamin laki-laki diketahui memiliki kadar bilirubin yang lebih tinggi dibandingkan perempuan.

2. Faktor keturunan

Seorang ibu yang pernah melahirkan anak dengan riwayat kuning memiliki kemungkinan lebih besar terjadinya kasus yang sama pada anak berikutnya. Penyebab pasti dari faktor keturunan ibu belum diketahui.

Faktor genetik seseorang diduga memengaruhi peningkatkan kadar enzim beta glukoronidase pada bayi dan ASI yang bisa jadi penyebab bayi kuning. Enzim ini berperan dalam usus dengan mengubah struktur bilirubin sehingga bilirubin yang seharusnya dibuang kembali diserap dalam tubuh.

Baca Juga

  • Kenali Ciri-ciri Bayi Kuning yang Berbahaya (Kernikterus) Sebelum Terlambat
  • Meski Dianggap Normal, Ikterus Neonatorum juga Bisa Membahayakan Bayi
  • Waspada, Bilirubin Tinggi pada Bayi Bisa Menyebabkan Komplikasi Berbahaya Ini

3. Polisitemia

Polisitemia adalah kondisi di mana jumlah sel darah merah lebih banyak dibandingkan normal. Kondisi-kondisi seperti perokok, penyakit pada ibu saat hamil, kurangnya plasenta, dan ibu hamil yang tinggal di dataran tinggi bisa menyebabkan kondisi polisitemia saat bayi lahir.

Dalam kondisi ini, kadar bilirubin darah akan mengalami peningkatan akibat semakin banyak sel darah merah yang dipecah oleh tubuh.

4. Hemolisis (Pecahnya sel darah)

Perbedaan golongan darah antara ibu dan bayi yang dikandungnya bisa menyebabkan reaksi imunitas tubuh, yang disebut dengan kondisi eritroblastosis fetalis. Kondisi ini terjadi ketika ada inkompatibilitas rhesus, yaitu ibu memiliki darah dengan rhesus negatif dan janin memiliki rhesus positif.

Perbedaan golongan darah ini dapat menyebabkan tubuh ibu menganggap bahwa ada benda asing yang perlu diserang, dan kemudian membentuk antibodi sebagai perlawanan. Antibodi dapat melewati plasenta dan menyerang sel darah merah janin sehingga terjadi pemecahan sel darah berlebih. 

Kelainan pada bentuk sel darah merah juga membuat bayi rentan mengalami hemolisis sehingga menyebabkan bayi kuning. Salah satu contohnya pada anak dengan thalasemia atau kekurangan enzim glukosa 6-fosfat dehidrogenase.

5. Bayi prematur

Bayi yang lahir kurang bulan atau prematur lebih rentan untuk mengalami kuning. Hal ini dikarenakan protein albumin dalam darah memiliki daya tarik (afinitas) yang kurang terhadap bilirubin. Padahal, protein albumin berperan penting dalam mengikat bilirubin agar tidak masuk ke dalam otak.

Penurunan kemampuan protein albumin menyebabkan kadar bilirubin bebas dalam darah lebih tinggi. Bilirubin bebas rentan masuk ke dalam otak dan menyebabkan terjadinya kernikterus.

Selain kelima hal di atas, trauma saat lahir, galaktosemia, gangguan pada hati, dan sepsis juga dapat menyebabkan bayi kuning dan berisiko mengalami kernikterus.

6. Asupan ASI kurang jadi penyebab bayi kuning

Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), penyebab bayi kuning setelah lahir dapat dikarenakan bayi kurang asupan ASI. Ikterus atau bayi kuning akibat ASI disebabkan oleh peningkatan bilirubin indirek. Ada dua jenis ikterus neonatorum yang berhubungan dengan pemberian ASI yaitu:

  • Bayi kuning yang timbul dini (hari kedua atau ketiga) dan disebabkan oleh asupan makanan yang kurang karena produksi ASI masih kurang di hari pertama
  • Bayi kuning yang timbul pada akhir minggu pertama, disebabkan oleh zat yang ada dalam ASI

Kondisi ini bisa terjadi karena saat asupan bayi kurang, bayi kekurangan makanan yang menyebabkan bilirubin direk yang sudah mencapai usus tidak terikat oleh makanan dan tidak dikeluarkan melalui anus bersama makanan. Dalam usus, bilirubin direk ini akan diubah menjadi bilirubin indirek yang akan diserap kembali dalam darah. 

Penyakit kuning pada bayi dengan eritroblastosis fetalis

Penyebab utama eritroblastosis fetalis adalah inkompatibilitas rhesus antara ibu dan janinnya. Rhesus adalah protein yang terdapat pada sel darah merah. Apabila seseorang memiliki protein ini, maka golongan darahnya akan disebut rhesus positif (Rh+). Apabila tidak, maka bergolongan rhesus negatif (Rh-).

Inkompatibilitas rhesus mungkin dapat terjadi pada bayi dari pasangan dimana ibu bergolongan darah rhesus negatif dan ayah bergolongan rhesus positif. Apabila janin mempunyai rhesus positif yaitu berbeda dengan ibunya, maka tubuh ibu akan menganggap antigen Rh pada bayi sebagai benda asing. Sel darah merah ibu akan menyerang sel darah merah janin, sebagai bentuk mekanisme imunitas tubuh. 

Penyebab bayi kuning dengan eritroblastosis fetalis disebabkan oleh pemecahan sel darah merah yang berlebih pada bayi, sehingga kadar bilirubin yang terbentuk pun menjadi tinggi.

Jika Anda ingin berkonsultasi dengan dokter terkait penyebab bayi kuning, Anda bisa  bertanya langsung dengan chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

kernikterus

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved