Faktor-faktor Penularan HIV AIDS yang Perlu Diwaspadai


Penularan HIV AIDS perlu Anda pahami faktor-faktornya. HIV AIDS berpotensi menular melalui kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma, lewat perilaku seksual, dan penggunaan jarum suntik bergantian. 

(0)
02 May 2019|Anita Djie
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Penularan HIV pada bayiPada bayi, penularan HIV dapat terjadi pada saat kehamilan, melahirkan, dan menyusu ASI
HIV AIDS adalah penyakit yang cukup ditakuti oleh masyarakat karena belum ada obat untuk menyembuhkannya. Selain itu, HIV juga ditakuti karena gejalanya yang sulit dideteksi. HIV yang tidak dideteksi secara dini dapat berkembang menjadi AIDS.AIDS merupakan kondisi saat sistem imun sudah terlalu rusak untuk dapat melawan infeksi dan penyakit yang normalnya dapat diatasi dengan mudah pada orang-orang yang sehat. Oleh karena itu, penderita AIDS rentan terhadap infeksi dan penyakit.Kekhawatiran akan HIV AIDS terkadang membuat informasi mengenai penyakit ini semakin simpang siur. Salah satu hal yang paling sering disalahpahami dalam masyarakat adalah cara penularan HIV. HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Perlu dipahami, HIV tidak menular melalui air liur, sentuhan, keringat, ciuman, gigitan nyamuk atau pun bekas toilet. HIV berpotensi menular melalui kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma, lewat perilaku seksual, dan penggunaan jarum suntik bergantian. 

Penularan HIV

Penularan HIV hanya dapat terjadi jika darah, air mani, cairan dari anus, air susu ibu, atau cairan dari vagina penderita HIV masuk ke dalam tubuh orang lain. Masyarakat umumnya mengetahui penularan HIV melalui jarum suntik dan melakukan hubungan seksual, padahal faktor penyebabnya bisa beragamBerikut adalah berbagai penyebab penularan HIV yang bisa Anda alami:

1. Transfusi darah

Penularan HIVAIDS dapat terjadi melalui transfusi darah dari penderita HIV. Namun, risiko penularan HIV melalui transfusi darah sangat kecil karena rumah sakit akan selalu memeriksa darah yang didonorkan terlebih dahulu.

2. Kehamilan, melahirkan, dan menyusui anak

Wanita yang menderita HIV dapat menularkan virus HIV ke bayinya saat janin masih di kandungan maupun saat bayi dilahirkan. Penularan HIV ke bayi juga dapat ditularkan melalui ASI.

3. Seks tanpa kondom

Selain itu, seseorang juga dapat terinfeksi virus HIV saat berhubungan seksual dengan penderita HIV, terutama jika tidak menggunakan kondom. Bila air mani, cairan dari vagina, atau cairan dari anus penderita HIV masuk ke dalam tubuh saat berhubungan seksual, Anda dapat terinfeksi virus HIV.

4. Berbagi jarum suntik

Penularan HIV melalui jarum suntik biasanya terjadi di lingkungan pemakai narkotika. Alat-alat yang digunakan untuk menindik ataupun membuat tato yang tidak disterilkan juga dapat menjadi cara penularan HIV.

5. Bertukar alat seks

Penularan HIV juga dapat terjadi jika seseorang saling berbagi alat-alat yang digunakan saat berhubungan seksual (sex toys). Saat melakukan seks oral, seseorang juga dapat terinfeksi HIV bila terdapat luka di mulutnya.

6. Luka di kulit

Penularan HIV dapat terjadi melalui kontak luka dengan penderita HIV. Jika seseorang memiliki luka di kulitnya dan tersentuh dengan luka penderita HIV, maka orang tersebut dapat terinfeksi virus HIV.

Hal-hal yang tidak dapat menularkan HIV

Perlu diketahui bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan fisik dengan penderita (seperti berjabat tangan, berpelukan, dan sebagainya), berbagi makanan dan minuman, kamar mandi, handuk, ataupun tempat tidur dengan penderita.Virus HIV tidak dapat menular melalui udara, air, ataupun gigitan serangga (seperti nyamuk, dan sebagainya).HIV tidak menular melalui saliva, keringat, maupun air mata penderita, kecuali jika saliva, keringat, dan air mata penderita bercampur dengan darah penderita.Penularan HIV dapat dicegah dengan mengetahui informasi yang benar mengenai virus HIV. Oleh karena itu, berikan edukasi pada orang-orang di sekitar Anda mengenai penularan HIV agar orang-orang yang Anda sayangi dapat terhindar dari infeksi HIV.
hivaidskekebalan tubuhimunitas turun
CDC. https://www.cdc.gov/hiv/risk/condoms.html
Diakses pada 05 April 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/hiv-aids#hiv-transmission
Diakses pada 05 April 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiv-aids/symptoms-causes/syc-20373524
Diakses pada 05 April 2019
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hiv-and-aids/causes/
Diakses pada 05 April 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait