logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Sex & Relationship

Cara Penularan HIV AIDS yang Perlu Diwaspadai

open-summary

Penularan HIV AIDS perlu Anda pahami faktor-faktornya. HIV AIDS berpotensi menular melalui kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma, lewat perilaku seksual, dan penggunaan jarum suntik bergantian. 


close-summary

9 Apr 2019

| Anita Djie

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Penularan HIV pada bayi

Pada bayi, penularan HIV dapat terjadi pada saat kehamilan, melahirkan, dan menyusu ASI

Table of Content

  • Bagaimana cara penularan HIV?
  • Hal-hal yang tidak dapat menularkan HIV

HIV AIDS adalah penyakit yang cukup ditakuti oleh masyarakat karena belum ada obat untuk menyembuhkannya. Selain itu, HIV juga ditakuti karena gejalanya yang sulit dideteksi. HIV yang tidak dideteksi secara dini dapat berkembang menjadi AIDS.

Advertisement

AIDS merupakan kondisi saat sistem imun sudah terlalu rusak untuk dapat melawan infeksi dan penyakit yang normalnya dapat diatasi dengan mudah pada orang-orang yang sehat. Oleh karena itu, penderita AIDS rentan terhadap infeksi dan penyakit.

Kekhawatiran akan HIV AIDS terkadang membuat informasi mengenai penyakit ini semakin simpang siur. Salah satu hal yang paling sering disalahpahami dalam masyarakat adalah cara penularan HIV. 

HIV (human immunodeficiency virus) adalah virus yang menyerang sistem kekebalan tubuh manusia. Perlu dipahami, HIV tidak menular melalui air liur, sentuhan, keringat, ciuman, gigitan nyamuk atau pun bekas toilet. HIV berpotensi menular melalui kontak cairan tubuh seperti darah dan sperma, lewat perilaku seksual, dan penggunaan jarum suntik bergantian. 

Baca Juga

  • Cara Bijak Menghadapi dan Mendampingi Orang yang Terinfeksi HIV
  • 10 Asupan Makanan untuk Pasien Covid-19 yang Menunjang Penyembuhan
  • Mengenal Ruam HIV dan Perbedaannya dari Ruam Lain

Bagaimana cara penularan HIV?

Penularan HIV hanya dapat terjadi jika darah, air mani, cairan dari anus, air susu ibu, atau cairan dari vagina penderita HIV masuk ke dalam tubuh orang lain. Masyarakat umumnya mengetahui penularan HIV melalui jarum suntik dan melakukan hubungan seksual, padahal faktor penyebabnya bisa beragam

Berikut adalah berbagai penyebab penularan HIV yang bisa Anda alami:

1. Transfusi darah

Penularan HIVAIDS dapat terjadi melalui transfusi atau donor darah dari penderita HIV. Namun, risiko penularan HIV melalui transfusi darah sangat kecil karena rumah sakit akan selalu memeriksa darah yang didonorkan terlebih dahulu.

2. Kehamilan, melahirkan, dan menyusui anak

Wanita yang menderita HIV dapat menularkan virus HIV ke bayinya saat janin masih di kandungan maupun saat bayi dilahirkan. Penularan HIV ke bayi juga dapat ditularkan melalui ASI.

3. Seks tanpa kondom

Selain itu, seseorang juga dapat terinfeksi virus HIV saat berhubungan seksual dengan penderita HIV, terutama jika tidak menggunakan kondom. Bila air mani, cairan dari vagina, atau cairan dari anus penderitanya masuk ke dalam tubuh saat berhubungan seksual, hal tersebut berpotensi untuk menularkan HIV.

4. Berbagi jarum suntik

Penularan HIV melalui jarum suntik biasanya terjadi di lingkungan pemakai narkotika. Alat-alat yang digunakan untuk menindik ataupun membuat tato yang tidak disterilkan juga dapat menjadi cara penularan HIV.

5. Bertukar alat seks

Penularan HIV juga dapat terjadi jika seseorang saling berbagi alat-alat yang digunakan saat berhubungan seksual (sex toys). Saat melakukan seks oral, seseorang juga dapat terinfeksi HIV bila terdapat luka di mulutnya.

6. Luka terbuka di kulit

Penularan HIV dapat terjadi melalui kontak luka terbuka dengan penderita HIV. Jika seseorang memiliki luka di kulitnya dan tersentuh dengan luka penderita HIV, maka orang tersebut dapat terinfeksi virus HIV.

Hal-hal yang tidak dapat menularkan HIV

Perlu diketahui bahwa HIV tidak menular melalui sentuhan fisik dengan penderita (seperti berjabat tangan, berpelukan, dan sebagainya), berbagi makanan dan minuman, kamar mandi, handuk, ataupun tempat tidur dengan penderita.

Virus HIV tidak dapat menular melalui udara, air, ataupun gigitan serangga (seperti nyamuk, dan sebagainya).

HIV tidak menular melalui saliva, keringat, maupun air mata penderita, kecuali jika saliva, keringat, dan air mata penderita bercampur dengan darah penderita.

Penularan HIV dapat dicegah dengan mengetahui informasi yang benar mengenai virus HIV. Oleh karena itu, berikan edukasi pada orang-orang di sekitar Anda mengenai penularan HIV agar orang-orang yang Anda sayangi dapat terhindar dari infeksi HIV.

Advertisement

hivaidskekebalan tubuhimunitas turun

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved