Posisi bayi dalam kandungan yang sungsang bisa menyebabkan persalinan macet atau distosia (dystocia)
Posisi bayi dalam kandungan dapat diubah

Persalinan macet atau distosia (dystocia) dapat disebabkan oleh beberapa hal, seperti badan bayi terlalu besar, bayi sungsang, jalan lahir terlalu kecil, atau masalah pada kontraksi. Sungsang terjadi pada 1 dari 25 kehamilan cukup bulan, serta berpotensi menyebabkan komplikasi dalam proses persalinan.

Posisi bayi dalam kandungan akan berubah-ubah selama masa kehamilan dan umumnya akan mempertahankan satu posisi yang sama di usia kehamilan 36 minggu. Posisi yang ideal untuk melahirkan adalah posisi kepala bayi di bawah, dengan sisi belakang kepala bayi mengarah ke depan (ke arah dinding perut ibu). Posisi ini disebut posisi anterior.

Posisi bayi lainnya dalam kandungan yang mungkin terjadi, yaitu posisi kepala di atas (sungsang), posisi melintang, dan posisi kepala di bawah tetapi bagian belakang kepala bayi mengarah ke belakang. Posisi bayi selain posisi anterior berisiko menyebabkan komplikasi dalam persalinan.

[[artikel-terkait]]

Cara mengubah posisi bayi dalam kandungan

Beberapa cara dapat Anda lakukan untuk mengubah posisi bayi dalam kandungan. Meskipun belum ada bukti studi ilmiah mengenai cara apa yang efektif, cara-cara berikut tidak ada salahnya untuk dicoba karena mudah dan aman.

1. Pelvic Tilt

Gerakan ini merupakan usaha untuk memiringkan posisi panggul. Awali dengan berbaring di atas lantai dengan kedua lutut ditekuk dan kaki menapak rata di lantai. Angkat pinggul dan panggul, dengan punggung tetap menempel pada lantai. Anda bisa menahan posisi ini dengan meletakkan bantal secukupnya di bagian pinggang bawah atau bokong. Lakukan selama 10-20 menit sebanyak 3 kali sehari.

2. Inversi

Gravitasi dapat membantu untuk mengubah posisi bayi. Anda dapat mencoba posisi sujud, dan menahannya selama 10-15 menit. Senderkan kepala ke bantal agar posisi lebih nyaman.

Anda juga bisa mencoba posisi merangkak, lalu dengan perlahan mengayun badan Anda ke depan dan ke belakang. Atau, Anda juga dapat menahan posisi tangan tetap diam, lalu putar pinggul Anda secara perlahan.

3. Musik

Bayi di dalam kandungan sudah sensitif terhadap suara dan musik. Mungkin Anda memerhatikan ada suara atau musik yang membuat gerak bayi lebih aktif. Arahkan sumber musik (misalnya speaker kecil atau headphone) ke bagian bawah perut Anda, dengan harapan bayi akan berputar mengikuti sumber suara

4. Suhu

Bayi juga sensitif terhadap suhu. Anda dapat mencoba meletakkan kompres dingin di perut bagian atas sambil meletakkan kompres hangat di perut bagian bawah. Pastikan kompres tidak terlalu panas, agar kulit perut Anda tidak terluka.

5. Modifikasi Posisi

Anda juga bisa melakukan modifikasi posisi dalam kegiatan sehari-hari dengan cara-cara berikut ini:

  • Saat duduk, arahkan pinggul ke depan dan bukan ke belakang. Sangga punggung Anda dengan bantal agar posisi tetap nyaman. Pastikan posisi pinggul lebih tinggi daripada lutut.
  • Duduk di excercise ball. Saat ini excercise ball banyak dijual, pilih yang ukurannya sesuai dengan tinggi badan Anda, agar Anda tetap dapat duduk dengan nyaman, dengan kaki menapak lantai. Pastikan pinggul lebih tinggi dari lutut. Sambil duduk, Anda juga dapat mencoba memutar pinggul secara perlahan. Anda dapat melakukan ini sambil bekerja atau bersantai menonton televisi. Selain duduk, Anda juga dapat bersandar memeluk bola dengan kedua lutut di lantai. Letakkan kepala di atas bola dengan nyaman. Putar pinggul Anda secara perlahan.
  • Saat mengendarai mobil, letakkan dudukan bantal agar posisi pinggul bisa lebih tinggi.
  • Jika Anda masih bekerja, usahakan untuk beristirahat sebentar secara rutin. Gunakan waktu untuk berjalan dan bergerak.

Lakukan cara-cara di atas sesering mungkin. Ketika tidur, Anda tidak perlu mengkhawatirkan mengubah posisi bayi. Pastikan Anda tidur dengan posisi miring dan tidak tidur telentang.

Artikel Terkait

Banner Telemed