logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Bayi & Menyusui

5 Cara Mengatasi Memar pada Bayi Tanpa Panik

open-summary

Kebiasaan anak yang tak bisa diam sepanjang hari tentu membuat rentan mengalami memar. Kabar baiknya, memar ini biasanya bukan indikasi penyakit serius.


close-summary

26 Agt 2021

| Azelia Trifiana

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Memar di dahi bayi

Memar di dahi bayi

Table of Content

  • Penyebab memar pada bayi
  • Penanganan lebam pada bayi
  • Catatan dari SehatQ

Tak ada orangtua yang menginginkan melihat memar pada bayi mereka. Sayangnya, tingkah mereka yang tak bisa diam sepanjang hari tentu membuat rentan mengalami memar. Kabar baiknya, memar ini biasanya bukan indikasi penyakit serius.

Advertisement

Bagian tubuh bayi yang paling sering mengalami memar biasanya adalah tulang kering. Sebab, area ini kerap berbenturan dengan benda lain ketika mereka berjalan atau berlari.

Penyebab memar pada bayi

Bayi umumnya mulai berjalan ketika usianya menginjak 12-18 bulan. Di saat inilah mereka cenderung lebih mudah mengalami memar. Umumnya, memar pada bayi pada kondisi ini tidaklah mengkhawatirkan.

Memar terjadi ketika pembuluh darah di bawah kulit sensitif mereka robek sehingga darah pun keluar. Kondisi ini menimbulkan munculnya tanda berwarna gelap di kulit.

Beberapa hal yang menjadi penyebab memar pada bayi di antaranya:

  • Terjatuh

Tentu tak mengherankan ketika anak terjatuh saat eksplorasi area di sekitarnya. Makin parah cedera yang dialami, memarnya pun akan kian besar. Sifatnya proporsional.

  • Penyakit Von Willebrand

Ini adalah salah satu masalah gangguan darah yang umum terjadi pada bayi. Kondisi ini ringan dan ditandai dengan kondisi anak mudah mengalami lebam dan juga mimisan. Pada orang dewasa, penyakit ini bergejala darah haid berlebih dan perdarahan setelah operasi.

  • Trombositopenia

Ini adalah istilah medis untuk kondisi trombosit yang rendah. Penyebabnya beragam, mulai dari tidak adanya produksi trombosit atau kondisinya hancur.

  • Kekurangan vitamin K

Kekurangan vitamin K1 atau K2 juga dapat menyebabkan bayi mudah mengalami memar. Sebab, vitamin ini diperlukan untuk proses pembekuan darah. Mereka memproduksi prothrombin yang membantu proses menggumpalnya darah.

  • Efek samping obat

Beberapa jenis obat dapat memberikan efek samping memar pada bayi. Contohnya aspirin, obat kejang, dan beberapa jenis antibiotik. Oleh sebab itu, perlu hati-hati betul sebelum memberikan obat kepada si kecil. Pastikan sudah mendapat lampu hijau dan supervisi ketat dari dokter.

  • Kekerasan

Memar pada bayi di lokasi yang tak biasa seperti lengan bagian atas, telinga, leher, hingga bokong. Selain itu, bentuk memar dengan bentuk spesifik seperti bekas gigitan, terkena rokok, atau bekas sabetan sabuk juga kian memperjelas bahwa memar terjadi akibat penganiayaan.

Penanganan lebam pada bayi

Sebisa mungkin, jangan panik ketika melihat lebam pada bayi. Sebab, ini adalah konsekuensi normal dari keseharian mereka. Lalu, apa yang sebaiknya orangtua lakukan untuk mengatasinya?

1. Kompres dingin

Langsung setelah anak mengalami cedera, segera aplikasikan kompres dingin. Bungkus dengan kain bersih dan jangan pernah menempelkan es langsung ke kulit mereka. Tempelkan selama kurang lebih 15-20 menit, beberapa kali selama 24 jam pertama sejak mengalami cedera.

Kompres es batu dapat membantu mengurangi peradangan pada area luka. Selain itu, juga membantu meredakan nyeri dengan membuat area luka terasa kebas. Namun jangan lakukan cara ini apabila terdapat luka terbuka.

2. Posisikan area memar lebih tinggi

Apabila memungkinkan, bawa area yang terluka lebih tinggi daripada jantung. Sebagai contoh apabila memar pada bayi terjadi di tulang kering, maka topang kakinya dengan lebih banyak bantal. Tujuannya untuk mengurangi memar dan bengkak.

3. Kompres hangat

Setelah 48 jam atau dua hari, aplikasikan kompres hangat berupa kain bersih ke area luka selama 10 menit. Metode ini bisa diaplikasikan tiga kali sehari. Kompres hangat dapat membantu sirkulasi ke area yang sakit dan mengurangi rasa tidak nyaman.

Namun, pastikan jangan terlalu panas melainkan hangat. Jangan pula membiarkan bayi sendirian sambil memegang heating pad.

4. Beristirahat

Sebaiknya anak tetap beristirahat hingga memar mulai mereda. Pilih aktivitas yang tidak terlalu menggunakan area yang luka. Selain itu, jaga pula agar mereka tidak melakukan kegiatan yang berisiko menyebabkan cedera lagi.

5. Pereda nyeri

Sulit untuk mengetahui apakah bayi Anda mengeluh nyeri atau tidak. Apabila bayi rewel, dan cenderung meringis atau menangis apabila diberikan penekanan halus pada area memar, ada kemungkinan bayi merasakan nyeri yang mengganggu. Ada banyak cara meredakan nyeri akibat memar, contohnya obat atau salep untuk memar pada bayi. Sesuaikan dosis dan jenisnya berdasarkan rekomendasi dokter.

Baca Juga

  • Kenali Ciri-Ciri Katarak Kongenital pada Bayi Ini yang Dapat Dideteksi di Rumah
  • Bercak Putih pada Wajah Bayi Seperti Panu, Gejala Terjadinya Pityriasis Alba
  • Apa Perbedaan Alergi Susu Sapi dengan Intoleransi Laktosa?

Catatan dari SehatQ

Meski lebam pada bayi adalah hal normal dan kerap terjadi, kenali kapan harus berkonsultasi pada ahlinya. Utamanya jika lebam muncul sangat banyak atau disertai dengan gejala lain.

Sebab idealnya, lebam berwarna kehitaman atau kebiruan ini perlahan akan memudar ketika darah sudah terserap jaringan di sekitarnya. Perlu waktu sekitar beberapa minggu hingga warnanya berubah menjadi normal kembali.

Jika ada kecurigaan memar yang tidak biasa, dokter akan melakukan pemeriksaan menyeluruh untuk menjelaskan apa yang terjadi dan bagaimana menanganinya.

Untuk berdiskusi lebih lanjut seputar kapan lebam pada bayi dinilai berbahaya, tanyakan langsung pada dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download sekarang di App Store dan Google Play.

Advertisement

bayi & menyusui

Referensi

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved