Arti Kedutan Mata Kiri Atas Ini Wajib Anda Ketahui

Kedutan mata kiri atas dapat disebabkan oleh stress yang sedang Anda alami
Stres bisa membuat Anda mengalami kedutan mata kiri atas

Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami kedutan mata kiri atas. Kondisi ini seringkali dipercaya sebagai tanda bahwa akan mendapat rezeki, mendapat kebahagiaan atau bertemu dengan kerabat yang sudah lama terpisah. Namun, ada penjelasan medis mengenai arti kedutan mata kiri atas. 

"Kedutan terjadi karena gangguan pada sinaps saraf motorik dan otot-otot kelopak mata," kata dr. Hisar Daniel, Sp.M. kepada SehatQ. Sebenarnya, kedutan mata biasanya merupakan hal yang umum terjadi, dan tidak berbahaya.

Kedutan dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, seperti mata kiri atas, mata kiri bawah, bibir atas, bibir bawah, tangan kanan ataupun tangan kiri. Kondisi ini umumnya hanya berlangsung selama beberapa menit. 

Apa arti kedutan mata kiri atas?

Kedutan mata adalah bergetarnya urat-urat pada kelopak mata yang dianggap sebagai alamat atau pertanda dari penyakit atau gangguan tertentu, tutur Dr. Hisar. 

Kedutan mata terjadi ketika mata bagian atas, kelopak mata atau mata bagian bawah berdenyut secara berulang. Kejangnya otot-otot kecil dan saraf di sekitar mata dapat memicu kedutan. Adapun istilah medis untuk kedutan mata yaitu myokymia.

Kedutan mata kiri atas dapat menjadi tanda adanya suatu masalah, yang menyebabkan kejang pada otot ataupun saraf di sekitar mata. Berikut ini 5 arti kedutan mata kiri atas yang mungkin Anda alami.

1. Stres

Kedutan mata kiri atas dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami stres. Biasanya setelah stres membaik, kedutan mata kiri atas pun akan berangsur hilang.

2. Kelelahan

Kebiasaan begadang, terlalu sering menatap ponsel atau membaca buku dengan durasi waktu yang lama, dapat menyebabkan mata Anda kelelahan.

Mata yang kelelahan dapat membuat Anda merasakan kedutan, termasuk pula kedutan mata kiri atas. Sebaiknya, tidurlah dengan cukup dan jangan membuat mata Anda bekerja dengan ekstra.

3. Alergi

Kedutan mata kiri atas dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami konjungtivitis alergi. Kondisi ini dapat menyebabkan mata gatal, sehingga seringkali penderita akan mengucek matanya untuk menghilangkan rasa gatal. Aktivitas ini dapat memicu pengeluaran histamin yang akhirnya dapat  mengiritasi mata, sehingga memicu terjadinya kedutan.

Selain itu, mata juga dapat menjadi gatal, kering, bengkak ataupun berair. Anda dapat menenangkan mata dengan obat tetes mata. Untuk mendapat penanganan yang tepat, sebaiknya periksakan mata Anda ke dokter.

4. Mata kering

Mata kedutan juga ternyata dapat menjadi tanda bahwa mata Anda kering. Ketika mata terlalu kering, secara tidak sadar Anda akan lebih sering berkedip agar mata tetap lembap.

Kedipan tersebut dapat memicu saraf di sekitar mata untuk berkedut. Hindarilah hal-hal yang dapat membuat mata Anda kering, seperti misalnya terlalu lama menatap layar gadget.

5. Nutrisi tidak seimbang

Kedutan mata kiri atas juga ternyata dapat menjadi tanda bahwa nutrisi dalam tubuh Anda tidak seimbang. Ketika kekurangan air atau vitamin B, otot dan saraf di sekitar mata akan terganggu, dan terjadilah kedutan.

Dalam kondisi tertentu, kedutan mata bisa indikasikan penyakit ini

Beberapa orang bisa mengalami kedutan dalam waktu yang cukup panjang. Hingga hitungan hari, minggu, bahkan bulan. Tentu saja kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebenarnya, kondisi berikut ini jarang terjadi. Namun, walaupun sangat jarang, kedutan pada mata bisa menunjukkan adanya kelainan pada otak maupun saraf. Berikut penyakit yang dapat menjadi penyebab kedutan mata kiri atas:

1. Distonia 

Distonia merupakan gangguan kontraksi otot yang menyebabkan gerakan berulang. Kondisi ini dapat mempengaruhi satu bagian tubuh atau bahkan lebih. Otot mata pun dapat terpengaruh hingga menyebabkan terjadinya kedutan.

Kejang otot yang terjadi bisa ringan ataupun berat. Distonia mungkin terasa menyakitkan, namun sudah tentu dapat mengganggu aktivitas Anda. Ini bisa lebih buruk ketika Anda stres atau kelelahan.

2. Bell's palsy 

Ketika Anda mengalami kedutan mata kiri atas, maka itu dapat menjadi tanda Anda terkena Bell’s palsy. Bell’s palsy merupakan suatu kondisi dimana terjadi kelumpuhan otot-otot di wajah. Hal ini bisa terjadi ketika saraf yang mengontrol otot-otot wajah meradang atau bengkak.

Bell’s palsy menyebabkan satu sisi wajah Anda kaku atau turun ke bawah. Selain kedutan mata, gejala lain yang mungkin terjadi diantaranya sulit menunjukkan ekspresi, kedutan wajah, sakit kepala, sulit makan, dan lainnya.

3. Penyakit Parkinson

Penyakit parkinson merupakan gangguan sistem saraf yang mengganggu gerakan. Kondisi ini biasanya diawali dengan tremor pada anggota tubuh. Bahkan dapat menyebabkan kekakuan atau keterlambatan gerak.

Penyakit parkinson dapat menunjukkan tanda yaitu kedutan mata, wajah tidak berekspresi, lengan tidak berayun ketika berjalan, berbicara menjadi tidak jelas. Gejalanya bahkan bisa memburuk seiring waktu.

4. Sindrom Tourette

Sindrom tourette adalah kelainan neurologis yang menyebabkan gerakan berulang atau bunyi yang tidak diinginkan, seperti terus berkedip, mengangkat bahu atau mengeluarkan suara yang tidak biasa.

Kondisi ini bisa terjadi sederhana maupun kompleks dengan melibatkan beberapa kelompok otot, tak terkecuali otot mata hingga terjadilah kedutan yang berulang. Sebelum sindrom tourette berkembang, tubuh Anda dapat terasa tegang atau gatal.

5. Multiple sclerosis atau MS

Multiple sclerosis (MS) merupakan penyakit jangka panjang yang dapat mempengaruhi otak, sumsum tulang belakang, dan saraf mata. Kondisi ini bisa menyebabkan masalah pada penglihatan, keseimbangan, kontrol otot, dan fungsi tubuh lainnya.

MS terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang pelindung saraf otak, yang disebut myelin sehingga saraf menjadi rusak dan terbentuk jaringan parut. Lemah atau kejang pada otot menjadi tanda dari kondisi ini. Otot mata yang kejang bisa menyebabkan Anda mengalami kedutan.

3 Jenis kedutan mata yang umum terjadi

Ada tiga jenis kedutan mata yang biasa terjadi, yaitu kedutan ringan, kedutan karena blefarospasme ringan, serta spasme di satu sisi wajah.

1. Kedutan ringan

Kedutan ringan sering dikaitkan dengan faktor gaya hidup. Kedutan ringan juga bisa terjadi, apabila Anda mengalami iritasi pada permukaan mata atau kornea, serta membran di sekitar kelopak mata (konjungtiva).

2. Kedutan karena blefarospasme ringan

Kedutan akibat blefarospasme ringan umumnya dialami oleh orang dewasa. Selain itu, wanita lebih berisiko mengalami kondisi ini, dibandingkan pria. Kedutan jenis ini bukanlah kondisi serius. Namun pada beberapa kasus, kedutan semacam ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Awalnya, kedutan jenis ini membuat mata Anda berkedip tanpa henti, atau mengalami iritasi. Apabila bertambah parah, mata Anda bisa menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Dalam kondisi yang parah, penglihatan bisa buram, mata lebih sensitif terhadap cahaya, dan kedutan bahkan terjadi di bagian lain pada wajah.

Jika kedutan tak kunjung berhenti, kelopak mata bisa tertutup hingga beberapa jam. Para peneliti percaya, kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Kedutan jenis ini memang terkadang merupakan kondisi yang menurun pada keluarga.

3. Hemifacial spasm

Hemifacial spasm atau kedutan di satu sisi wajah adalah kondisi yang jarang terjadi. Kedutan ini melibatkan otot-otot di sekitar mulut dan kelopak mata. Berbeda dari kedutan ringan dan Kedutan akibat blefarospasme ringan, spasme di satu sisi wajah ini hanya muncul di sisi kanan, atau kiri wajah.

Pada kebanyakan kasus, spasme ini terjadi akibat iritasi pada saraf wajah. Hal ini disebabkan oleh pembesaran pembuluh darah yang menekan saraf terlalu kuat.

Cara atasi kedutan mata kiri atas

Kedutan mata, termasuk kedutan mata kiri atas bisa berlangsung dalam waktu lama. Meski mungkin Anda tidak mengalami sakit, namun kedutan mata dapat membuat Anda merasa terganggu. 

Pada beberapa kasus, kedutan bisa muncul tanpa sebab. Namun pada kasus berat, kedutan bisa meluas ke kelopak mata atas dan area kelopak mata bawah, hingga satu sisi wajah. "Kelainan ini disebut sebagai blefarospasme esensial," kata dr. Hisar.

Kedutan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, bukan kondisi berbahaya, dan bisa reda dengan sendirinya. Namun jika kedutan terjadi cukup kuat, kelopak mata bisa menutup, sebelum akhirnya bisa kembali terbuka. Jika mengalami kedutan mata, Dr. Hisar menyarankan Anda untuk:

  • Beristirahat dengan cukup
  • Mengurangi asupan kafeina dan alkohol
  • Membatasi kebiasaan merokok
  • Menggunakan tetes mata
  • Memberikan kompres hangat pada kelopak mata.

Jika kedutan mata yang disertai dengan kejang pada otot wajah, bengkak atau kemerahan di mata, dan membuat mata tertutup, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Hal tersebut jangan diabaikan karena dapat memperburuk keadaan Anda.

"Bila sudah muncul blefarospasme, dapat dilakukan tindakan injeksi botulinum toxin atau botox, dan pada kasus berat, pembedahan bisa dipertimbangkan," kata dr. Hisar.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/why-your-eyes-twitch#1
Diakses pada 2 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/eyelid-twitch#complications
Diakses pada 8 Juni 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/eye-twitching.htm
Diakses pada 8 Juni 2019

Writing and Wellness. http://www.writingandwellness.com/2015/05/26/what-your-eye-twitching-is-telling-you-and-its-not-good/
Diakses pada 8 Juni 2019

Artikel Terkait