5 Arti Kedutan Mata Kiri Atas Ini Wajib Anda Ketahui!

Kedutan mata kiri atas dapat disebabkan oleh stress yang sedang Anda alami
Stres bisa membuat Anda mengalami kedutan mata

Hampir setiap orang mungkin pernah mengalami kedutan mata. Kondisi seringkali dipercaya sebagai tanda bahwa akan mendapat rezeki, atau bertemu dengan kerabat yang sudah lama terpisah. Namun, ada penjelasan medis mengenai kondisi ini. 

"Kedutan terjadi karena gangguan pada sinaps saraf motorik dan otot-otot kelopak mata," kata dr. Hisar Daniel, Sp.M. kepada SehatQ. Sebenarnya, kedutan mata biasanya merupakan hal yang umum terjadi, dan tidak berbahaya. Kebanyakan kedutan mata hanya berlangsung selama beberapa menit.  

Apa arti kedutan mata kiri atas?

Kedutan mata adalah bergetarnya urat-urat pada kelopak mata yang dianggap sebagai alamat atau pertanda dari penyakit atau gangguan tertentu, tutur Dr. Hisar. "Seperti kelelahan, iritasi mata, sindrom mata kering, konsumsi kafein, merokok, alkohol, efek samping obat, dan melakukan aktivitas fisik berat," ujarnya.

Kedutan mata terjadi ketika mata bagian atas, kelopak mata atau mata bagian bawah berdenyut secara berulang. Kejangnya otot-otot kecil dan saraf di sekitar mata dapat memicu terjadinya kedutan. Adapun istilah medis untuk kedutan mata yaitu myokymia.

Kedutan bisa terjadi pada mata kanan maupun kiri. Kedutan mata kiri atas dapat menjadi tanda adanya suatu masalah, yang menyebabkan kejang pada otot ataupun saraf di sekitar mata. Berikut ini 5 arti kedutan mata kiri atas yang mungkin Anda alami.

1. Stres

Kedutan mata kiri atas dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami stres. Biasanya setelah stres membaik, kedutan mata kiri atas pun akan berangsur hilang.

2. Kelelahan

Kebiasaan begadang, terlalu sering menatap ponsel atau membaca buku dengan durasi waktu yang lama, dapat menyebabkan mata Anda kelelahan.

Mata yang kelelahan dapat menimbulkan kedutan, termasuk pula kedutan mata kiri atas. Sebaiknya, tidurlah dengan cukup dan jangan membuat mata Anda bekerja dengan ekstra.

3. Alergi

Kedutan mata kiri atas dapat menjadi tanda bahwa Anda mengalami konjungtivitis alergi. Kondisi ini dapat menyebabkan mata gatal, sehingga seringkali penderita akan mengucek matanya untuk menghilangkan rasa gatal. Aktivitas ini dapat memicu pengeluaran histamin yang akhirnya dapat  mengiritasi mata, sehingga memicu terjadinya kedutan.

Selain itu, mata juga dapat menjadi gatal, kering, bengkak ataupun berair. Anda dapat menenangkan mata dengan obat tetes mata. Untuk mendapat penanganan yang tepat, sebaiknya periksakan mata Anda ke dokter.

4. Mata kering

Mata kedutan juga ternyata dapat menjadi tanda bahwa mata Anda kering. Ketika mata terlalu kering, secara tidak sadar Anda akan lebih sering berkedip agar mata tetap lembap.

Kedipan tersebut dapat memicu saraf di sekitar mata untuk berkedut. Hindarilah hal-hal yang dapat membuat mata Anda kering, seperti misalnya terlalu lama menggunakan gadget.

5. Nutrisi tidak seimbang

Kedutan mata kiri atas juga ternyata dapat menjadi tanda bahwa nutrisi dalam tubuh Anda tidak seimbang. Ketika kekurangan air atau vitamin B, otot dan saraf di sekitar mata akan terganggu, dan terjadilah kedutan.

Selain kelima hal di atas, kedutan mata kiri atas juga dapat pula menjadi tanda gangguan neurologis kronis. Adapun gangguan tersebut meliputi, Bell's palsy, distonia, penyakit Parkinson, sindrom Tourette, dan multiple sclerosis. Akan tetapi, hal tersebut memang jarang terjadi.

Ternyata, penyebab pasti dari kedutan mata, belum diketahui

Pada beberapa kasus, kedutan bisa muncul tanpa sebab. Namun pada kasus berat, kedutan bisa meluas ke kelopak mata atas dan bawah, hingga satu sisi wajah. "Kelainan ini disebut sebagai blefarospasme esensial," kata dr. Hisar.

Tahukah Anda, hingga sekarang penyebab kedutan mata, yang secara medis disebut blefarospasme ini, belum diketahui. Umumnya, kedutan terjadi pada bagian atas lipatan kelopak mata. Saat mata kedutan, Anda tidak bisa mengendalikannya.

Kedutan biasanya berlangsung dalam hitungan detik hingga dua menit. Meski belum diketahui penyebabnya, dokter menduga kedutan berkaitan dengan:

  • Kelelahan
  • Stres
  • Kafeina

Kedutan biasanya tidak menimbulkan rasa sakit, bukan kondisi berbahaya, dan bisa reda dengan sendirinya. Namun jika kedutan terjadi cukup kuat, kelopak mata bisa menutup, sebelum akhirnya bisa kembali terbuka.

Dalam kondisi tertentu, kedutan bisa indikasikan penyakit ini

Beberapa orang bisa mengalami kedutan dalam waktu yang cukup panjang. Hingga hitungan hari, minggu, bahkan bulan. Tentu saja kondisi ini mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sebenarnya, kondisi berikut ini jarang terjadi. Namun, kedutan yang berlangsung terus-menerus hingga menyulitkan Anda untuk melihat, bisa menandakan kondisi-kondisi ini.

  • Blefaritis
  • Mata keting
  • Sensitivitas terhadap cahaya
  • Pinkeye atau bintitan

Bahkan, walaupun juga sangat jarang, kedutan pada mata bisa menunjukkan adanya kelainan pada otak maupun saraf.

  • Distonia (gangguan yang menyebabkan otot bergerak di luar kesadaran)
  • Bell's palsy
  • Penyakit Parkinson
  • Sindrom Tourette

3 Jenis kedutan mata yang umum terjadi

Ada tiga jenis kedutan mata yang biasa terjadi, yaitu kedutan ringan, kedutan karena blefarospasme ringan, serta spasme di satu sisi wajah.

1. Kedutan ringan

Kedutan ringan sering dikaitkan dengan faktor gaya hidup seperti:

  • Kelelahan
  • Stres
  • Kurang tidur
  • Konsumsi alkohol, tembakau, atau kafeina

Kedutan ringan juga bisa terjadi, apabila Anda mengalami iritasi pada permukaan mata atau kornea, serta membran di sekitar kelopak mata (konjungtiva).

2. Kedutan karena blefarospasme ringan

Kedutan akibat blefarospasme ringan umumnya dialami oleh orang dewasa. Selain itu, wanita lebih berisiko mengalami kondisi ini, dibandingkan pria. Kedutan jenis ini bukanlah kondisi serius. Namun pada beberapa kasus, kedutan semacam ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sejumlah penyebab kedutan jenis ini adalah:

  • Kelelahan
  • Stres
  • Cahaya terang, angin, atau polusi udara

Awalnya, kedutan jenis ini membuat mata Anda berkedip tanpa henti, atau mengalami iritasi. Apabila bertambah parah, mata Anda bisa menjadi lebih sensitif terhadap cahaya. Dalam kondisi yang parah, penglihatan bisa buram, mata lebih sensitif terhadap cahaya, dan kedutan bahkan terjadi di bagian lain pada wajah.

Jika kedutan tak kunjung berhenti, kelopak mata bisa tertutup hingga beberapa jam. Para peneliti percaya, kondisi ini disebabkan oleh kombinasi faktor genetik dan lingkungan. Kedutan jenis ini memang terkadang merupakan kondisi yang menurun pada keluarga.

3. Spasme di satu sisi wajah

Kedutan akibat spasme di satu sisi wajah adalah kondisi yang jarang terjadi. Kedutan ini melibatkan otot-otot di sekitar mulut dan kelopak mata. Berbeda dari kedutan ringan dan Kedutan akibat blefarospasme ringan, spasme di satu sisi wajah ini hanya muncul di sisi kanan, atau kiri wajah.

Pada kebanyakan kasus, spasme ini disebabkan oleh tekanan pada pembuluh darah di saraf wajah.

Pernahkah Anda mengalami kedutan mata seperti ini?

Kedutan mata bisa berlangsung dalam waktu lama. Meski mungkin tidak terasa menyakitkan, kedutan mata dapat membuat Anda merasa terganggu. Kedutan mata dapat terjadi pada salah satu mata (baik kiri atau kanan), maupun kedua mata Anda. Adapun kedutan mata yang cukup sering terjadi, yaitu kedutan mata kiri atas, terutama di sekitar alis.

Meski begitu, jika mengalami kedutan mata yang disertai dengan kejang pada otot wajah, bengkak atau kemerahan di mata, dan membuat mata tertutup, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter. Hal tersebut jangan diabaikan karena dapat memperburuk keadaan Anda.

Dr. Hisar menyarankan Anda untuk beristirahat dengan cukup, mengurangi asupan kafeina, alkohol, serta membatasi kebiasaan merokok. Apabila kedutan muncul, sebaiknya Anda menggunakan tetes mata, dan memberikan kompres hangat pada kelopak mata.

"Bila sudah muncul blefarospasme, dapat dilakukan tindakan injeksi botulinum toxin atau botox, dan pada kasus berat, pembedahan bisa dipertimbangkan," kata dr. Hisar.

WebMD. https://www.webmd.com/eye-health/why-your-eyes-twitch#1
Diakses pada 2 September 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/eyelid-twitch#complications
Diakses pada 8 Juni 2019

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/eye-twitching.htm
Diakses pada 8 Juni 2019

Writing and Wellness. http://www.writingandwellness.com/2015/05/26/what-your-eye-twitching-is-telling-you-and-its-not-good/
Diakses pada 8 Juni 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed