Kenali Tips Aman Berhubungan Seks dengan Penderita HIV

Tips aman berhubungan seks dengan penderita HIV
Rutin mengonsumsi obat antiretroviral menjadi tips seks aman untuk pengidap HIV.

Mengidap HIV, bukan berarti Anda harus menghentikan kegiatan seks dengan pasangan. Walau begitu, agar HIV tidak menular kepada pasangan, Anda harus memahami beberapa tips seks aman untuk pengidap HIV, agar tetap intim dengan pasangan.

Anda dan pasangan, tetap bisa merasakan kehidupan seks yang memuaskan, walaupun salah satunya mengidap HIV. Seks aman adalah kunci dari keintiman yang bisa Anda dan pasangan rasakan.

Siapa bilang, pengidap HIV tidak bisa memiliki hubungan yang romantis dan intim, dengan pasangannya? Agar keamanan dapat terjamin, mari kenali beberapa tips seks aman ini.

Tips aman berhubungan seks dengan penderita HIV

Sebelum Anda memahami tips seks aman untuk pengidap HIV, ada baiknya Anda mempersiapkan diri untuk memberi tahu pasangan, bahwa Anda mengidap HIV. Dengan begini, Anda berdua jadi bisa berdiskusi tentang caranya tetap intim, tapi tetap menjunjung tinggi seks aman, agar HIV tidak menular.

Jika Anda dan pasangan sudah bisa menerima fakta, bahwa salah satu mengidap HIV/AIDS (ODHIV/ODHA), maka langkah selanjutnya adalah mengetahui beberapa tips seks aman di bawah ini.

1. Rutin mengonsumsi obat antiretroviral

Salah satu cara paling efektif untuk tidak menularkan HIV kepada pasangan Anda adalah dengan mengonsumsi obat HIV bernama terapi antiretroviral (ARV) setiap hari. Obat ART bekerja dengan menurunkan kadar virus HIV di dalam darah Anda. Dalam waktu 3 bulan, jumlah virus dalam aliran darah Anda, bisa menurun sampai titik “tak terdeteksi”. Dengan begitu, kemungkinan Anda menularkan HIV ke pasangan, menjadi sangat rendah.

2. Menggunakan kondom

Walaupun jumlah virus HIV yang ada di dalam darah Anda sedang rendah (tak terdeteksi), Anda harus tetap menggunakan kondom, saat berhubungan seks dengan pasangan. Bagi pria dan wanita pengidap HIV, menggunakan kondom hukumnya wajib, jika tetap ingin memiliki hubungan yang intim dengan pasangannya.

Menggunakan kondom dengan benar, bisa mengurangi kemungkinan penularan HIV kepada pasangan. Selain infeksi HIV, penularan penyakit menular seksual lainnya (klamidia, gonore, sifilis, dan herpes kelamin) juga bisa dihindari.

3. Menjalani pengobatan profilaksis pra pajanan (PPrP)

PPrP, atau profilaksis pra pajanan, adalah pengobatan yang bisa menjaga tubuh seseorang, agar tidak tertular oleh HIV. Dalam kasus ini, untuk melindungi pasangan dari penularan infeksi HIV, sebaiknya lakukan pengobatan profilaksis pra pajanan. Dengan begini, kemungkinan pasangan Anda mengidap HIV, akan menurun drastis.

Namun perlu diingat, sebelum menjalani pengobatan profilaksis pra pajanan, Anda dan pasangan harus tetap ke dokter, untuk melakukan konsultasi. Hal ini dilakukan, guna mengetahui dosis dan cara pemakaian yang tepat.
Selain itu, kondom harus tetap digunakan, baik kondom pria maupun wanita, untuk menghindari penularan HIV.

4. Memilih aktivitas seksual nan romantis bersama pasangan

Berhubungan badan, bukanlah satu-satunya bentuk keintiman yang bisa Anda rasakan, bersama dengan pasangan yang mengidap HIV. Masih ada bentuk keintiman lain, yang bisa membuat hubungan ODHA atau ODHIV dan pasangan, menjadi tetap hangat dan romantis.

  • Berciuman

HIV bisa menular lewat cairan tubuh seperti air mani, cairan vagina, hingga darah. Namun, virus HIV tidak dapat menular lewat air liur. Jadi, berciuman adalah kegiatan intim yang aman dilakukan dengan pasangan Anda.

Namun ingat, jika pasangan mengidap HIV, dan sedang mengalami kondisi gusi berdarah, luka di mulut, atau penyakit mulut lainnya, berciuman adalah aktivitas yang dilarang. Sebab, darah yang ada di dalam mulutnya, bisa menularkan HIV pada Anda.

  • Seks oral

Oral seks dianggap lebih tidak berisiko, dibandingkan dengan seks vaginal ataupun anal. Walau demikian, menggunakan dental dam (penghalang yang digunakan saat oral seks) akan membuat oral seks lebih aman.

  • “Outercourse”

Jika hubungan seksual disebut dengan intercourse, ada bentuk keintiman lainnya yang dikenal sebagai outercourse. Anda dan pasangan bisa melakukannya, dengan cara memuaskan satu sama lain, melalui masturbasi atau onani.

Outercourse adalah bentuk keintiman yang tidak melibatkan cairan tubuh. Maka dari itu, pengidap HIV bisa melakukannya dengan aman.

  • Cuddling

Berpelukan, berpegangan tangan, memijat, dan menyentuh adalah beberapa cara untuk bisa memuaskan pasangan. Jangan meremehkan aktivitas ini. Sebab terkadang, aktivitas yang disebut dengan cuddling ini, bisa menimbulkan suasana romantis dan intim, bersama pasangan.

5. Gunakan pelumas

Pelumas akan membantu seks lebih aman dengan mengurangi risiko robekan atau kerusakan pada vagina dan anus yang disebabkan oleh gesekan. Hal ini juga dapat mengurangi risiko robeknya kondom saat sedang berhubungan seks.

Pelumas sangat penting digunakan sebelum melakukan seks anal, karena anus memiliki area yang cukup kering dan tidak bisa melumasi areanya sendiri seperti vagina.

Gunakan pelumas berbasis air daripada pelumas berbasis minyak, untuk mencegah robeknya kondom.

Lakukan tes penyakit kelamin tahunan secara rutin

Menurut Hiv.gov, apabila Anda atau pasangan Anda mengidap HIV, tes penyakit kelamin (STD) sebaiknya rutin dilakukan setiap tahun oleh keduanya. Hal ini perlu dilakukan demi memastikan kesahatan Anda dan juga pasangan Anda.

Bagi yang negatif, pastikan terapi antiretroviral (ARV) rutin dilakukan setiap hari untuk melindungi sistem imun tubuh dari risiko penularan HIV.

Ingin hamil tapi positif HIV, apakah mungkin?

Jika Anda atau pasangan mengidap HIV, tapi tetap ingin memiliki seorang anak, ada baiknya berkonsultasi dengan dokter.

Ada banyak hal yang harus diperhatikan, jika Anda ingin tetap memiliki anak. Misalnya, waktu berhubungan seksual, pengobatan ARV yang harus dijalani secara rutin untuk hasil efektif, hingga jumlah virus yang sedang ada di dalam darah.

  • Hamil saat sang ibu HIV positif

Beberapa wanita ODHA dan ODHIV, tetap ingin memiliki anak. Sebab, itu adalah hak setiap wanita, bahkan HIV dan AIDS pun tidak bisa merenggut hak itu.

Beberapa hal bisa dilakukan, agar kehamilan tetap sehat, dan anak tidak mengidap HIV yang ditularkan dari ibu. Salah satunya adalah insemniasi buatan, yang sangat efektif jika dilakukan saat wanita ODHA sedang subur.

  • Hamil saat sang ayah HIV positif

Sama seperti ibu, sosok ayah juga ada kalanya tetap ingin membuahi sel telur pasangannya, walau ia adalah ODHA. Ada prosedur bernama “pembersihan sperma”, yang dilakukan dengan mesin canggih, untuk memisahkan virus HIV, dari sperma.

Dalam prosedur ini, kateter khusus akan digunakan untuk memasukkan sperma yang telah “dibersihkan” ke rahim pasangan.

Jika sang ayah sedang dalam masa pengobatan efektif, dan memiliki jumlah virus yang tak terdeteksi, maka risiko menularkan HIV sangatlah sedikit.

Catatan dari SehatQ

Walau terdapat tips seks aman bagi pengidap HIV, sebagai ODHA atau ODHIV, Anda tetap diwajibkan untuk tidak sekali-kali meremehkan, apalagi mengabaikan kondisi tubuh sendiri maupun pasangan.

Selalu konsumsi obat-obatan ARV, dan berkonsultasi rutin dengan dokter, mengenai kondisi kesehatan Anda dan pasangan. Apalagi jika Anda dan pasangan telah memutuskan untuk tetap berhubungan intim.

Perlu diingat, sebelum berhubungan seks dengan pasangan ODHA atau ODHIV, Anda wajib berkonsultasi dengan dokter, mengenai anjuran dan pantangan dalam berhubungan seks.

Web MD. https://www.webmd.com/hiv-aids/hiv-protect-partner

Diakses pada 2 Desember 2019

 

HIV. https://www.hiv.va.gov/patient/daily/sex/single-page.asp

Diakses pada 2 Desember 2019

 

Better Health. https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/ConditionsAndTreatments/HIV-and-women-having-children

Diakses pada 2 Desember 2019

HIV.Gov https://www.hiv.gov/hiv-basics/hiv-prevention/reducing-sexual-risk/preventing-sexual-transmission-of-hiv
Diakses 4 Juni 2020

Avert. https://www.avert.org/hiv-transmission-prevention/unprotected-sex
Diakses 4 Juni 2020

Artikel Terkait