Jadi Campuran Masakan atau Dimakan Mentah, Ini 4 Manfaat Paprika untuk Kesehatan Tubuh

Manfaat paprika sangat beragam, termasuk menjaga kesehatan mata dan mencegah anemia
Paprika bermanfaat untuk menjaga kesehatan mata serta mencegah anemia

Jika Anda penggila pizza, potongan paprika yang sering dijadikan topping tentu tak asing lagi. Paprika pun sebenarnya memiliki khasiat kesehatan. Manfaat paprika tersebut termasuk adalah risiko penyakit mata dan anemia.

Kerabat dari cabai ini mengandung segenap vitamin dan molekul antioksidan yang baik untuk kesehatan.

Manfaat paprika untuk kesehatan, cegah anemia dan penyakit jantung

Berikut ini manfaat paprika yang begitu menyehatkan untuk tubuh:

1. Menjaga kesehatan mata

Paprika kaya dengan dengan lutein dan zeaxanthin, karotenoid yang menurut studi dapat membantu menjaga kesehatan mata. Dua zat gizi tersebut dapat melindungi retina dari kerusakan oksidatif.

Beberapa penelitian juga menemukan, konsumsi karotenoid yang cukup dapat menurunkan risiko katarak dan degenerasi makula. Utamanya dua gangguan mata ini disebabkan oleh faktor usia dan infeksi. Walau begitu, kekurangan nutrisi juga diyakini berpengaruh terhadap penyakit tersebut.

2. Menurunkan risiko penyakit jantung

Paprika merah kaya dengan molekul antioksidan, molekul yang mampu melindungi sel dari radikal bebas. Radikal bebas berlebih dapat menjadi pemicu berbagai gangguan medis, termasuk penyakit jantung.

Temuan menarik lain dari manfaat paprika merah berkaitan dengan pengolahan makanan sehat ini. Menurut studi, kandungan antioksidan dalam paprika merah mencapai konsentrasi yang maksimal saat berada dalam suhu yang tinggi. Temuan tersebut mengindikasikan, paprika merah yang dimasak memberikan efek antioksidan yang lebih kuat dibandingkan yang mentah.

3. Mencegah anemia

Paprika menjadi sumber zat besi yang baik. Zat gizi ini diperlukan tubuh dalam mencegah anemia. Sebab, salah satu jenis anemia terjadi karena tubuh kekurangan zat besi, dikenal dengan anemia defisiensi zat besi.

Tak hanya kaya dengan zat besi, paprika pun menjadi sumber vitamin C yang lezat untuk disantap. Vitamin C membantu tubuh menyerap zat besi di pencernaan. Dengan demikian, konsumsi sumber vitamin C seperti paprika pun menurunkan risiko anemia.

4. Berpotensi menurunkan risiko osteoporosis

Selain vitamin C, zat besi, dan karotenoid, paprika merah juga mengandung kadar mangan yang tinggi. Mineral ini dipercaya diperlukan untuk mengurangi risiko osteoporosis. Sebab, penderita penyakit tulang keropos cenderung memiliki kadar mineral mikro yang rendah, termasuk mangan, tembaga, dan zinc.

Manfaat paprika ditopang oleh nutrisinya berikut ini

Sebagian besar kandungan paprika adalah air. Sementara itu, sisanya merupakan zat gizi makro termasuk karbohidrat, protein, dan lemak. Tak hanya itu, manfaat paprika tersebut juga ditopang oleh senyawa tumbuhan, vitamin, dan mineral. Apa saja?

1. Zat gizi makro

Selain air, kandungan utama paprika adalah karbohidrat, lemak, dan protein. Karbohidrat di paprika tersebut utamanya adalah gula, seperti glukosa dan fruktosa. Kandungan gula inilah yang memberikan rasa manis pada paprika.

Sebagai tumbuhan, paprika pun mengandung serat pangan. Porsi kandungan serat tersebut sekitar 2% dari berat satu buah paprika.

2. Vitamin dan mineral

Sebagai makanan sehat, dalam paprika pun terkandung beraneka ragam vitamin mineral. Vitamin kunci dari paprika yaitu vitamin C. Sebuah paprika berukuran sedang dapat memenuhi kebutuhan vitamin C.

Selain vitamin C, paprika juga mengandung vitamin dan mineral berikut ini:

  • Vitamin B6 (piridoksin), vitamin B yang membantu pembentukan sel darah merah
  • Vitamin K1, yang berperan dalam pembekuan darah dan menjaga kesehatan tulang
  • Pro vitamin A, yang dapat diubah tubuh menjadi vitamin A
  • Vitamin E, penting untuk menjaga kesehatan saraf dan otot
  • Vitamin B9 (folat), vitamin yang amat penting dicukupkan terutama semasa kehamilan
  • Kalium, mineral yang berpotensi menjaga kesehatan jantung

3. Molekul antioksidan

Sebagai makanan sehat dari tumbuhan, paprika juga memiliki beragam molekul antioksidan. Beberapa molekul tersebut, termasuk:

  • Capsanthin, memberikan warna merah menyala pada paprika merah
  • Violaxanthin, umum terkandung dalam paprika kuning
  • Lutein, membantu menjaga kesehatan mata
  • Quercetin, dipercaya menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker
  • Luteolin, molekul antioksidan polifenol yang dipercaya memiliki manfaat tersebut

Adakah efek samping paprika?

Bila dikonsumsi dalam batas wajar, paprika aman dan malah memberikan manfaat untuk kesehatan. Walau begitu, beberapa orang berisiko untuk mengalami alergi setelah menyantap makanan ini.

Di luar itu, Anda bisa menyantap makanan ini secukupknya dan sewajarnya. Anda bisa menambahkan paprika ke sayuran, ke dalam pasta, atau dimakan langsung.

Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/foods/bell-peppers
Diakses pada 10 Desember 2019

Verywell Fit. https://www.verywellfit.com/bell-pepper-nutrition-facts-calories-and-health-benefits-4119789
Diakses pada 10 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed