Sakit gusi juga dialami penderita HIV/AIDS dan herpes simpleks tipe 1
Sakit gusi ini umumnya disebabkan oleh radang gusi akut yang dapat dipicu oleh beberapa kondisi tertentu

Sakit gusi terjadi akibat gingivitis atau radang gusi. Kondisi ini dapat mengganggu dan menyebabkan gigi tanggal. Peradangan pada gusi diawali dari terbentuknya plak atau biofilm pada gigi. Plak ini berwarna transparan sehingga sulit dilihat dengan kasat mata. Plak terdiri atas kumpulan bakteri yang merangsang terjadinya radang lewat pengeluaran mediator inflamasi.

Saat terjadi radang pada gusi, gusi akan tampak membengkak, kemerahan dibandingkan kondisi gusi normal, dan mudah berdarah ketika menyikat gigi. Peradangan pada gusi umumnya bersifat kronis dan tidak menyebabkan sakit gusi. Inilah membuat kebanyakan orang terlambat menyadari dan baru datang ke dokter setelah ada keluhan seperti gigi goyang.

Kondisi-kondisi yang Menyebabkan Sakit Gusi

Meski sebagian besar radang gusi bersifat kronis, ada pula peradangan gusi akut yang terjadi tiba-tiba dan menimbulkan sakit gusi. Peradangan gusi akut yang menyebabkan sakit gusi biasanya dipicu oleh kondisi-kondisi berikut.

1. Impaksi Makanan

Impaksi makanan adalah situasi ketika makanan yang kita kunyah tersangkut di antara dua gigi atau pada gusi. Umumnya, makanan berserat seperti daging paling sering mengalami impaksi. Keluhan yang Anda rasakan jika mengalami hal ini adalah sakit dan rasa tidak nyaman pada lokasi terjadinya impaksi.

Sakit dapat menghilang setelah beberapa saat dan kembali muncul ketika makan berikutnya. Sakit yang dirasakan akan hilang sepenuhnya apabila sisa makanan tersebut telah dikeluarkan. Selain sakit, jika didiamkan sisa makanan ini dapat menyebabkan karies. Anda dapat menghilangkannya dengan menggunakan tusuk gigi atau dental floss.

2. Perikoronitis

Infeksi perikoronitis akut adalah infeksi yang umum terjadi pada gigi yang erupsi (tumbuh) sebagian dan sebagian permukaannya ditutupi oleh jaringan gusi biasanya terjadi pada gigi geraham bungsu, atau geraham yang terletak paling ujung. Hal ini menyebabkan sakit gusi berat yang dirasakan tiba-tiba. Selain itu, sakit gusi juga dapat muncul saat Anda menutup mulut.

Pada kasus yang lebih berat, dapat terjadi keterbatasan untuk membuka mulut dan rasa sakit semakin parah saat mengunyah. Radang gusi ini memerlukan tindakan dokter untuk mengatasinya, misalnya dengan mencabut gigi yang berlawan sehingga mencegah trauma.

Anda dianjurkan untuk berkumur dengan cairan normal salin atau antibakteri. Pada kasus berat yang menyebabkan keterbatasan gerak mulut atau terjadi demam, penderita dapat diberikan obat antibiotik.

3. Infeksi Bakteri

Sakit gusi akibat infeksi bakteri terjadi pada kondisi Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis (ANUG) atau gingivitis ulseratif akut. Kondisi ini jarang ditemukan pada orang dengan daya tahan tubuh yang baik. Orang dengan imunokompromais (penurunan sistem kekebalan tubuh), seperti penderita HIV/AIDS dengan jumlah sel CD4 yang rendah dan malnutrisi kronis rentan mengalami kondisi ini.

Dalam kondisi ini, rasa sakit umumnya dirasakan pada daerah perbatasan gusi, disertai adanya perdarahan dan jaringan nekrosis. Sakit yang dialami dapat akan terasa semakin parah saat makan dan menyikat gigi. Ciri khas pada ANUG adalah mulut yang berbau besi, dan terkadang dapat disertai demam serta malaise.

4. Infeksi Virus

Sakit gusi juga dapat dialami pada anak yang terkena gingivostomatitis herpes primer. Penyakit ini adalah suatu infeksi dari virus herpes simpleks tipe 1 yang menyebabkan radang gusi. Gusi dan mukosa sekitar yang terinfeksi akan tampak kemerahan, berkilau, bengkak, dan dapat disertai perdarahan.

Pada masa awal, tampak lenting-lenting berukuran kecil dalam jumlah banyak pada gusi, permukaan rongga mulut, atau lidah. Setelah 24 jam lenting akan pecah, kemudian membentuk luka yang menyebabkan rasa sakit. Selain sakit gusi, anak juga dapat mengalami demam dan badan terasa lemas.

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/medicine-and-dentistry/gingiva-pain
Diakses pada April 2019

BMJ, https://bestpractice.bmj.com/topics/en-us/620
Diakses pada April 2019

Clinical Key. https://www.clinicalkey.com/#!/content/3-s2.0-B9780323530422003497?scrollTo=%23hl0000049
Diakses pada April 2019

Science Direct. https://www.sciencedirect.com/topics/immunology-and-microbiology/herpetic-gingivostomatitis
Diakses pada April 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed