4 Jenis Pelumas Vagina dan Cara Tepat Menggunakannya

Pelumas vagina berbahan air aman digunakan, namun mengering lebih cepat di dalam vagina.
Salah satu jenis pelumas vagina yang perlu Anda ketahui adalah pelumas vagina berbahan air.

Ketika seorang wanita terangsang secara seksual, vaginanya akan memproduksi "pelumas" alami, berupa cairan yang dihasilkan oleh leher rahim serta kelenjar Bartholin. Pelumas vagina alami ini, bisa membuat hubungan seksual suami dan istri, menjadi lebih menyenangkan.

Sebab tanpa pelumas vagina, kekeringan yang terjadi pada alat kelamin wanita, bisa menimbulkan rasa sakit, hingga mencederai lapisan vagina, saat berhubungan intim dengan pasangan. Maka dari itu, pelumas vagina sangatlah penting.

Jenis pelumas vagina dan cara tepat menggunakannya

Sebelum mengenal lebih jauh jenis-jenis pelumas vagina, ada baiknya sebagai wanita, Anda mengetahui beberapa penyebab vagina kering berikut ini, yang bisa membuat hubungan seksual jadi menyakitkan.

  • Kebiasaan merokok
  • Depresi
  • Stres yang berlebihan
  • Sedang menyusui
  • Gangguan sistem kekebalan tubuh, seperti sindrom Sjorgen (yang membuat mata dan mulut kering)
  • Persalinan
  • Olahraga yang berlebihan
  • Beberapa pengobatan kanker, seperti terapi radiasi dipanggul, terapi hormon, dan kemoterapi
  • Operasi pengangkatan ovarium

Jika beberapa kondisi di atas pernah Anda alami dan lakukan, segera berkonsultasi dengan dokter mengenai kekeringan vagina yang terjadi.

Perlu diingat, kekeringan pada vagina, jika terjadi sekali atau dua kali, masih dianggap normal. Namun, jika vagina kering sudah berkali-kali, dan mengganggu kehidupan seksual Anda, bisa jadi itu diakibatkan oleh menopause atau atrofi vagina (penipisan, pengeringan, peradangan dinding vagina akibat kekurangan estrogen).
Akan tetapi, jika vagina kering tidak terlalu sering terjadi, Anda bisa mencoba beberapa jenis pelumas vagina di bawah ini, untuk hubungan seksual yang lebih menyenangkan dan bebas dari rasa sakit:

1. Pelumas vagina berbahan dasar air

Pelumas vagina berbahan dasar air merupakan pilihan yang paling umum, di antara ketiga jenis pelumas vagina lainnya. Pelumas vagina berbahan dasar air, terdiri dari 2 tipe, yakni dengan gliserin (sedikit terasa manis), dan tanpa gliserin.

Pelumas vagina berbahan dasar air dianggap memiliki harga yang terjangkau, mudah dicari, dan aman digunakan dengan kondom. Namun, jenis pelumas vagina berbahan dasar air, yang mengandung gliserin, lebih berisiko menyebabkan iritasi vagina.

Selain itu, kekurangan lainnya adalah, pelumas vagina yang mengandung gliserin, bisa mengering lebih cepat.

2. Pelumas vagina berbahan silikon

Pelumas vagina berbahan silikon, merupakan pelumas yang tahan lama, ketika digunakan saat bercinta. Anda tidak perlu mengoleskannya berkali-kali, seperti yang biasanya harus dilakukan saat menggunakan pelumas vagina berbahan dasar air.

Selain itu, pelumas vagina berbahan silikon, juga tahan air. Namun sayangnya, pelumas vagina berbahan silikon ini, sangat sulit untuk dibersihkan. Biasanya, jika hanya dibilas dengan air, pelumas tidak bisa menghilang dari kulit. Anda harus mengoleskan sabun dan menggosoknya, hingga bersih.

3. Pelumas vagina berbahan minyak

Ada dua tipe pelumas vagina berbahan minyak; yaitu yang alami dan sintetis. Biasanya, minyak alami yang digunakan adalah minyak kelapa dan olive oil.

Pada umumnya, pelumas vagina berbahan minyak sangat mudah digunakan. Namun, jika masih bisa, selalu utamakan pelumas vagina berbahan air, daripada minyak. Sebab, minyak bisa menyebabkan iritasi kulit serta meninggalkan noda pada kain.

Pelumas vagina berbahan minyak alami, dianggap cocok untuk segala jenis aktivitas seks. Selain itu, bahannya juga aman untuk kulit dan vagina.

Namun, pelumas vagina berbahan minyak berbahan sintetis, tidak bisa digunakan bersama dengan kondom, karena bisa merusaknya, dan menyebabkan kondom bocor. Tidak hanya itu. Pelumas vagina berbahan minyak sintetis, bisa mengiritasi vagina.

4. Pelumas vagina alami

Banyak sekali produk pelumas vagina, yang menggunakan bahan-bahan alami. Jenis pelumas ini dianggap aman untuk vagina Anda.

Namun, pelumas vagina alami dianggap tidak memiliki tingkat keawetan yang baik. Harganya juga lebih mahal dibandingkan ketiga jenis pelumas vagina lainnya.

Bagaimana cara menggunakan pelumas vagina secara efektif?

Tidak ada “benar” ataupun “salah” dalam menggunakan pelumas vagina. Namun, ada beberapa cara yang bisa membuat penggunaannya jadi lebih mudah.

  • Oleskan dulu pelumas di tangan Anda, sebelum mengoleskannya ke alat kelamin
  • Oleskan pelumas tepat sebelum melakukan penetrasi
  • Selalu perhatikan pelumas saat sedang berhubungan seks. Dengan begini, Anda bisa mengoleskannya lagi, jika sudah mulai mengering
  • Jangan terlalu banyak menggunakan pelumas, di awal hubungan seks. Cara terbaik adalah untuk terus mengoleskannya lagi, setelah sudah mengering.

Catatan dari SehatQ

Pada umumnya, pelumas vagina tidak memiliki efek samping. Namun, bukan tidak mungkin jika Anda bisa mengalami alergi akibat pelumas vagina. Jika Anda merasakan beberapa gejala seperti kesulitan bernapas, pembengkakan (mulut, tenggorokan, atau muka), gatal-gatal, dan ruam, jangan segan untuk berkonsultasi dengan dokter.

Selain itu, selalu perhatikan bahan-bahan dasar dari pelumas vagina yang Anda gunakan. Bisa jadi, ada bahan yang bisa memicu alergi.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326450.php#natural-lubrication
Diakses pada 12 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/healthy-sex/vaginal-lubricants
Diakses pada 12 Desember 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sjogrens-syndrome/symptoms-causes/syc-20353216
Diakses pada 12 Desember 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed