4 Hal yang Penting untuk Antisipasi Penularan Herpes

Jangan sampai lengah, Anda harus mengetahui gejala herpes agar tidak tertular.
Herpes bisa dihindari, salah satunya dengan menerapkan hubungan seks yang aman.

Herpes merupakan salah satu penyakit menular seksual yang jumlah pengidapnya sangat mengkhawatirkan. Menurut World Health Organization (WHO), pada tahun 2012 sekitar 3,7 miliar orang di bawah usia 50 tahun memiliki virus herpes simpleks (HSV) tipe 1 di dalam tubuhnya. Sedangkan 417 juta orang (15-49 tahun) lainnya mengidap HSV tipe 2. Oleh karena itu, penularan herpes harus diwaspadai.

Terlebih lagi, herpes pada kebanyakan orang tidak memiliki gejala. Kalaupun ada, mungkin gejalanya ringan, seperti timbul rasa gatal di area kulit kelamin, luka melepuh yang terasa sakit dan muncul di daerah anus sampai paha, hingga buang air kecil yang menyakitkan. Akan tetapi, banyak yang beranggapan kalau gejala-gejala ini muncul bukan karena herpes, melainkan penyakit lainnya. 

Lakukan ini untuk cegah penularan herpes 

Kalau pasangan atau mungkin Anda sendiri yang menjadi salah satu pengidapnya, apa yang harus segera dilakukan? Berikut ini 4 hal yang harus dilakukan jika pasangan, atau mAnda mengidap herpes.

1. Bersikap terbuka

Salah satu cara untuk mengetahui potensi herpes pada pasangan adalah dengan saling terbuka dan berani bertanya. Jika Anda memang sedang dalam hubungan serius atau bahkan sudah berkeluarga, pembicaraan tentang penyakit menular seksual tentunya adalah hal penting. Sebab, hal ini bisa berdampak pada masa depan Anda.

Selain itu, jika mengidap herpes dan ingin jujur kepada pasangan Anda, sebaiknya bekali diri sendiri terlebih dulu dengan pengetahuan tentang herpes. Pasalnya, masih banyak mitos dan kesalahpahaman tentang penyakit menular seksual ini. Ketika ingin mengakui bahwa diri Anda mengidap herpes, sebaiknya pelajari dulu tentang herpes, mulai dari mitos-mitosnya, hingga cara penyembuhannya.

Persiapan tersebut penting untuk menenangkan pasangan Anda, bukan malah membuatnya takut. Dengan memiliki pengetahuan yang jelas tentang herpes, Anda jadi bisa memberikan informasi yang akurat pada pasangan, mengenai virus herpes.

2. Gunakan kondom lateks saat berhubungan seksual

Ketika Anda dan pasangan sudah terbuka tentang penyakit herpes yang diidap, kini saatnya berbicara tentang berhubungan seks yang aman. Dengan begitu, Anda bisa mengurangi kemungkinan teridap herpes dari pasangan, atau sebaliknya.

Ketika berhubungan seks, ada baiknya gunakan kondom lateks, bukan hanya kondom biasa. Selain itu, Anda atau pasangan harus segera memberi tahu jika gejala-gejala herpes sedang dirasakan. Sebab, pada saat gejala herpes sedang muncul, risiko penularannya sangat tinggi. 

Oleh karena itu, hindari berhubungan intim saat gejala herpes sedang muncul. Perlu diingat, herpes lebih mudah menular ketika pengidapnya sedang mengalami gejala-gejalanya.

Itulah pentingnya mengetahui gejala-gejala herpes yang terjadi pada tubuh pengidapnya. Selain itu, penting untuk diingat, tidak ada metode pencegahan yang 100% efektif. 

3. Jangan kucilkan pasangan

Mengalami herpes simpleks (HSV) tipe 2 bisa membuat pengidapnya merasakan gejala-gejala yang menyakitkan. Misalnya, luka melepuh yang muncul di bagian alat kelamin hingga anus.

Kemudian, mengidap herpes juga bisa memberikan batasan terhadap hubungan seksual. Jika berlangsung dalam waktu yang lama, pengidapnya berisiko mengalami depresi.

Maka dari itu, jangan kucilkan pasangan Anda. Sebaliknya, memberikan dukungan kepada pasangan Anda adalah hal yang penting. Ajak pasangan Anda untuk terus mempelajari berbagai hal tentang herpes. 

Mulai dari cara meringankan gejalanya, hingga langkah pencegahan penularannya. Lebih dari itu, Anda dan pasangan juga bisa menjalani terapi, untuk mencari solusi terbaik.

4. Berkonsultasi dengan dokter

Berkonsultasilah dengan dokter, jika mencurigai adanya herpes genital. Terlebih bila Anda sedang hamil, atau memiliki pasangan yang mengalami herpes genital. Sebab,  infeksi herpes genital yang aktif bisa tertular ke bayi, melalui persanlinan normal. Bahkan, bayi bisa mengalami kerusakan otak, kebutaan, bahkan kematian.

Biasanya, dokter akan merekomendasikan proses persalinan melalui operasi Caesar, agar bayi tidak perlu dilahirkan secara normal dan terekspos dengan virus herpes genital yang aktif.

Dokter juga bisa memberikan obat antiviral, untuk mengurangi risiko kemunculan gejala herpes menjelang persalinan.  

Tips mengurangi rasa sakit akibat gejala herpes

Rasa sakit pasti muncul di saat gejala-gejala herpes sedang timbul. Selain dukungan dari pasangan, beberapa tips ini juga bisa meminimalisir rasa sakit yang dirasakan saat gejala herpes sedang menyerang.

  • Konsumsi aspirin, parasetamol, atau ibuprofen
  • Letakkan kain hangat atau dingin di daerah luka yang terasa sakit
  • Jaga area luka agar tetap bersih dan kering
  • Gunakan celana dalam berbahan katun
  • Kenakan pakaian longgar

Jika Anda atau pasangan mengidap herpes, berkonsultasilah dengan dokter secara rutin. Selain itu ingatlah, Anda tidak seorang diri. Jutaan orang di dunia juga mengidap herpes. Usahakan untuk tidak menyentuh luka yang timbul akibat gejala herpes. Jangan lupa, jujur pada pasangan Anda, dan gunakan kondom lateks saat berhubungan seks.

Untuk mencegah herpes, jalani hidup sehat dan hilangkan rasa stres, apalagi depresi, dalam pikiran Anda. 

WHO. https://www.who.int/en/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus  

Diakses pada 16 September 2019

Web MD. https://www.webmd.com/genital-herpes/common-symptoms#2 

Diakses pada 16 September 2019

American Sexual Health Association. http://www.ashasexualhealth.org/stdsstis/herpes/a/ Diakses pada 16 September 2019

Family Doctor. https://familydoctor.org/condition/herpes/ 

Diakses pada 16 September 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed