4 Gejala Penyakit Diabetes pada Wanita yang Harus Diwaspadai

Diabetes pada wanita memiliki gejala yang berbeda dibanding diabetes pada pria.
Berbeda dari diabetes pada pria, penyakit diabetes pada wanita, bisa menimbulkan gejala tertentu.

Penyakit diabetes dapat terjadi pada semua orang, termasuk wanita. Diabetes sendiri merupakan salah satu penyakit yang menyerang metabolisme tubuh, dengan tingginya kadar gula darah untuk memproses atau memproduksi insulin.

Diabetes dapat menyerang siapapun tanpa mengenal umur, baik pria, maupun wanita. Antara tahun 1971-2000 tingkat kematian pria karena diabetes menurun. Hal ini menunjukkan bahwa perawatan diabetes yang dilakukan oleh masyarakat cukup berhasil.

Namun angka kematian wanita karena diabetes tidak menunjukkan sesuatu yang baik. Bahkan, perbedaan kematian antara wanita yang menderita diabetes dibandingkan yang tidak, meningkat dua kali lipat.

Kondisi Penyakit Diabetes pada Wanita

Kondisi-kondisi berikut ini menjelaskan penyakit diabetes pada wanita, yang membuatnya berbeda dibandingkan diabetes pada pria.

  • Perawatan pada wanita penderita diabetes masih kurang agresif.
  • Adanya komplikasi diabetes pada wanita yang sulit didiagnosis.
  • Adanya perubahan hormon dan peradangan.

Ada beberapa kesamaan gejala diabetes pada pria dan wanita. Meski demikian, ada gejala-gejala tertentu yang hanya dijumpai pada wanita dengan diabetes.

Gejala Tertentu Penyakit Diabetes pada Wanita

1. Adanya Infeksi Jamur pada Daerah Kelamin

Pertumbuhan jamur yang berlebih (biasanya disebabkan oleh jamur candida) dapat menyebabkan infeksi di sekitar daerah kelamin. Infeksi ini berupa sariawan di sekitar vagina. Adapun gejala yang dapat muncul adalah rasa gatal, rasa sakit, keputihan, dan rasa sakit saat melakukan hubungan seksual.

2. Infeksi Saluran Kencing

Risiko infeksi saluran kencing sangat rentan terjadi pada wanita yang mengalami diabetes. Infeksi ini berkembang saat bakteri mulai memasuki saluran kantung kemih. Infeksi ini dapat menimbulkan rasa sakit saat buang air kecil, adanya sensasi terbakar, urine yang berdarah, atau berwarna keruh.

3. Disfungsi Seksual Perempuan

Neuropati diabetic akan terjadi saat glukosa darah tinggi, dan merusak serabut saraf. Hal ini dapat memicu perasaan kesemutan di bagian kaki dan tangan. Hal ini juga memengaruhi sensasi di daerah kelamin, sehingga menurunkan dorongan seksual wanita.

4. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

Gangguan ini terjadi kala wanita menghasilkan hormon laki-laki lebih tinggi, sehingga mengalami sindrom ovarium polikistik. Tanda-tanda terjadinya sindrom PCOS ini adalah:

  • Periode datang bulan yang tidak teratur.
  • Adanya penambahan berat badan.
  • Munculnya jerawat.
  • Depresi.

Penderita diabetes mungkin akan bertanya-tanya tentang kondisi kehamilan mereka. Para ahli berpendapat, penderita diabetes tetap akan mengalami kehamilan yang sehat, walaupun mereka telah didiagnosis diabetes, baik tipe 1 maupun tipe 2. Namun, sangat penting untuk mengatur kondisi kesehatan, baik sebelum ataupun saat kehamilan terjadi, untuk menghindari komplikasi.

Jika menderita diabetes dan merencanakan kehamilan, maka Anda perlu mengonsultasikan dengan dokter. Sebab, diabetes bisa membuat wanita yang mengalaminya, kesulitan untuk hamil.

Selain itu, tingginya gula darah dapat meningkatkan risiko terhadap preeklampsia (tekanan darah tinggi) serta keguguran. Tingginya gula darah selama kehamilan pun berpotensi menimbulkan kelahiran prematur, kelebihan berat badan bayi, serta masalah pernapasan atau gula darah rendah pada bayi.

Healthline. https://www.healthline.com/health/diabetes/symptoms-in-women#risk-factors
Diakses pada 21 Februari 2019

Centers for Disease Control and Prevention. https://www.cdc.gov/features/diabetes-women/index.html
Diakses pada 21 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed