logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Ini Gejala Kekurangan Vitamin D, Penyebab, dan Cara Mengatasinya yang Perlu Diketahui

open-summary

Vitamin D berfungsi layaknya hormon, yang mampu menangkal berbagai penyakit. Sayangnya, kebanyakan orang yang kekurangan vitamin D justru tidak menyadari gejalanya. Vitamin D sendiri memiliki peran yang penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh.


close-summary

3.85

(27)

2 Mei 2019

| dr. Karlina Lestari

Salah satu gejala kekurangan vitamin D adalah mudah lelah

Vitamin D berfungsi layaknya hormon, yang mampu menangkal berbagai penyakit.

Table of Content

  • Asupan kebutuhan vitamin D per hari
  • Penyebab kekurangan vitamin D
  • Ciri-ciri kekurangan vitamin D pada orang dewasa
  • Gejala kekurangan vitamin D pada anak-anak
  • Bahaya kekurangan vitamin D
  • Cara mengatasi kekurangan vitamin D

Tubuh membutuhkan vitamin D untuk meningkatkan sistem imunitas atau kekebalannya. Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi layaknya hormon, yang mampu menangkal berbagai penyakit, sehingga sebaiknya Anda tidak kekurangan vitamin D harian.

Advertisement

Mirisnya, gejala defisiensi vitamin D masih sangat umum dijumpai di tengah masyarakat. Diperkirakan hampir sekitar satu miliar orang di seluruh dunia kekurangan vitamin ini di dalam darah.

Baca Juga

  • 5 Manfaat Miso yang Menyehatkan untuk Tubuh
  • Bukan Hanya Manis, Manfaat Jeruk Keprok untuk Kesehatan juga Beragam
  • 8 Cara Mengatasi Perut Kekenyangan dan Begah

Asupan kebutuhan vitamin D per hari

Dosis vitamin D harian bergantung pada usia dan kondisi kesehatan. Dosis vitamin D yang secara bebas dapat dikonsumsi adalah 400-5000 IU. Sedangkan vitamin D dosis 50.000 IU hanya bisa dibeli dengan resep dokter.

Sedangkan, kebutuhan jumlah vitamin D3 per hari yang dibutuhkan tubuh mencapai 600-2000 IU sekali sehari pada orang dewasa. Sementara pada anak-anak hingga usia 1 tahun, kebutuhan per hari vitamin D3 adalah 0-12 bulan mengonsumsi 400 IU sekali sehari.

Baca juga: Perbedaan Vitamin D dan D3, Ini Fakta Seputar Jenis Vitamin D

Penyebab kekurangan vitamin D

Defisiensi vitamin D adalah kondisi saat tubuh tidak cukup mendapatkan asupan vitamin tersebut. Ada sejumlah faktor yang menyebabkan seseorang mengalami kekurangan vitamin D, salah satunya adalah:

1. Kurang terkena sinar matahari

Tubuh akan membentuk vitamin D dengan bantuan sinar matahari, yang diserap melalui kulit. Bagi Anda yang banyak menghabiskan waktu di dalam ruangan dan kurang terpapar sinar matahari, mungkin saja berisiko mengalami defisiensi vitamin D. 

Sinar matahari yang direkomendasikan oleh para ahli adalah pada pukul 11 hingga 3 sore. Jam-jam ini dianggap sebagai waktu yang tepat memperoleh manfaat sinar matahari tanpa mempertinggi risiko bahaya paparan sinar ultraviolet.

Durasi berjemur yang dianjurkan tidak ada. Namun, usahakan agar Anda tidak berada di bawah sinar matahari dalam yang waktu terlalu lama.Pasalnya, paparan cahaya matahari berlebihan bisa membuat kulit terbakar dan mempertinggi risiko kanker kulit, terutama jika Anda tidak memakai tabir surya.

2. Memiliki kulit berwarna gelap

Pembentukan vitamin D juga dipengaruhi oleh melanin kulit. Melanin adalah bagian yang memberikan warna di kulit tubuh Anda. Semakin gelap warna kulit seseorang, penyerapan sinar matahari guna membentuk vitamin D akan semakin sedikit. Sejumlah penelitian pun menunjukkan bahwa kalangan lanjut usia (lansia) yang berkulit lebih gelap memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami defisiensi vitamin D. 

3. Mengalami gangguan penyerapan vitamin D

Beberapa gangguan kesehatan tertentu dapat memengaruhi kemampuan usus dalam menyerap vitamin D yang berasal dari makanan. Misalnya, pada pengidap penyakit Crohnfibrosis kistik, dan penyakit Celiac.

4. Obesitas

Orang dengan berat badan berlebih atau indeks massa tubuh (BMI) 30 akan lebih cenderung mengalami vitamin D yang rendah.  Sebuah penelitian menunjukkan bahwa kelebihan berat badan berkaitan dengan kadar vitamin D yang rendah karena disebabkan oleh kelebihan lemak yang memengaruhi proses penyerapan vitamin D dalam tubuh. 

5. Sudah berusia lanjut

Seiring bertambahnya usia seseorang, kemampuan tubuhnya dalam menyerap vitamin D akan berkurang. Karena itu, defisiensi vitamin D lebih berisiko dialami oleh kalangan lanjut usia (lansia). 

Ciri-ciri kekurangan vitamin D pada orang dewasa

Kebanyakan orang yang kurang mendapatkan vitamin D justru tidak menyadari gejalanya. Agar lebih mudah mengenalinya, berikut ini 4 gejala kekurangan vitamin D yang patut diwaspadai.

1. Sering sakit 

Vitamin D berperan penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, dalam melawan virus dan bakteri pemicu penyakit. Baik pada orang dewasa maupun anak-anak, vitamin D akan mendukung sel-sel yang bertanggung  jawab dalam melawan infeksi. Saat kekurangan vitamin D, tubuh akan sering sakit. Anda pun akan rentan terhadap flu, pilek, maupun radang tenggorokan.

2. Mudah lelah

Sebenarnya lelah atau letih adalah hal yang normal. Namun, jika Anda sering merasa cepat lelah atau gampang letih, hal ini bisa diwaspadai sebagai salah satu tanda defisiensi vitamin D.

Studi kasus menunjukkan, akibat kekurangan vitamin D dalam darah bisa menyebabkan kelelahan yang berdampak buruk pada kualitas hidup. Anda menjadi kurang produktif, bahkan kesulitan untuk bekerja dan beraktivitas, serta menghabiskan waktu untuk berbaring di tempat tidur.

Dalam sebuah kasus, ada seorang wanita yang mengeluh kelelahan di siang hari dan menderita sakit kepala. Ternyata, kadar vitamin D di dalam darahnya hanya sekitar 5,9 ng/ml. Padahal, kadar normalnya minimal 20 ng/ml.

3. Nyeri tulang dan punggung

Dalam berbagai cara, vitamin D mampu meningkatkan kesehatan tulang Anda. Sebab, vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Apabila Anda sering merasakan nyeri tulang atau sakit punggung, bisa jadi hal ini merupakan gejala dari kurangnya asupan vitamin D.

Hal ini didukung penelitian yang melibatkan lebih dari 9.000 wanita lansia. Mereka yang kurang mendapatkan vitamin D, cenderung sering mengeluh sakit punggung. Kondisi ini pun akhirnya membatasi aktivitas harian mereka.

4. Tulang keropos

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, vitamin D memegang peranan penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang.

Sehingga, saat tubuh kurang vitamin D, risiko terjadinya tulang keropos atau osteoporosis akan meningkat, terutama pada lansia. Sebab, tanpa kekurangan vitamin D pun kepadatan mineral tulang berangsur-angsur menurun seiring bertambahnya usia

Sebuah penelitian membuktikan, kadar vitamin D dan kepadatan tulang 1.100 wanita paruh baya yang telah menopause atau pascamenopause, ternyata sangat rendah. Meskipun, para wanita tersebut mengonsumsi suplemen dosis tinggi, kepadatan tulang tidak berubah secara signifikan.

5. Rakitis

Rakitis adalah pelunakan dan kelemahan tulang pada anak yang terjadi karena kekurangan vitamin D yang ekstrim dan berkepanjangan. Kekurangan vitamin D menyebabkan tubuh sulit menjaga kadar kalsium dan fosfor yang terdapat pada tulang, yang dapat menyebabkan rakitis. Pemberian vitamin D atau kalsium dapat mengobati masalah tulang rakitis.

6. luka sembuh lebih lama

Vitamin D berperan untuk memengaruhi produksi senyawa kimia dalam tubuh yang membantu proses penyembuhan luka. Sehingga, kekurangan vitamin D dapat membuat penyembuhan luka setelah operasi atau kecelakaan berlangsung lebih lama.

7. Suasana hati mudah berubah (mood)

Orang yangmengalami kekurangan vitamin D akan tampak murung atau sedih. Hal ini diduga menjadi salah satu faktor yang menyebabkan seseorang cenderung mudah lelah.

Baca juga: Manfaat Vitamin D, Mulai dari Kesehatan Tulang hingga Mengurangi Depresi

Gejala kekurangan vitamin D pada anak-anak

Sedikit berbeda dengan orang dewasa, gejala kekurangan vitamin D pada anak-anak dapat menyebabkan penyakit atau tanda berupa:

  • Sesak napas
  • Kram dan kejang otot
  • Pertumbuhan lebih lambat
  • Terlambat dalam pertumbuhan gigi dan berjalan
  • Nyeri tulang
  • Kaki bengkok

Bayi atau anak-anak yang mengalami defisiensi vitamin D juga mudah terserang penyakit. Karena asupan vitamin D yang rendah dapat melemahkan daya tahan tubuh.

Bahaya kekurangan vitamin D

Jika tidak segera diobati, kekurangan vitamin D dapat menyebabkan penyakit gangguan tulang. Kelainan tulang akibat kekurangan vitamin D adalah osteomalacia pada orang dewasa dan rakitis pada anak-anak. Osteomalasia adalah kondisi saat tulang tidak dapat mengeras, sehingga rentan bengkok atau patah.

Selain mengalami gangguan tulang, defisiensi vitamin D juga dapat meningkatkan risiko terjadinya sejumlah penyakit, di antaranya:

  • Osteoporosis
  • Radang sendi
  • Infeksi, pneumonia, sepsis, dan TBC
  • Depresi
  • Sakit kepala dan migrain
  • Dementia
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Hipertensi
  • Gagal jantung
  • Multiple sclerosis
  • Rambut rontok
  • Kanker 

Defisiensi vitamin D juga berisiko pada ibu hamil. Ibu hamil yang kekurangan vitamin ini dapat mengalami diabetes gestasional, preeklampsia, dan kelahiran prematur, serta berisiko tinggi melahirkan secara caesar.

Baca juga: Efek Samping Kelebihan Vitamin D yang Patut Diperhatikan

Cara mengatasi kekurangan vitamin D

Terlepas dari temuan itu, asupan vitamin D yang cukup ternyata sangat penting untuk mempertahankan massa tulang, dan mengurangi risiko patah tulang. Selain itu, kekurangan vitamin D pun memicu peningkatan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sebuah penelitian menunjukkan, konsumsi suplemen vitamin D setiap hari, bisa mengurangi potensi hipertensi, yang menjadi faktor risiko diabetes dan penyakit jantung.

Untuk memenuhi kebutuhan vitamin D harian, Anda bisa berjemur di pagi hari. Agar maksimal dalam menyerap vitamin D, berjemurlah di bawah sinar matahari pagi selama 20-30 menit, setidaknya 2 kali seminggu.

Pengobatan kekurangan vitamin D yang utama adalah dengan mendapatkan paparan sinar matahari. Selain mendapatkan paparan sinar matahari, Anda juga bisa mengonsumsi makanan sehat sumber vitamin D, seperti ikan kembung, salmon, jamur, minyak hati ikan kod, tuna, sarden, produk olahan susu (keju, yogurt), dan telur.

Jika ingin mengonsumsi suplemen vitamin D, Anda sebaiknya berkonsultasi terlebih dahulu pada dokter untuk mengetahui dosis dan penggunaan suplemen yang tepat sesuai dengan kondisi kesehatan.

Jika ingin berkonsultasi langsung dengan dokter, Anda bisa chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ.
Download aplikasinya sekarang di Google Play dan Apple Store.

Advertisement

vitaminmakanan sehatsakit jantunghipertensivitamin d

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved