4 Gejala Ini akan Dialami Tubuh Saat Kekurangan Vitamin D

Salah satu gejala kekurangan vitamin D adalah mudah lelah
Vitamin D berfungsi layaknya hormon, yang mampu menangkal berbagai penyakit.

Tubuh membutuhkan vitamin D untuk meningkatkan sistem imunitas atau kekebalannya. Tidak seperti vitamin lainnya, vitamin D berfungsi layaknya hormon, yang mampu menangkal berbagai penyakit.

Mirisnya, gejala kekurangan vitamin D masih sangat umum dijumpai di tengah masyarakat. Diperkirakan hampir sekitar satu miliar orang di seluruh dunia kekurangan vitamin D di dalam darah.

Gejala Kekurangan Vitamin D

Kebanyakan orang yang kekurangan vitamin D justru tidak menyadari gejalanya. Agar lebih mudah mengenalinya, berikut ini 4 gejala kekurangan vitamin D yang patut diwaspadai.

1. Sering Sakit akibat Kekurangan Vitamin D

Vitamin D berperan penting untuk mendukung sistem kekebalan tubuh, dalam melawan virus dan bakteri pemicu penyakit. Vitamin D akan mendukung sel-sel yang bertanggung  jawab dalam melawan infeksi. Saat kekurangan vitamin D, tubuh akan sering sakit. Anda pun akan rentan terhadap flu, pilek, maupun radang tenggorokan.

2. Mudah Lelah

Sebenarnya lelah atau letih adalah hal yang normal. Namun, jika Anda sering merasa cepat lelah atau gampang letih, hal ini bisa diwaspadai sebagai gejala kekurangan vitamin D.

Studi kasus menunjukkan, kekurangan vitamin D dalam darah bisa menyebabkan kelelahan yang berdampak buruk pada kualitas hidup. Anda menjadi kurang produktif, bahkan kesulitan untuk bekerja dan beraktivitas, serta menghabiskan waktu untuk berbaring di tempat tidur.

Dalam sebuah kasus, ada seorang wanita yang mengeluh kelelahan di siang hari dan menderita sakit kepala. Ternyata, kadar vitamin D di dalam dalahnya hanya sekitar 5,9 ng/ml. Padahal, kadar normalnya minimal 20 ng/ml.

3. Nyeri Tulang dan Punggung

Dalam berbagai cara, vitamin D mampu meningkatkan kesehatan tulang Anda. Sebab, vitamin D berfungsi untuk meningkatkan penyerapan kalsium tubuh. Apabila Anda sering merasakan nyeri tulang atau sakit punggung, bisa jadi hal ini merupakan gejala kekurangan vitamin D.

Hal ini didukung penelitian yang melibatkan lebih dari 9.000 wanita lansia. Mereka yang kekurangan vitamin D, cenderung sering mengeluh sakit punggung. Kondisi ini pun akhirnya membatasi aktivitas harian mereka.

4. Tulang Keropos

Seperti yang sudah sedikit disinggung di atas, vitamin D memegang peranan penting dalam penyerapan kalsium dan metabolisme tulang. Banyak lansia yang didiagnosis menderita tulang keropos karena kekurangan kalsium dan vitamin D.

Kepadatan mineral tulang berangsur-angsur menurun seiring bertambahnya usia. Hal ini lansia usia pada risiko tulang keropos, hingga risiko patah tulang.

Sebuah penelitian membuktikan, kadar vitamin D dan kepadatan tulang 1.100 wanita paruh baya yang telah menopause atau pasca menopause, ternyata sangat rendah. Meskipun, para wanita tersebut mengonsumsi suplemen dosis tinggi, kepadatan tulang tidak berubah secara signifikan.

5. Rakitis

Rakitis adalah pelunakan dan kelemahan tulang pada anak yang terjadi karena kekurangan vitamin D yang ekstrim dan berkepanjangan. Kekurangan vitamin D menyebabkan tubuh sulit menjaga kadar kalsium dan fosfor yang terdapat pada tulang, yang dapat menyebabkan rakitis. Pemberian vitamin D atau kalsium dapat mengobati masalah tulang rakitis.

Makanan Sumber Vitamin D

Terlepas dari temuan itu, asupan vitamin D yang cukup ternyata sangat penting untuk mempertahankan massa tulang, dan mengurangi risiko patah tulang. Selain itu, kekurangan vitamin D pun memicu peningkatan risiko tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Sebuah penelitian menunjukkan, konsumsi suplemen vitamin D setiap hari, bisa mengurangi potensi hipertensi, yang menjadi faktor risiko diabetes dan penyakit jantung. Ikan kembung, salmon, jamur, minyak hati ikan kod, tuna, sarden, produk olahan susu (keju, yogurt), dan telur, bisa menjadi sumber vitamin D.

Healhtline. https://www.healthline.com/nutrition/vitamin-d-deficiency-symptoms
Diakses pada November 2018

WebMD. https://www.webmd.com/diet/guide/vitamin-d-deficiency#1
Diakses pada November 2018

Kementerian Kesehatan RI. http://p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/kaitan-kekurangan-vitamin-d-dan-hipertensi
Diakses pada 28 Februari 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed