3 Obat Sakit Kepala untuk Ibu Menyusui, Diskusikan ke Dokter untuk Dosis Amannya

(0)
29 Sep 2020|Arif Putra
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui haruslah aman dan tidak memengaruhi ASIBeberapa pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui yaitu ibuprofen, paracetamol, dan naproxen
Sakit kepala saat menyusui merupakan kondisi yang cukup umum dialami oleh para ibu pasca-persalinan. Sakit kepala saat menyusui dapat disebabkan oleh beragam faktor, mulai dari fluktuasi hormon, lelah fisik dan mental, serta kurang tidur dan dehidrasi. Ibu menyusui pun tentu akan mencari pilihan obat sakit kepala yang aman dikonsumsi. Apa saja pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui?

Pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui

Berikut ini pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui yang aman dikonsumsi:

1. Ibuprofen

Ibuprofen merupakan salah satu obat sakit kepala untuk ibu menyusui yang dilaporkan aman. Ibuprofen menjadi jenis obat yang masuk dalam kategori obat anti-inflamasi non-steroid atau NSAID. NSAID memang dikenal berkhasiat untuk menurunkan suhu tubuh, peradangan, mengurangi pembengkakan di bagian tubuh tertentu, dan meredakan nyeri termasuk sakit kepala.Ibuprofen dianggap aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Bahkan, obat ini disebutkan menjadi jenis pereda nyeri teraman bagi para ibu di masa laktasi. Ibuprofen memang dapat tercampur ke ASI. Namun, kadar yang masuk tersebut sangat kecil dan hampir tidak terdeteksi. Temui dokter untuk mendapatkan dosis ibuprofen paling aman sebagai obat sakit kepala untuk ibu menyusui. Selalu ikuti anjuran pemakaian obat dari dokter untuk menghindari hal-hal yang tak Anda inginkan, termasuk pada Si Kecil.

2. Paracetamol

Paracetamol atau acetaminophen merupakan obat analgesik yang juga masuk dalam kategori antipiretik. Analgesik membantu meredakan nyeri dan obat-obat antipiretik membantu menurunkan suhu tubuh saat demam.Paracetamol sebagai obat sakit kepala untuk menyusui sering diresepkan untuk meredakan nyeri pasca-persalinan. Obat ini juga membantu mengatasi nyeri dalam kondisi setelah melahirkan, seperti nyeri di puting susu saat menyusui, pembengkakan payudara, saluran air susu yang tersumbat, dan peradangan pada payudara.Paracetamol dilaporkan aman untuk dikonsumsi ibu menyusui. Seperti ibuprofen, paracetamol dalam kadar kecil juga berisiko terminum oleh Si Kecil. Namun, bayi yang sehat cenderung bisa menerima obat ini dengan baik – terutama jika Anda mengonsumsinya dengan dosis yang tepat.Untuk menghindari risiko efek samping dan bahayanya, Anda sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi paracetamol. Dokter dapat memberikan dosis yang sesuai dan anjuran penggunaan yang sesuai agar tidak membahayakan diri Anda dan Si Kecil.

3. Naproxen

Seperti ibuprofen, naproxen juga masuk dalam kategori NSAID. Naproxen dapat diresepkan dokter untuk meredakan demam dan nyeri, termasuk sebagai obat sakit kepala untuk ibu menyusui.Naproxen dilaporkan aman untuk dikonsumsi oleh ibu menyusui. Namun, dengan catatan, pemakaian naproxen hanya bisa dilakukan untuk jangka pendek, terutama untuk satu kali penggunaan. Anda harus mengonsumsi obat ini berdasarkan resep dokter untuk menghindari risiko bahaya pada diri Anda dan Si Kecil yang menyusu.

Efek samping obat sakit kepala untuk ibu menyusui

Seperti obat-obatan lain, obat sakit kepala untuk ibu menyusui juga memiliki risiko efek samping dan peringatan. Apa saja?

1. Efek samping ibuprofen untuk ibu menyusui

Ibuprofen menjadi obat sakit kepala untuk ibu menyusui yang cenderung aman dan hampir tidak ada efek samping yang dilaporkan. Namun, jika mengalami gejala berikut ini pasca mengonsumsi ibuprofen, Anda harus segera menemui dokter:
  • Jika Anda mengalami mual, pusing, atau sakit perut, hubungi dokter
  • Jika Si Kecil mengalami diare atau muntah, hentikan penggunaan ibuprofen dan segera hubungi dokter

2. Efek samping paracetamol untuk ibu menyusui

Diskusikan dengan dokter sebelum Anda mengonsumsi paracetamol sebagai obat sakit kepala untuk ibu menyusui – terutama jika Si Kecil memiliki masalah kesehatan atau lahir secara prematur. Penggunaan paracetamol yang berlebihan dapat berbahaya dan Anda tidak bisa mengonsumsinya sembarangan atau terlalu lama. Efek samping paracetamol tetap mungkin terjadi. Pada ibu menyusui, efek samping yang dilaporkan yakni diare, masalah perut, dan keracunan hati jika dikonsumsi dalam dosis tinggi atau bila diminum dalam jangka waktu yang lama.Sementara itu, walau jarang terjadi, Si Kecil dapat mengalami masalah di lambung, diare, ruam, atau masalah pada organ hati jika sang ibu overdosis paracetamol. Jika Anda mencurigai munculnya efek samping, segera hentikan penggunaan paracetamol dan hubungi dokter.

3. Efek samping naproxen untuk ibu menyusui

Risiko efek samping naproxen pada ibu termasuk sakit perut, nyeri ulu hati, sakit kepala, mual, pusing, telinga berdenging, dan ruam kulit.Apabila obat ini memicu kantuk pada bayi, langsung hentikan penggunaan naproxen. Perhatikan pula jika Si Kecil mengalami gangguan pencernaan seperti muntah dan diare. Sebagai informasi, naproxen juga dikaitkan dengan perdarahan dan anemia pada bayi berusia tujuh hari pada tahun 1989.Untuk itu, Anda harus berkonsultasi dengan dokter sebelum mengonsumsi naproxen.

Catatan dari SehatQ

Beberapa pilihan obat sakit kepala untuk ibu menyusui yaitu ibuprofen, paracetamol, dan naproxen. Ketiga obat tersebut cenderung aman dikonsumsi bagi para busui, walau risiko efek samping tetap perlu diperhatikan. Diskusikan dengan dokter untuk mendapatkan dosis teraman dalam mengonsumsi obat sakit kepala untuk ibu menyusui di atas.
minum obat saat menyusuiparacetamolibu menyusuisakit kepala
Healthline. https://www.healthline.com/health/parenting/ibuprofen-breastfeeding
Diakses pada 16 September 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/breastfeeding-and-medications/art-20043975
Diakses pada 16 September 2020
Verywell Family. https://www.verywellfamily.com/can-you-take-motrin-or-advil-if-youre-breastfeeding-431606
Diakses pada 16 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait