Salah satu manfaat berhubungan intim bagi kesehatan adalah melawan flu
Aktivitas seksual ternyata membawa berbagai manfaat kesehatan

Seks tak hanya menyenangkan tetapi sekaligus baik untuk tubuh. Adakah manfaat berhubungan intim bagi kesehatan? Semakin banyak riset yang meneliti tentang seks dan menguak manfaat seks untuk kesehatan. 

Dr. Irwin Goldstein, seorang direktur di Sexual Medicine di Alvarado Hospital dalam riset terbarunya menyimpulkan bahwa aktivitas seksual berdampak baik bagi kesehatan.

Riset ini juga memberikan beberapa pernyataan spesifik seputar manfaat berhubungan intim bagi kesehatan. Setidaknya ada 12 manfaat seks untuk kesehatan yang sudah terbukti.

Manfaat Berhubungan Intim Bagi Kesehatan

1. Melawan Pilek dan Flu

Berdasarkan studi oleh Wilkes University, mereka yang berhubungan seks beberapa kali dalam seminggu cenderung memiliki lebih banyak antibodi immunoglobulin A (IgA) dalam air liur. Antibodi ini merupakan perlindungan pertama terhadap pilek dan flu.

Orang yang jarang berhubungan seks (kurang dari satu kali per minggu) memiliki IgA yang lebih sedikit. 

2. Membakar Kalori

Seks meningkatkan peredaran darah dan memompa jantung. Prinsipnya, seks adalah sejenis olahraga yang pastinya lebih menyenangkan dibandingkan berlari di lapangan.

Seks memang tidak membakar banyak kalori. Berdasarkan studi tahun 2013 oleh The New England Journal of Medicine, pria berusia 30 tahun membakar 21 kilokalori saat bercinta.

3. Mengurangi Risiko Penyakit Jantung

Banyak studi yang sudah menunjukkan dampak aktivitas sosial dengan panjangnya usia. Secara spesifik, seks bisa mengurangi risiko penyakit jantung, stroke dan lainnya.

Pada tahun 2020, New England Research Institute juga melakukan studi masif dengan hasil yang menunjukkan bahwa aktivitas seks rutin bisa mengurangi risiko penyakit jantung.

4. Mengatur Kadar Hormon

Profil hormon seseorang yang sehat akan menunjang siklus menstruasi yang rutin dan menjauhkan gejala negatif menstruasi.

5. Menyembuhkan Sakit Kepala dan Mengurangi Sakit Fisik

Saat berhubungan seks, hormon oksitosin yang dilepaskan dalam tubuh bisa mengurangi rasa sakit. Studi yang diterbitkan Bulletin of Experimental Biology and Medicine menunjukkan para relawan yang menghirup uap oksitosin hanya merasakan setengah dari rasa sakit saat jari mereka ditusuk jarum.

6. Mengurangi Stres & Menurunkan Tekanan Darah

Penelitian menunjukkan adanya hubungan antara bercinta dan tekanan darah yang menurun. Menurut Joseph J. Pinzone, CEO dan direktur medis Amai Wellness mengatakan bahwa hubungan seksual membantu menurunkan tekanan darah sistolik. 

Selain itu, manfaat berhubungan intim bagi kesehatan adalah meredakan stres dan kecemasan. Sentuhan dan pelukan dapat melepaskan hormon yang membuat Anda merasa baik. 

Ketika Anda merasakan gairah seksual, otak Anda akan melepaskan zat kimia yang meningkatkan sistem otak terkait kesenangan dan perasaan dihargai. 

7. Mengurangi Risiko Kanker Prostat

Pada 2003, peneliti dari Australia menerbitkan studi yang menunjukkan semakin besar frekuensi ejakulasi oleh pria berusia 20-50 tahun, semakin kecil kemungkinan kanker prostat. Berdasarkan studi ini, pria berusia sekitar 20 tahun, direkomendasikan ejakulasi sekali dalam sehari.

Studi yang serupa dilakukan setahun setelahnya, oleh National Cancer Institute. Hasilnya, pria yang ejakulasi sebanyak 5 kali seminggu, akan lebih jarang mengidap kanker prostat.

8. Mengurangi Risiko Kanker Payudara

Studi menunjukkan bahwa wanita yang melakukan hubungan seksual akan punya risiko kanker payudara yang lebih rendah.

9. Meningkatkan Rasa Percaya Diri & Memperbaiki Mood

Efek psikologis dari seks untuk kesehatan adalah rasa puas secara jangka panjang terhadap kesehatan mental seseorang serta memperbaiki kemampuan komunikasi secara jujur dan penuh keintiman.

Mereka yang aktif secara seksual lebih kecil diserang alexithymia, yaitu ketidakmampuan ekspresi dan pemahaman emosi.

10. Mencegah Preeklampsia

Preeklampsia adalah kondisi tekanan darah yang tinggi semasa kehamilan dan bisa menyebabkan disfungsi organ. Preeklampsia umum terjadi pada masa kandungan di usia 20 minggu, tapi bisa juga lebih dini atau bahkan setelah melahirkan.

Beberapa studi menunjukkan wanita hamil yang terekspos pada sperma pria, akan lebih aman dari serangan preeklampsia.

Sebuah uji coba oleh biologis Belanda di tahun 2000 juga mengonfirmasi bahwa wanita yang melakukan seks oral secara rutin akan memiliki risiko preeklamsia yang lebih rendah.

11. Meningkatkan Indra Penciuman

Para ilmuwan sudah lama menandai produksi hormon prolaktin yang hadir setelah orgasme. Pada tahun 2003, tim riset di Kanada melakukan tes pada tikus percobaan, dengan keberadaan prolaktin yang menumbuhkan saraf baru di otak pada bagian penciuman.

Dr. Samuel Weiss, salah satu peneliti, mengatakan kadar prolaktin setelah berhubungan seks, membantu membentuk memori yang merupakan bagian dari perilaku reproduksi.

12. Meningkatkan Kendali Kantong Kemih

Gerakan pelvis saat berhubungan intim mengaktifkan otot kegel yang mengendalikan kontrol urin. Jadi, semakin banyak berhubungan seks akan baik untuk mengatasi lemahnya otot pelvis saat menua nantinya.

Selain itu, wanita yang terus aktif secara seksual bahkan setelah menopause cenderung jarang mengalami atrofi vagina (penipisan dinding vagina). Atrofi vagina ini yang menyebabkan rasa sakit saat berhubungan seks dan buang air kecil.

Healthline. https://www.healthline.com/health/ways-sex-helps-you-live-longer#increases-bladder-control
Diakses pada Oktober 2018

WebMD.https://www.webmd.com/sex-relationships/guide/sex-and-health#3
Diakses pada Februari 2019

 

Artikel Terkait

Banner Telemed