Penting bagi lansia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan tekanan darah, kadar kolestrol, dan vaksin
Tes kesehatan dan vaksin bisa melindungi lansia dalam jangka panjang

Saat menapaki usia lanjut, kebutuhan pemeriksaan medis biasanya akan semakin meningkat. Jika Anda memiliki kerabat maupun anggota keluarga lansia, sudah seharusnya kesehatan mereka selalu dipantau dan diperiksa secara berkala.

Penting bagi lansia untuk menjalani pemeriksaan kesehatan dan vaksin. Namun apa saja tes kesehatan dan vaksin yang umumnya diberikan bagi lansia?

1. Tes Tekanan Darah

Satu dari tiga lansia mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi berdasarkan data Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit di Amerika Serikat. Hipertensi kerap dijuluki sebagai "silent killer" karena gejalanya jarang diketahui, hingga menyebabkan risiko serangan jantung dan kematian. Oleh sebab itu, pemeriksaan tekanan darah minimal dilakukan setahun sekali.

2. Tes Kadar Kolesterol

Kadar kolesterol yang sehat dapat menurunkan risiko serangan jantung dan stroke. Jika hasil tes kolesterol menunjukkan angka yang tinggi, dokter akan menyarankan beberapa obat dan gaya hidup sehat sebagai penanganannya.

3. Vaksinasi

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat merekomendasikan lansia untuk mendapatkan vaksinasi berikut ini:

  • Vaksin tetanus setiap 10 tahun sekali.
  • Suntikan vaksin flu tahunan.
  • Vaksin pneumokokus untuk mencegah penyakit pneumonia di atas usia 65 tahun.
  • Vaksin penyakit herpes zoster untuk lansia di atas 60 tahun.

4. Tes Mata

The American Academy of Ophthalmology menyarankan pemeriksaan mata untuk orang-orang di atas usia 40 tahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyakit glaukoma dan katarak yang kerap menyerang lansia.

5. Tes Periodontal

Yang tidak kalah penting bagi lansia adalah tes kesehatan gigi dan mulut. Dokter gigi menyarankan tes periodontal minimal 2 kali dalam setahun.

6. Tes Pendengaran

Kehilangan atau penurunan fungsi pendengaran merupakan bagian alami dari penuaan. Hal ini terjadi karena infeksi atau kondisi medis lainnya. Setiap 2-3 tahun sekali, lansia perlu tes pendengaran untuk mempertahankan fungsi telinga.

7. Tes Kepadatan Tulang

Berdasarkan data Yayasan Osteoporosis Internasional, sebanyak 75 juta orang terkena osteoporosis di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat. Tes kepadatan tulang sebaiknya rutin dianjurkan pada lansia di atas 65 tahun, terutama wanita.

8. Tes Vitamin D

Vitamin D yang mendukung tulang, ikut mempertahankan kesehatan dan mencegah penyakit jantung, diabetes maupun kanker. Tes vitamin D sebaiknya dilakukan setiap tahun karena seiring bertambahnya usia, kadar vitamin D dalam tubuh biasanya akan berkurang.

9. Tes Diabetes

Pada tahun 2012, American Diabetes Association menyatakan bahwa hampir 29 juta orang Amerika mengidap diabetes tipe 2. Tes diabetes dilakukan dengan tes gula darah saat berpuasa dan tes gula darah setelah makan.

10. Mammogram

Berdasarkan American Cancer Society, wanita yang berusia antara 45-54 tahun harus menjalani pemeriksaan payudara dan mammogram setiap 1-2 tahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah kanker payudara, terutama jika ada riwayat keluarga yang mengidap penyakit ini.

11. Pap Smear

Wanita di usia lebih dari 65 tahun juga perlu pemeriksaan Pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Di Indonesia, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit kerap mengadakan tes Pap smear secara gratis.

Ibarat pepatah "lebih baik mencegah daripada mengobati", mari lindungi kesehatan lansia yang Anda sayangi dengan mengikuti beberapa tes kesehatan dan vaksin lansia di atas.

 

Healthline. https://www.healthline.com/health/senior-health-tests#vaccines
Diakses pada Oktober 2018

 

Artikel Terkait

Banner Telemed