logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kesehatan Lansia

Kenali Berbagai Jenis Pemeriksaan Kesehatan Lansia yang Penting Dilakukan

open-summary

Pemeriksaan kesehatan lansia terdiri dari berbagai macam, seperti tes tekanan darah, tes gula darah, hingga mammogram dan pap smear. Para lansia sudah seharusnya melakukan medical check up secara rutin.


close-summary

5

(4)

13 Jun 2019

| Maria Yuniar

Ditinjau oleh dr. Karlina Lestari

Pemeriksaan kesehatan lansia

Pemeriksaan kesehatan lansia penting dilakukan agar kondisi kesehatan bisa terpantau dengan baik

Table of Content

  • Macam-macam pemeriksaan kesehatan lansia

Saat menapaki usia lanjut, seseorang jadi lebih rentan terserang penyakit, termasuk penyakit mematikan. Itu sebabnya, jika Anda memiliki kerabat maupun anggota keluarga yang sudah lansia, sudah seharusnya kesehatan mereka selalu dipantau melalui sejumlah pemeriksaan kesehatan lansia. 

Advertisement

Apa saja macam-macam medical check up untuk lansia? Simak informasinya berikut ini.

Macam-macam pemeriksaan kesehatan lansia

Usia lanjut identik dengan berbagai macam gangguan kesehatan, dari yang sifatnya ringan hingga serius dan mematikan sekalipun. Hal ini tidak lepas dari menurun atau bahkan rusaknya fungsi organ-organ tubuh akibat penuaan yang terjadi tersebut.

Guna mencegah atau setidaknya meminimalisir risiko dan komplikasi dari penyakit-penyakit tersebut, lansia hendaknya rutin melakukan pemeriksaan kesehatan (medical check up).Beberapa jenis pemeriksaan kesehatan lansia yang umum dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Tes Tekanan Darah

Satu dari tiga lansia mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi, demikian menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat (CDC). Hipertensi kerap dijuluki sebagai "silent killer" karena gejalanya kerap tidak terdeteksi. Celakanya, kondisi ini dapat meningkatkan risiko serangan jantung yang bisa berujung kematian.

Pada lansia, pemeriksaan tekanan darah sebaiknya dilakukan minimal setahun sekali. Namun, tes kesehatan untuk lansia yang satu ini bisa saja akan lebih sering dilakukan apabila lansia memiliki riwayat tekanan darah tinggi. 

2. Tes Kadar Kolesterol

Jenis tes kesehatan untuk lansia selanjutnya adalah tes kadar kolesterol. Seperti tekanan darah, kadar kolesterol yang tinggi juga menjadi pemicu penyakit serangan jantung yang berbahaya. Tidak hanya itu, kolesterol juga bisa berakibat pada penyakit kardiovaskular lainnya yakni stroke. 

Itu sebabnya, lansia perlu juga menjalani tes ini untuk memastikan jika kadar kolesterolnya berada di angka normal. Jika ternyata kadar kolesterol tinggi, dokter bisa segera memberikan saran medis untuk menurunkan kolesterol seperti menghindari makanan berlemak dan berminyak, atau bisa juga memberikan resep obat kolesterol. 

3. Vaksinasi

Selain itu, CDC juga menyarankan lansia untuk melakukan vaksinasi, yaitu:

  • Vaksin tetanus setiap 10 tahun sekali.
  • Suntikan vaksin flu tahunan.
  • Vaksin pneumokokus untuk mencegah penyakit pneumonia di atas usia 65 tahun.
  • Vaksin penyakit herpes zoster untuk lansia di atas 60 tahun.

4. Tes Mata

The American Academy of Ophthalmology menyarankan pemeriksaan mata untuk orang-orang di atas usia 40 tahun. Medical check up untuk lansia yang satu ini bertujuan untuk memantau kondisi kesehatan mata dan mendeteksi apakah ada gangguan pada mata yang mengarah ke sejumlah penyakit seperti penyakit glaukoma dan katarak yang memang kerap menyerang lansia.

Pemeriksaan mata umumnya meliputi:

  • Tes ketajaman mata
  • Pemeriksaan retina
  • Slit-lamp

5. Tes Periodontal

Lansia juga rentan mengalami masalah pada gigi dan mulutnya, entah itu gigi rusak, infeksi mulut, dan sebagainya. Oleh karenanya, dokter juga akan menyarankan lansia untuk melakukan pemeriksaan periodontal secara berkala untuk memantau kondisi gigi dan mulut.

Perlu diperhatikan, kesehatan gigi dan mulut yang kurang terjaga, ditambah dengan jarangnya melakukan pemeriksaan medis, dapat memicu masalah pada gigi dan mulut seperti masalah gusi dan sebagainya. Jika dibiarkan, masalah-masalah ini bisa berdampak pada kesehatan tubuh secara keseluruhan, termasuk meningkatkan risiko penyakit jantung

Baca Juga

  • Makanan yang Dilarang untuk Ibu Menyusui, Apa Saja? (Plus Minuman)
  • Ketahui Penyebab Lansia Susah Makan dan Cara Mengatasinya
  • Hati-hati! Anoreksia Geriatri, Kondisi yang Membahayakan Bagi Lansia

6. Tes Pendengaran

Kehilangan atau penurunan fungsi pendengaran merupakan bagian alami dari penuaan. Hal ini terjadi karena infeksi atau kondisi medis lainnya. Guna mencegah bertambah parahnya gangguan pendengaran yang terjadi, setiap 2-3 tahun sekali lansia juga perlu melakukan tes pendengaran.

7. Tes Kepadatan Tulang

Berdasarkan data Yayasan Osteoporosis Internasional, sebanyak 75 juta orang terkena osteoporosis.  Osteoporosis adalah penyakit pengeroposan tulang. Kondisi ini rentan dialami lansia, terutama wanita.

Untuk itu, tes kepadatan tulang juga masuk ke dalam jenis pemeriksaan kesehatan lansia yang perlu dilakukan secara berkala. 

8. Tes Vitamin D

Vitamin D punya sejumlah peran penting bagi tubuh, mulai dari membantu penyerapan kalsium, hingga mencegah penyakit jantung, diabetes maupun kanker. Sayangnya, kadar vitamin D di dalam tubuh akan terus menurun seiring bertambahnya usia.

Untuk itu, tes kadar vitamin D pada lansia perlu dilakukan guna memantau kadar vitamin tersebut di dalam tubuh. Jika dokter mendapati kadar vitamin D di dalam tubuh lansia berkurang, dokter bisa segera melakukan langkah-langkah penanganan seperti memberikan suplemen vitamin D dan sebagainya.

9. Tes Diabetes

Salah satu jenis pemeriksaan kesehatan lansia yang juga tak kalah penting adalah tes diabetes. Ini dikarenakan diabetes merupakan penyakit yang umum menyerang lansia. Penyakit ini terjadi akibat kadar gula darah yang terlalu berlebihan. 

Tes diabetes dilakukan untuk memantau kadar gula darah (glukosa) di dalam tubuh. Biasanya, pemeriksaan yang dilakukan adalah gula darah puasa, yakni di pagi hari setelah semalam tidak makan dan minum.

10. Mammogram

Mammogram adalah pemeriksaan kesehatan lansia yang bertujuan untuk mendeteksi kanker payudara pada wanita. Menurut American Cancer Society, wanita yang berusia antara 45-54 tahun harus menjalani pemeriksaan payudara dan mammogram setiap 1-2 tahun. Hal ini dilakukan untuk mencegah kanker payudara, terutama jika ada riwayat keluarga yang mengidap penyakit ini.

11. Pap Smear

Wanita di usia lebih dari 65 tahun juga perlu pemeriksaan Pap smear untuk mendeteksi kanker serviks. Di Indonesia, pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) atau rumah sakit kerap mengadakan tes Pap smear secara gratis.

Ibarat pepatah "lebih baik mencegah daripada mengobati", mari lindungi kesehatan lansia yang Anda sayangi dengan mengikuti beberapa pemeriksaan kesehatan lansia secara rutin.

Guna mengetahui lebih lanjut perihal medical check up untuk lansia, silahkan berkonsultasi dengan dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play. 

tes kesehatan dan vaksin lansia

Advertisement

gangguan lansialansiakesehatan lansiainfografis

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved