Hamil Kembar, Inilah 13 Hal yang Perlu Anda Ketahui


Hamil kembar adalah hal yang membahagiakan, tetapi berbeda dengan kehamilan tunggal. Kehamilan ini memiliki beberapa risiko seperti meningkatnya gejala morning sickness hingga risiko diabetes gestasional.

(0)
02 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Ditinjau olehdr. Reni Utari
Hamil kembar meningkatkan risiko ibu terkena morning sickness hingga diabetes gestasionalHamil kembar memerlukan lebih banyak asupan asam folat
Hamil kembar dan hamil bayi tunggal tentu memiliki gejala maupun proses kehamilan yang berbeda. Pada beberapa kasus, hamil bayi kembar memiliki beberapa tanda kehamilan yang menimbulkan risiko kesehatan dan perlu diwaspadai, mulai dari morning sickness yang lebih parah hingga diabetes gestasional.

Fakta mengenai hamil kembar

Selain memahami ciri-ciri hamil anak kembar, mengenali beberapa fakta seputar kehamilan bayi kembar dapat membantu Anda untuk lebih waspada dalam menghadapi risiko yang mungkin muncul saat hamil anak kembar. Berikut penjelasannya.

1. Hamil kembar lebih mungkin terjadi antara usia 30-an hingga 40-an

Umumnya, proses kehamilan dalam rentang usia antara 30 hingga 40-an memang cukup sulit. Hal ini pun membuat dokter kandungan meresepkan obat agar sel telur yang keluar tidak hanya satu. Inilah yang membuat hamil kembar mungkin terjadi saat usia wanita lebih dewasaTidak hanya itu, dalam rentang usia ini kemungkinan memiliki bayi kembar lebih tinggi. Faktanya, setelah perempuan berusia 30-an hingga 40-an, siklus ovulasinya menjadi tidak teratur. Wanita dalam rentang usia ini dapat berovulasi dengan dua folikel pada saat yang sama. Inilah yang menyebabkan kehamilan kembar.

2. Membutuhkan lebih banyak asupan asam folat

Wanita hamil kembar perlu asupan asam folat lebih banyak
Wanita hamil kembar perlu asupan asam folat lebih banyak
Wanita yang hamil kembar membutuhkan lebih banyak asupan asam folat untuk membantu mencegah dua bayi mengalami cacat lahir saraf, seperti spina bifidaWanita yang hamil anak kembar direkomendasikan untuk mengonsumsi 1 mg asam folat per hari. Bandingkan dengan kebutuhan asupan asam folat bagi ibu hamil bayi tunggal yang hanya 0,4 mg per hari.

3. Butuh lebih banyak asupan kalori

Saat sedang hamil kembar, Anda membutuhkan lebih banyak asupan kalori yaitu setidaknya 2700 kalori setiap harinya. Dokter Anda juga mungkin akan meresepkan suplemen tambahan seperti vitamin dan mineral untuk Anda konsumsi. Hal ini dilakukan karena calon ibu yang hamil kembar berisiko lebih besar terkena anemia karena zat besi yang dibutuhkan lebih banyak guna mendukung pertumbuhan dua bayi di dalam kandungan.

4. Morning sickness lebih parah dibandingkan kehamilan tunggal

Morning sickness saat hamil kembar terjadi akibat hCG yang tinggi
Morning sickness saat hamil kembar terjadi akibat hCG yang tinggi
Morning sickness disebabkan oleh tingginya hormon chorionic gonadotropin (hCG). Hormon ini akan diproduksi lebih banyak ketika mengandung janin kembar sehingga membuat morning sickness menjadi lebih buruk pada trimester pertama.Selain itu, mengandung anak kembar juga meningkatkan risiko beberapa gangguan kesehatan seperti sakit punggung, kesulitan tidur, nyeri ulu hati, hingga anemia.Risiko terjadinya perdarahan pasca melahirkan juga lebih tinggi dibanding saat hamil bayi tunggal.

5. Lebih mungkin mengalami spotting

Spotting (keluarnya bercak darah) memang umum terjadi pada wanita hamil, hanya saja hal ini lebih banyak terjadi pada wanita yang hamil anak kembar.

6. Lebih sedikit aktivitas bayi

Ruang gerak di dalam rahim saat hamil kembar lebih sedikit
Ruang gerak di dalam rahim saat hamil kembar lebih sedikit
Aktivitas yang dilakukan bayi terjadi di dalam rahim kemungkinan lebih sedikit terjadi pada kehamilan kembar. Hal ini disebabkan karena semakin sempitnya ruang yang tersisa di dalam rahim.

7. Berat badan ibu lebih tinggi

Berat badan ibu akan semakin tinggi karena terdapat dua bayi, dua plasenta, dan cairan ketuban. Kenaikan berat badan ini biasanya muncul saat memasuki trimester kedua.Selain itu, ibu juga membutuhkan lebih banyak asupan kalori. Untuk kasus ini, sebaiknya ibu berkonsultasi dengan bidan atau dokter ahli.

8. Berisiko tinggi mengidap penyakit diabetes gestasional

Ibu hamil kembar lebih berisiko alami diabetes gestasional
Ibu hamil kembar lebih berisiko alami diabetes gestasional
Wanita yang hamil anak kembar lebih berisiko mengidap penyakit diabetes gestasional. Diabetes ini khas, mengingat hanya muncul saat masa kehamilan.Gangguan kesehatan ini membuat bayi tumbuh lebih besar dan kemungkinan harus melakukan operasi caesar saat persalinan.

9. Risiko preeklamsia lebih tinggi

Preeklamsia ditandai dengan adanya tekanan darah tinggi (tekanan darah di atas 140/90 mmHg), protein dalam urine, serta bengkak pada kaki dan tangan.

10. Meningkatkan risiko bayi lahir prematur

Karena usia kehamilan lebih cepat, hamil kembar berisiko lahir prematur
Karena usia kehamilan lebih cepat, hamil kembar berisiko lahir prematur
Ibu yang hamil bayi tunggal umumnya akan melahirkan pada usia kehamilan 40 minggu. Sementara, sebagian besar ibu yang hamil bayi kembar akan melahirkan lebih cepat yaitu pada usia kehamilan 36 hingga hamil 37 minggu.

11. Operasi caesar lebih sering terjadi

Kemungkinan melahirkan dengan operasi caesar biasanya sering terjadi pada kehamilan kembar. Salah satu penyebabnya yakni karena posisi bayi sungsang. Meski begitu, kemungkinan untuk melahirkan secara vaginal pada kehamilan bayi kembar tetap terbuka.Bahkan, tidak menutup kemungkinan proses kelahiran antara satu bayi dengan bayi yang lainnya dilakukan dengan prosedur yang berbeda.

12. Mudah lelah

Ibu hamil kembar lebih mudah lelah
Ibu hamil kembar lebih mudah lelah
Tenaga ibu akan lebih  mudah terkuras. Sebab, ibu harus memenuhi nutrisi untuk janin yang jumlahnya lebih dari satu. Tentu, tumbuh kembang janin kembar pun harus selalu didukung dengan asupan gizi yang baik.Terkadang, karena kebutuhan gizi yang harus dipenuhi lebih banyak, tak jarang ibu merasakan lelah yang ekstrem.

13. Berisiko mengalami twin to twin transfusion syndrome (TTTS)

Menurut riset terbitan The American Journal of Pathology, sindrom TTTS ini komplikasi parah yang terjadi pada 5% ibu hamil kembar. Hal ini terjadi akibat suplai darah janin tidak seimbang.Pada bayi yang kekurangan darah akan memiliki jantung dan ginjal yang kecil, anemia, serta kekurangan oksigen pada tubuh.Sementara, pada bayi yang menerima darah terlalu banyak akan mengalami gagal jantung.

Catatan dari SehatQ

Hamil kembar tentu tetap harus dirawat dengan baik. Anda diharapkan dapat lebih waspada untuk menghindari risiko-risiko yang muncul. Rutin periksakan kondisi kehamilan Anda ke  dokter kandungan terdekat atau konsultasikan melalui chat dokter di aplikasi kesehatan keluarga SehatQ agar apabila terdapat gangguan kesehatan tertentu pada ibu maupun bayi dapat dideteksi sejak dini.Download sekarang di App Store dan Google Play.
kehamilankehamilan bayi kembarhamilmasalah kehamilanibu hamil
International Journal of Reproduction, Contraception, Obstetrics, and Gynecology. https://www.ijrcog.org/index.php/ijrcog/article/view/2870
Diakses pada Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/baby/features/11-things-you-didnt-know-about-twin-pregnancies#1
Diakses pada Oktober 2018
Parents. https://www.parents.com/pregnancy/my-baby/twins-multiples/twin-pregnancy-facts/
Diakses pada 14 Maret 2019
The American Journal of Pathology. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1850040
Diakses pada 29 Januari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait