Menopause pada wanita umumnya menyebabkan banyak perubahan pada tubuh.
Menopause rata-rata terjadi pada wanita berusia di atas 51 tahun.

Premenopause umumnya terjadi pada wanita yang memasuki usia antara akhir 40-an atau awal 50-an. Selama masa ini, wanita tidak akan memiliki periode menstruasi selama satu tahun, atau menstruasi yang sudah mulai tidak lancar, dibandingkan siklus sebelumnya. Tentunya, menopause menyebabkan banyak perubahan pada tubuh Anda. Apa saja perubahan yang dimaksud? Pelajari 11 hal penting soal menopause wanita berikut ini.

1. Umur Berapa Saya Menopause?

Usia rata-rata menopause adalah 51 tahun. Mayoritas wanita akan berhenti menstruasi pada usia 45-55 tahun. Usia seorang wanita mulai menopause seringkali dipengaruhi umur saat menstruasi dimulai, ketika remaja. Semakin muda seseorang mengalami haid, maka tanda menopause akan lebih dini terjadi. Namun, kebiasaan atau gaya hidup yang buruk seperti merokok, bisa menyebabkan menopause dini.

2. Apa Perbedaan antara Premenopause dan Menopause?

Premenopause mengacu pada periode waktu tepat sebelum menopause dimulai. Gejalanya seperti pusing, berkeringat, kekeringan pada vagina, penurunan gairah seksual, dan kesulitan tidur. Setelah siklus menstruasi berhenti selama 1 tahun, Anda memasuki masa menopause.

3. Gejala Apa yang Muncul Saat Menopause?

Sebanyak 75 persen wanita mengalami hot flash atau sensasi gerah dan panas di seluruh tubuh. Selain itu, gejala lain yang muncul seperti nyeri otot dan nyeri sendi serta perubahaan suasana hati.

4. Apa Tanda-tanda Hot Flash?

Selama hot flash, suhu badan akan meningkat dan terasa gerah. Kulit kadang berubah kemerahan atau timbuk bercak-bercak merah. Peningkatan suhu membuat Anda jadi berkeringat, jantung berdebar dan pusing.

5. Apakah Menopause Memengaruhi Kesehatan Tulang?

Kadar estrogen yang menurun selama menopause, dapat memengaruhi jumlah kalsium di dalam tulang. Hal ini memicu penurunan kepadatan tulang atau yang dikenal sebagai osteoporosis.

6. Apakah Penyakit Jantung Berhubungan dengan Menopause?

Kondisi lain yang berkaitan dengan menopause adalah penyakit jantung. Kadar estrogen yang rendah membuat pembuluh darah jantung tidak fleksibel dan mempengaruhi aliran darah.

7. Apakah Berat Badan Saya Bertambah ketika Menopause?

Perubahan kadar hormon bisa menyebabkan berat badan naik. Namun, penuaan juga bisa berkontribusi terhadap peningkatan berat badan. Daripada khawatir, lebih baik tetap menjaga diet seimbang, berolahraga teratur dan melakukan kebiasaan sehat lain untuk mengendalikan berat badan.

8. Apakah Gejala Menopause akan Sama untuk Setiap Wanita?

Gejala menopause akan bervariasi untuk setiap wanita. Hal ini disebabkan oleh kondisi yangberbeda-beda. Konsultasikan dengan dokter jika Anda memiliki pertanyaan tentang menopause untuk mengurangi gejala yang muncul.

9. Kapan Saya Mengalami Menopause setelah Histerektomi (Pengangkatan Rahim)?

Setelah menjalani pembedahan histerektomi, wanita akan kesulitan mengetahui masa menopause. Kecuali, Anda mengalami hot flash. Namun, bila tidak ada gejala apa pun, tes darah dapat menentukan kadar estrogen yang ada. Bila berkurang, berarti Anda memasuki masa menopause. Dokter juga akan memberikan obat untuk mengurangi risiko osteoporosis sebagai dampak gejala menopause.

10. Apakah Terapi Hormon Aman untuk Mengurangi Gejala Menopause?

Beberapa terapi hormon untuk menekan gejala menopause seperti osteoporosis dan hot flashes telah disetujui oleh Badan Pengawas Obat dan Pangan Amerika Serikat (FDA). Namun, bicarakan dengan dokter sebelum mencoba terapi hormon apapun.

11. Adakah Pilihan Non-hormonal untuk Mengurangi Gejala Menopause?

Selain terapi hormon, Anda bisa mengurangi gejala menopause dengan menerapkan gaya hidup sehat. Misalnya, menjaga berat badan ideal, olahraga, mengatur suhu kamar yang sejuk, menghindari makanan tertentu, berpakaian katun yang nyaman di kulit, dan sebagainya.

Itulah beberapa hal penting yang perlu diketahui wanita tentang menopause. Semoga bermanfaat.

Healthline. https://www.healthline.com/health/menopause/menopause-facts
Diakses pada Oktober 2018

 

Artikel Terkait

Banner Telemed