Bayi susah makan kerap menjadi masalah yang membingungkan orangtua
Bayi memiliki naluri alami untuk menolak makanan baru

Saat bayi susah makan atau tidak mau makan, tentu saja hati orangtua akan sulit untuk tenang. Namun, jangan langsung putus asa saat Anda menghadapi situasi seperti ini. Simak terlebih dahulu 10 penyebab umum bayi susah makan yang wajib Anda pelajari. 

1. Respons Alami

Faktanya adalah bayi dan anak-anak sudah memiliki naluri alami untuk menolak makanan baru. Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan untuk memperkenalkan makanan baru dalam porsi yang kecil, atau membuat penampilan makanan yang sudah akrab sebelumnya.

2. Sedang Belajar

Bayi Anda sering membuat berantakan area makan atau menjatuhkan makanan? Ini adalah salah satu tanda yang sering muncul sejak usia 9 bulan sebagai bentuk independensi bayi.

Banyak bayi yang mulai menunjukkan kendali dengan mengacak-acak makanan. Pahami bahwa ini merupakan bagian yang penting untuk pertumbuhan mereka, sambil juga sabar dalam membantu dan mengajari si kecil.

3. Gumoh, Muntah, dan Refluks

Gumoh atau muntah kecil setelah menyusui adalah hal yang wajar, terutama pada bayi yang masih berusia dini. Pasalnya, sistem pencernaan mereka yang masih berkembang.

Refluks atau tersedak juga bisa terjadi saat menyusui dan umumnya bisa berangsur menghilang pada usia 12-14 tahun. Untuk muntah saat makan, hindari makan terlalu cepat dan pastikan tidak ada gejala penyakit lain yang menyebabkan muntah.

4. Menolak Makanan

Salah satu bentuk susah makan pada bayi adalah menolak makanan. Hal ini tentunya membutuhkan banyak kesabaran orangtua.

Terdapat beragam alasan mengapa si kecil menolak suapan makanan, antara lain kecapekan, sakit, tidak mood, sedang kenyang, dan masih banyak lagi. Jika masalah makan bayi ini berlanjut hingga mempengaruhi berat badan bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.

5. Pemilih Makanan

Sifat memilih-milih makanan bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, namun biasanya tidak akan sampai menahun atau seumur hidup. Umumnya, bayi pemilih makanan menolak karena banyak alasan, seperti sedang tumbuh gigi, tidak siap mencoba makanan baru, atau tidak selera.

Berikan variasi makanan sehat untuk si kecil dan motivasi dirinya secara kreatif agar anak mau mencoba berbagai jenis makanan.

6. Alergi dan Intoleransi Makanan

Hampir 88% bayi mengalami masalah alergi makanan dengan gejala gatal, diare, muntah, atau sakit perut. Beberapa makanan yang berisiko memicu alergi meliputi susu, kacang-kacangan, telur, soya, gandum, dan kerang-kerangan.

Sedangkan intoleransi makanan adalah keluhan yang lebih sering terjadi dibandingkan alergi. Gejalanya bisa berupa kembung, perut terasa penuh, dan sakit perut ringan.

Ketahui perbedaan antara keduanya dengan rajin memantau menu dan reaksi bayi Anda. Konsultasikan keluhan alergi kepada dokter dan hindari makanan yang menyebabkan alergi dan intoleransi makanan.

7. Kolik

Sekitar 2 dari 5 bayi akan menderita kolik atau penyakit menangis secara terus menerus tanpa penyebab yang jelas. Kolik bisa bermula sejak bayi berusia 3 bulan dan umumnya akan menghilang pada usia 3 bulan.

Saat kolik melanda, selera dan kemampuan isap bayi tidak akan terpengaruh. Hanya saja, orangtua harus mencari cara untuk menenangkan bayi supaya proses menyusui berjalan lancar. Jika bayi terus menangis, maka akan terjadi refluks, gumoh atau muntah karena kembung.

Hubungi dokter jika bayi menunjukkan gejala muntah, diare, demam, penurunan berat badan, atau buang air besar berdarah. Ini bukan merupakan gejala kolik umum dan bisa menjadi pertanda penyakit lain.

8. Diare dan Sembelit

Diare bisa mengakibatkan dehidrasi dengan gejala mulut kering, urin atau popok berkurang, menangis tanpa air mata, penurunan berat badan, merasa tidak berdaya, dan lingkar mata menghitam. Semua ini harus segera ditindaklanjuti secara medis oleh dokter bayi.

Sedangkan sembelit umumnya berpengaruh pada pergerakan sistem pencernaan bayi. Gejala sembelit yang diikuti dengan pendarahan harus segera dikonsultasikan dengan dokter.

9. Terbiasa Mengonsumsi Makanan Tidak Sehat

Orangtua sering ingin memberikan jenis makanan dewasa kepada anaknya, misalnya makanan cepat saji atau soda. Kebiasaan ini bisa membentuk tabiat makan yang tidak sehat, sehingga bayi akan menolak dan susah makan jika diberikan makanan sehat. Hindari memberikan anak makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan berlemak.

10. Sensitivitas Makanan

Anak mungkin susah makan karena tergolong memiliki sensitivitas makanan tertentu, seperti sensitif terhadap tekstur makanan tertentu atau memiliki indra pengecap yang sensitif. Jangan memaksakan jenis makanan yang bersifat sensitif terhadap anak dan cari alternatif lain yang lebih sesuai dengan kemampuan makannya.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-feeding-problems

Diakses pada September 2018

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed