Waspadai Penyebab Umum Bayi Susah Makan, Ini Cara Tepat Mengatasinya


Bayi susah makan adalah kondisi yang wajar terjadi pada anak. Untuk mengatasi kondisi tersebut, kenali penyebabnya seperti berikut agar Anda bisa memilih penanganan yang tepat.

(0)
02 May 2019|Aby Rachman
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Bayi susah makan kerap menjadi masalah yang membingungkan orangtuanaluri alami untuk menolak makanan baru bisa jadi penyebab bayi susah makan
Saat bayi susah makan atau kehilangan nafsu makan tentu saja hati orangtua akan sulit untuk tenang. Namun, jangan langsung putus asa saat menghadapi situasi seperti ini. Daripada panik, sebaiknya Anda menganalisis apa yang menjadi penyebab bayi tidak mau makan dan cara tepat mengatasinya. Jika alasan susah makan disebabkan karena bayi sedang sakit, Anda juga perlu mengetahui gejalanya dan sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter. Masalah anak tidak mau makan bukanlah hal yang bisa diabaikan, karena si Kecil bisa saja kekurangan nutrisi yang mempengaruhi tumbuh kembangnya. 

Penyebab bayi susah makan

Penyebab bayi tidak mau makan dapat berasal dari berbagai faktor. Terkadang, napsu makan atau tidak mau menyusu adalah naluri alami anak yang masih kecil. Untuk mengatasinya, Anda perlu mengetahui penyebab umum bayi susah makan atau tidak mau menyusu seperti berikut ini.

1. Respons alami

Faktanya adalah bayi dan anak-anak sudah memiliki naluri alami untuk menolak makanan baru. Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan untuk memperkenalkan makanan baru dalam porsi yang kecil, atau membuat penampilan makanan yang sudah akrab sebelumnya.

2. Sedang belajar

Bayi yang susah makan umumnya akan sering membuat berantakan area makan atau menjatuhkan makanannya. Ini adalah salah satu tanda yang sering muncul sejak usia bayi 9 bulan sebagai bentuk independensi.Banyak bayi yang mulai menunjukkan kendali dengan mengacak-acak makanan. Pahami bahwa ini merupakan bagian yang penting untuk pertumbuhan mereka, sambil juga sabar dalam membantu dan mengajari si kecil.

3. Gumoh, muntah, dan refluks

Gumoh atau muntah kecil setelah menyusui adalah hal yang wajar, terutama pada bayi yang masih berusia dini. Pasalnya, sistem pencernaan mereka yang masih berkembang.Refluks atau bayi tersedak juga bisa terjadi saat menyusui dan umumnya bisa berangsur menghilang pada usia 12-14 tahun. Untuk muntah saat makan, hindari makan terlalu cepat dan pastikan tidak ada gejala penyakit lain yang menyebabkan muntah.

4. Menolak makanan

Sering menolak makanan menjadi penyebab bayi susah makan lainnya yang harus diwaspadai. Hal ini tentunya membutuhkan banyak kesabaran orangtua. Terdapat beragam alasan mengapa si kecil menolak suapan makanan, antara lain kecapekan, sakit, tidak mood, sedang kenyang, dan masih banyak lagi. Jika masalah makan bayi ini berlanjut hingga mempengaruhi berat badan bayi, segeralah berkonsultasi dengan dokter Anda.

5. Pemilih makanan

Sifat memilih-milih makanan bisa berlangsung selama berminggu-minggu atau berbulan-bulan, namun biasanya tidak akan sampai menahun atau seumur hidup. Umumnya, bayi pemilih makanan menolak karena banyak alasan, seperti sedang tumbuh gigi, tidak siap mencoba makanan baru, atau tidak selera.

6. Alergi dan intoleransi makanan

Hampir 88% bayi mengalami masalah alergi makanan dengan gejala gatal, diare, muntah, atau sakit perut. Beberapa makanan yang berisiko memicu alergi meliputi susu, kacang-kacangan, telur, soya, gandum, dan kerang-kerangan.Sedangkan intoleransi makanan adalah keluhan yang lebih sering terjadi dibandingkan alergi. Gejalanya bisa berupa kembung, perut terasa penuh, dan sakit perut ringan. Kondisi ini bahkan bukan hanya menyebabkan bayi susah makan tapi juga menjadikannya lebih rewel.Ketahui perbedaan antara keduanya dengan rajin memantau menu dan reaksi bayi Anda. Konsultasikan keluhan alergi kepada dokter dan hindari makanan yang menyebabkan alergi dan intoleransi makanan.

7. Kolik

Sekitar 2 dari 5 bayi akan menderita kolik atau penyakit menangis secara terus menerus tanpa penyebab yang jelas. Kolik bisa bermula sejak bayi berusia 3 bulan dan umumnya akan menghilang pada usia 3 bulan.Saat kolik melanda, selera dan kemampuan isap bayi tidak akan terpengaruh. Hanya saja, orangtua harus mencari cara untuk menenangkan bayi supaya proses menyusui berjalan lancar. Jika bayi terus menangis, maka akan terjadi refluks, gumoh atau muntah karena kembung.Hubungi dokter jika bayi menunjukkan gejala muntah, diare, demam, penurunan berat badan, atau buang air besar berdarah. Ini bukan merupakan gejala kolik umum dan bisa menjadi pertanda penyakit lain.

8. Diare dan sembelit

Diare bisa mengakibatkan dehidrasi dengan gejala mulut kering, urin atau popok berkurang, menangis tanpa air mata, penurunan berat badan, merasa tidak berdaya, dan lingkar mata menghitam. Semua ini harus segera ditindaklanjuti secara medis oleh dokter bayi.Sedangkan sembelit pada bayi umumnya berpengaruh pada pergerakan sistem pencernaan. Gejala sembelit yang diikuti dengan pendarahan harus segera dikonsultasikan dengan dokter. Kondisi yang tidak baik pada sistem pencernannya akan membuat bayi susah makan dan enggan menyusu.

9. Terbiasa mengonsumsi makanan tidak sehat

Orangtua sering ingin memberikan jenis makanan dewasa kepada anaknya, misalnya makanan cepat saji atau soda. Kebiasaan ini bisa membentuk tabiat makan yang tidak sehat, sehingga bayi akan menolak dan susah makan jika diberikan makanan sehat. Hindari memberikan anak makanan yang banyak mengandung gula, garam, dan berlemak.

10. Sensitivitas makanan

Bayi mungkin susah makan karena tergolong memiliki sensitivitas makanan tertentu, seperti sensitif terhadap tekstur makanan tertentu atau memiliki indra pengecap yang sensitif. Jangan memaksakan jenis makanan yang bersifat sensitif terhadap anak dan cari alternatif lain yang lebih sesuai dengan kemampuan makannya.

Cara mengatasi bayi susah makan

Mengatasi napsu makan yang menurun pada bayi memang berbeda pada setiap anak. Namun, Anda bisa mengatasi hal tersebut dengan cara perilaku makan si Kecil. Dikutip dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), sejumlah pendekatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi bayi yang susah makan adalah seperti berikut.

1. Buat menu makanan yang bervariasi

Variasi makanan yang diberikan pada bayi dapat mencegahnya bosan dengan menu MPASI yang berikan, sehingga napsu makannya dapat meningkat. Jika bayi sudah bisa diajak berkomunikasi, Anda bisa menanyakan menu makanan apa yang disukai dan tidak disukai si Kecil.Jika bayi belum bisa berkomunikasi, amati perilakunya saat makan dan catat makanan yang umumnya menjadi kesukaan bayi. Anda bisa memvariasikan menu makanan sehari-hari dengan berbagai macam buah dan sayur aneka rasa agar bayi mau makan dan nafsu makannya meningkat.

2. Terapkan jadwal makan yang teratur

Jadwal makan yang teratur juga tak kalah penting untuk menambah nafsu makan bayi. Menurut IDAI, dengan memberikan jarak makan minimal 3 jam, akan menimbulkan siklus lapar dan kenyang sehingga anak akan makan dengan cukup saat waktunya tiba. Adapun jumlah pemberian makan yang ideal per hari adalah sekitar 6 sampai 8 kali per hari berdasarkan usia bayi.

3. Jangan berikan susu berlebihan

Pemberian susu formula atau ASI secara berlebihan akan membuat bayi cepat kenyang sehingga mengurangi nafsu makan mereka. Sebagai gambaran, bayi usia 6-8 bulan disarankan untuk diberikan makanan pendamping 2 kali sehari dan ASI 6 kali sehari.Sedangkan untuk bayi usia 9-11 bulan disarankan untuk mengonsumsi 4 kali MPASI dan 4 kali ASI. Dan untuk anak 12 bulan keatas, Anda disarankan memberikan makanan 6 kali dan 2 kali susu.

4. Ajari anak untuk tidak memilih-milih makanan

Ajari anak kebiasaan makan yang baik dengan tidak memilah-milih makanan. Anda bisa mengajari kebiasaan baik tersebut dengan menunjukkan contoh yang baik pada anak. Berikan juga bayi aneka makanan sejak MPASI agar si Kecil bisa mengenal berbagai rasa sejak dini untuk meningkatkan nafsu makannya saat besar nanti.

5. Ciptakan suasana makan yang menyenangkan

Ciptakan suasana makan yang menyenangkan agar si Kecil tidak menghindari aktivitas tersebut. Untuk bisa membuat waktu makan menjadi dinanti-nanti, Anda bisa mengajak bayi makan sambil bermain.Berikan aneka makanan berbagai warna, bentuk dan rasa untuk si Kecil. Anda juga bisa mengajak bayi makan sambil berbincang atau menonton ketika menyuapinya agar suasana makan menjadi tidak menyeramkan atau membosankan.Jika masalah bayi susah makan terjadi dalam waktu lama bahkan sampai memengaruhi berat badannya, maka segera berkonsultasi ke dokter. Dokter akan mencari tahu penyebab dan penanganan yang sesuai dengan kondisi anak Anda. Penanganan yang tepat dapat membantu mencegah terjadinya masalah gizi pada anak.
bayi & menyusui
WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/ss/slideshow-feeding-problemsDiakses pada September 2018IDAI. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/penangan-kesulitan-makan-feeding-difficulty-pada-si-kecil Diakses 10 November 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait