11 Penyebab Tenggorokan Panas Jangan Diremehkan


Tenggorokan panas bisa disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari radang tenggorokan, batuk pilek, GERD, flu, amandel, hingga kanker. Namun, Anda dapat mengatasinya dengan cara ini.

0,0
07 Jan 2020|Dina Rahmawati
Ditinjau olehdr. Karlina Lestari
Tenggorokan panas dapat terjadi karena naiknya asam lambungTenggorokan panas bisa terjadi akibat radang tenggorokan
Tenggorokan panas tentu bisa membuat Anda tidak nyaman. Tak jarang, kondisi ini juga menyebabkan Anda sulit menelan sampai mengganggu pencernaan.Bukan hanya terjadi karena mengonsumsi makanan dan minuman yang panas, tenggorokan terasa panas juga dapat disebabkan oleh berbagai kondisi kesehatan tertentu yang sebaiknya jangan Anda anggap remeh. Lalu, apa saja penyebabnya?

Penyebab tenggorokan panas

Sensasi terbakar atau panas di tenggorokan bisa terjadi karena kondisi biasa saja hingga masalah kesehatan yang serius. Kondisi ini juga bisa disertai oleh gejala-gejala lain. Adapun penyebab tenggorokan panas yang sebaiknya tidak Anda remehkan, yaitu:

1. Batuk pilek

Ketika mengalami batuk pilek, Anda mungkin pernah merasakan tenggorokan terasa panas. Infeksi virus dapat menyebabkan masalah ini, namun umumnya bukanlah hal yang serius. Selain membuat tenggorokan panas, batuk pilek juga bisa membuat hidung tersumbat dan berair, bersin-bersin, batuk kering atau berdahak, pegal-pegal, sakit kepala bahkan demam.

2. Radang tenggorokan

Radang tenggorokan bisa menyebabkan tenggorokan panas
Radang tenggorokan adalah infeksi tenggorokan yang sering terjadi. Kondisi ini disebabkan oleh bakteri streptokokus grup A, dan dapat menyebar melalui udara. Radang tenggorokan bisa menyebabkan tenggorokan panas dan sakit sehingga sulit menelan. Tak hanya itu, penyakit ini juga bisa menimbulkan pembengkakan amandel, ruam, mual, muntah, dan demam.

3. Naiknya asam lambung (GERD)

Gastroesophageal reflux disease (GERD) atau refluks asam lambung, terjadi ketika asam lambung yang seharusnya berada di lambung malah naik kembali ke kerongkongan, bahkan mencapai tenggorokan. Oleh sebab itu, muncul sensasi terbakar di bagian belakang tenggorokan dan dada. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan rasa asam dan pahit di tenggorokan dan mulut. Bukan hanya tenggorokan panas, gejala GERD lainnya, seperti batuk, suara serak, susah menelan seperti ada yang tersangkut di tenggorokan, dan sakit dada juga bisa terjadi.

4. Flu

Flu bisa ditandai dengan hidung tersumbat dan sakit tenggorokan
Influenza atau flu adalah penyakit yang disebabkan oleh virus. Flu bisa menyebabkan tenggorokan sakit dan panas. Namun, kondisi ini bisa menjadi lebih serius, bahkan pada sebagian orang dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam jiwa, seperti pneumonia. Ketika terpapar virus flu, Anda juga mungkin merasakan gejala, seperti panas dingin, nyeri otot, batuk, hidung tersumbat, kelelahan, muntah.

5. Postnasal drip

Postnasal drip terjadi ketika lendir yang biasanya melapisi hidung menetes dan menumpuk hingga bagian belakang tenggorokan. Pilek, alergi, dan cuaca dingin dapat menyebabkan masalah ini. Lendir tersebut bisa mengiritasi bagian belakang tenggorokan dan menyebabkannya terasa panas. Gejala lain yang mungkin muncul, yaitu batuk, rasa geli di tenggorokan, suara serak, bau mulut, dan hidung berair.

6. Radang amandel (tonsilitis)

Tenggorokan panas bisa terjadi akibat amandel
Tonsilitis adalah infeksi yang menyebabkan peradangan pada amandel. Amandel terletak di belakang tenggorokan yang dapat membantu melawan virus dan bakteri. Radang amandel ini bukan hanya menyebabkan tenggorokan panas, nyeri, dan tidak nyaman, tetapi juga memicu pembengkakan amandel, susah menelan, demam, sakit telinga, dan kelelahan.

7. Mononukleosis

Mononukleosis adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus Epstein-Barr. Virus ini bisa menyebar melalui cairan tubuh, seperti halnya air liur. Salah satu gejala dari mononukleosis adalah tenggorokan panas dan sakit. Sementara, gejala lain yang dapat terjadi, yaitu kelelahan ekstrim, demam, pegal-pegal, sakit kepala, ruam, dan pembengkakan kelenjar di leher atau ketiak.

8. Esofagitis

Esofagitis adalah meradangnya kerongkongan yang dapat disebabkan oleh GERD, infeksi atau alergi. Gejala umum dari kondisi ini, yaitu tenggorokan panas, kesulitan menelan, dan heartburn. Jika tidak diobati, maka dapat menyebabkan masalah kesehatan yang lebih membahayakan.

9. Sindrom mulut panas (burning mouth syndrome)

Sindrom mulut panas merupakan istilah medis untuk menggambarkan sensasi terbakar di bagian dalam mulut dan tenggorokan. Masalah ini dapat disebabkan oleh masalah saraf dan kondisi mulut yang kering. Rasa yang membakar ini bisa terasa di tenggorokan, bibir, lidah, langit-langit mulut, bahkan pipi. Selain itu, Anda juga mungkin merasakan kehausan, mulut pahit, dan hilang nafsu makan.

10. Abses peritonsillar

Abses peitnosillar merupakan infeksi pada kepala dan leher. Sering kali kondisi ini menjadi komplikasi dari tonsilitis. Nanah yang terkumpul di belakang tenggorokan membuat tenggorokan menjadi bengkak, nyeri, dan panas. Selain itu, Anda juga sulit menelan, pembengkakan kelenjar di leher, demam, sakit kepala, dan wajah bengkak.

11. Kanker

Dalam kasus yang jarang terjadi, rasa sakit atau panas ketika menelan dapat menjadi gejala kanker kerongkongan atau tenggorokan. Umumnya, sakit tenggorokan akan hilang dalam 1-2 minggu, namun gejala tersebut tak akan hilang pada kanker. Kanker juga dapat menyebabkan gejala lain, seperti batuk berdarah, sakit dada, berat badan turun tanpa sebab, muntah, dan lainnya.

Cara mengatasi tenggorokan panas

Guna mengatasi masalah ini, kondisi medis yang menyebabkannya perlu ditangani. Namun, terdapat beberapa cara yang bisa Anda coba untuk membantu mengatasinya, sebagai berikut:
  • Minum lebih banyak air putih agar tetap terhidrasi. Sebab air putih dapat membantu tubuh melawan bakteri dan virus.
  • Minum air hangat, seperti teh dan madu, yang dapat membantu menenangkan tenggorokan.
  • Berkumur dengan segelas air hangat yang dicampur dengan ¼-½ sdt garam bisa membuat tenggorokan lebih lega.
  • Mengisap permen pelega tenggorokan dapat membantu menghilangkan rasa panas dan mengganjal di tenggorokan.
  • Istirahat dengan cukup dapat membantu Anda pulih lebih cepat. Selain itu, hal ini juga bisa mencegah penyebaran penyakit.
  • Mengonsumsi obat-obatan untuk mentralkan asam lambung, jika tenggorokan panas terjadi akibat GERD.
  • Hindari konsumsi makanan pedas, dan minuman bersoda, kopi, teh dan makanan mengandung gula tinggi. 
  • Hindari konsumsi gorengan dan makanan dengan minyak dan santan berlebih lainnya.
  • Tidak merokok dengan rokok tembakau atau elektrik.
  • Menggunakan humidifier dapat membuat udara ruangan lebih lembap sehingga mencegah tenggorokan Anda mengering.
Jika tenggorokan Anda tak juga membaik, semakin memburuk, atau bahkan disertai gejala lain yang parah, sebaiknya segera periksakan diri Anda ke dokter untuk mendapat penanganan yang tepat.
penyakitradang tenggorokansakit tenggorokanpenyakit tenggorokan
Healthline. https://www.healthline.com/health/burning-throat#tips-for-relief
Diakses pada 07 Januari 2020
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326392.php#home-remedies
Diakses pada 07 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait