logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Hidup Sehat

Manfaat Vaksin dan Daftar Penyakit yang Dapat Dicegah

open-summary

Manfaat vaksin tak hanya berhenti di mencegah penyakit tertentu. Akan tetapi, juga dapat mencegah penularan ke orang lain. Tak hanya infeksi virus, penyakit yang disebabkan oleh bakteri juga bisa dicegah oleh vaksin.


close-summary

3

(2)

13 Apr 2022

| Aby Rachman

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin untuk kesehatan anak dan keluarga

Banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin untuk kesehatan anak dan keluarga

Table of Content

  • Manfaat vaksin bagi kesehatan
  • Daftar penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin

Vaksin dan imunisasi menjadi salah satu cara mencegah sejumlah penyakit. Bahkan, pada anak, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah menetap imunisasi dasar lengkap untuk melindungi penyakit. 

Advertisement

Akan tetapi, manfaat vaksin bukanlah sekadar mencegah penyakit. Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Manfaat vaksin bagi kesehatan

Anda tentu telah tidak asing dengan istilah vaksin. Terlebih, di masa pandemi Covid-19, vaksin disebut sebagai salah satu jalan keluar dari pandemi ini.

Vaksin adalah zat yang disuntikkan ke dalam tubuh, yang dapat membantu tubuh membentuk antibodi tertentu dalam melawan penyakit. 

Normalnya, setiap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin membutuhkan vaksin yang berbeda pula. Bukan hanya mencegah penyakit, ada beberapa manfaat vaksin lainnya.

Manfaat menjalankan vaksin, antara lain:

1. Mencegah terjadinya penyakit

Seperti yang sudah Anda ketahui, manfaat utama dari vaksin adalah mencegah terjadinya penyakit.

Secara mekanisme alami, tubuh manusia akan bereaksi menciptakan antibodi ketika suatu zat asing masuk ke dalam tubuh untuk melindungi. Konsep inilah yang menjadi cara kerja vaksin.

Vaksin terbuat dari komponen virus atau bakteri yang telah dilemahkan atau tidak aktif sehingga tak lagi berbahaya atau membuat sakit tubuh manusia. Komponen ini nantinya akan merangsang pembentukan sistem imun, seolah Anda benar-benar mengalami infeksi virus atau bakteri tersebut.

Saat vaksin disuntikkan, tubuh akan mulai mengidentifikasinya sebagai zat asing sehingga kemudian membentuk kekebalan tubuh untuk melawannya. Kekebalan tubuh ini kemudian “diingat” oleh sistem imun. Dengan demikian, saat terserang suatu infeksi tertentu, tubuh sudah punya antibodi untuk melawannya.

2. Mencegah keparahan penyakit

Sudah vaksin tidak menjamin Anda 100% terhindari dari penyakit. Akan tetapi, tingkat keparahan yang Anda alami sangat mungkin berkurang jauh, dibandingkan dengan tidak divaksin.

Contoh terbaru, hal ini telah dibuktikan dengan vaksin Covid-19. Naiknya angka vaksin Covid-19 seiring dengan menurunnya jumlah orang yang masuk ke rumah sakit atau memiliki gejala berat saat terinfeksi SARS-CoV-2. 

Artinya, gejala yang dirasakan kemungkinan tidak terlalu berat sampai harus membutuhkan perawatan di rumah sakit.

3. Mencegah penularan penyakit ke orang lain

Tidak semua orang dapat melakukan vaksinasi, misalnya orang dengan penyakit komorbid. Meski demikian, manfaat vaksin tetap dapat melindungi orang yang tidak bisa divaksinasi.

Saat banyak orang melakukan vaksinasi, akan tercipta suatu kekebalan komunitas, alias herd immunity. Inilah yang membuat orang tidak bisa vaksin juga ikut terlindungi. 

Pasalnya, semakin banyak orang yang divaksinasi, akan semakin sulit virus bertahan hidup karena kebanyakan orang sudah kebal. Dengan begitu, peluang virus menginfeksi orang yang tak dapat divaksin jadi semakin kecil.

Penularan penyakit pun dapat ditekan sehingga tidak terus meluas.

BACA JUGA: Mengenal Imunomodulator, Imunosupresan, dan Imunostimulan dalam Sistem Kekebalan Tubuh

Daftar penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin

Setiap penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi membutuhkan vaksin yang berbeda-beda. Jadi, Anda tidak bisa mengandalkan satu vaksin untuk setiap penyakit.

Berikut ini adalah daftar penyakit yang dapat dicegah oleh vaksin:

1. Campak

Campak adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus dari golongan paramixovirus melalui dari udara. Rata-rata 90% dari manusia belum memiliki kekebalan terhadap virus campak yang sangat mudah menular ini.

Penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin ini dapat menyebabkan radang paru-paru atau pneumonia, radang otak, dan mengakibatkan kematian.

Biasanya, penyakit campak diberikan bersamaan dengan vaksin untuk gondongan dan campak Jerman (rubella). Vaksin ini dikenal dengan vaksin MMR.

2. Batuk rejan (pertusis)

Batuk rejan adalah infeksi bakteri pada paru-paru dan saluran pernafasan yang mudah menular. Pada bayi muda yang berusia kurang dari 1 tahun, pertusis bisa menjadi mengakibatkan pneumonia, kejang, masalah pernafasan, hingga komplikasi serius lainnya. Melakukan vaksin DPT secara terjadwal dapat mencegah terjangkit penyakit pertusis.

3. Flu

Vaksin influenza dapat meminimalisir kesempatan bayi Anda terjangkit penyakit flu. Walau terkesan sepele, penyakit flu bisa memperparah asma dan diabetes, serta mengakibatkan kematian pada kasus flu berat. Dengan vaksin, risiko flu berkurang hingga 40-60% secara efektif.

4. Polio

Sebelum vaksin polio ditemukan, polio adalah salah satu penyakit yang umum di dunia dan memakan korban hingga ribuan orang setiap tahunnya. Virus polio hidup di sistem pencernaan manusia dan bisa ditularkan melalui air atau kontak langsung.

Gejala polio yang hampir mirip dengan flu bisa berakibat infeksi otak, lumpuh, hingga kematian. Walau belum sepenuhnya musnah, kasus penyakit ini sudah berkurang drastis sejak ditemukannya vaksin polio.

5. Pneumonia

Virus pneumococcal dapat mengakibatkan infeksi paru-paru, infeksi telinga dan darah, hingga meningitis. Komplikasi akibat virus ini bisa berbahaya, terutama untuk para manula di atas usia 65 tahun.

Untuk mencegahnya, Anda dianjurkan melakukan vaksin pneumonia. Terdapat beberapa jenis vaksin pneumonia, salah satunya adalah PVC. Vaksin PVC memiliki tingkat efektivitas hingga 99% dalam mencegah penyakit ini untuk anak yang sudah diimunisasi penuh.

6. Tetanus

Komplikasi tetanus seperti kaku otot rahang, masalah pernafasan, kejang otot, lumpuh, hingga kematian semua bisa dicegah dengan vaksin yang tepat. Dengan tingkat kematian hingga 10-20% pada kasusnya, tetanus kini sudah semakin jarang dan masuk kategori penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin.

Dalam daftar imunisasi dasar lengkap untuk anak, vaksin tetanus umumnya diberikan bersamaan dengan vaksin untuk penyakit difteri dan pertusis melalui imunisasi DPT

7. Meningitis (radang selaput otak)

Infeksi pada meninges (selaput pelindung) yang menyelimuti otak dan saraf tulang belakang bisa menyebabkan kematian hingga 15% pada kasusnya. Selain diberikan vaksin meningitis, diagnosis dan pengobatan yang tepat adalah kunci untuk mencegah kematian akibat penyakit ini.

8. TBC

TBC alias tuberkulosis adalah penyakit infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Vaksin untuk mencegah penyakit TBC termasuk ke dalam salah satu imunisasi dasar lengkap yang direkomendasikan oleh IDAI. 

Vaksin BCG diketahui dapat membantu mencegah anak kena TBC. 

9. Hepatitis B

Virus Hepatitis B termasuk sangat menular. Penularannya 100 kali lipat lebih mudah dibandingkan dengan virus HIV. Sebagai penyebab penyakit liver, termasuk kanker hati, virus ini bisa diturunkan dari ibu hamil ke bayinya. Oleh karena itu, vaksin Hepatitis B termasuk salah satu vaksin yang dianjurkan dalam 24 jam kelahiran.

10. Gondongan

Penyakit gondongan ditandai dengan pembengkakan kelenjar ludah yang bisa mengakibatkan meningitis dan tuli. Berkat vaksin MMR, kini gondong dapat dicegah dan jumlah kasusnya menurun drastis, terutama di Amerika Serikat.

11. HIB (Haemophilus Influenzae Tipe B)

Virus HIB sering menimpa bayi dan anak-anak karena imunitas tubuh mereka yang masih lemah. Dengan vaksin HIB, komplikasi seperti radang paru-paru, meningitis, hingga infeksi darah, tulang, dan persendian dapat dicegah secara efektif.

12. Covid-`19

Covid-19 pertama kali ditemukan pada tahun 2019 di Wuhan, Tiongkok. Segera pada 2020, penyakit ini menjadi pandemi.

Salah satu jalan keluar dari pandemi adalah dengan menciptakan herd immunity. Untuk mendapatkan kekebalan komunitas itu, vaksin menjadi salah satunya.

Hingga saat ini, Anda membutuhkan suntik vaksin Covid-19 sebanyak dua dosis dari berbagai jenis vaksin yang tersedia. Dosis booster juga disediakan bagi mereka yang hendak menguatkan sistem imunnya.

Berkat kemajuan di dunia kesehatan, semakin banyak penyakit yang bisa dicegah dengan vaksin. Hindari ajakan anti vaksin yang tidak berdasar dan segera dapatkan jadwal imunisasi sesuai dengan anjuran Ikatan Dokter Indonesia dan Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Advertisement

vaksin bayi dan anakvaksin lansiavaksin corona

Referensi

Terima kasih sudah membaca.

Seberapa bermanfaat informasi ini bagi Anda?

(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Bagikan

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

Kumpulan Artikel dan Forum

© SehatQ, 2022. All Rights Reserved