Kanker paru-paru merupakan salah satu penyakit akibat merokok yang banyak terjadi
Ada beragam penyakit akibat merokok yang dapat mengancam keselamatan para perokok

Mungkin Anda sudah tak asing lagi dengan berbagai peringatan mengenai merokok yang membahayakan kesehatan. Pada iklan ataupun bungkus rokok dapat ditemukan himbauan cukup keras berupa “merokok dapat membunuhmu”.

Namun, peringatan-peringatan tersebut seolah diabaikan, dan di Indonesia sendiri masih banyak perokok yang terdiri dari anak di bawah umur hingga lansia. Padahal terdapat berbagai risiko penyakit akibat merokok yang bisa terjadi dan mengintai para perokok. 

Sederet penyakit akibat merokok 

Merokok membahayakan hampir setiap organ tubuh, merusak kesehatan, dan menyebabkan banyak penyakit. Asap rokok mengandung 7000 senyawa kimia, yang 250 di antaranya diketahui beracun, dan lebih dari 70 telah diidentifikasi sebagai karsinogen (zat berbahaya yang bisa menyebabkan kanker). 

Oleh sebab itu, efek merokok sangatlah luas dan merusak. Bahkan merokok dapat mempersingkat hidup pria sekitar 12 tahun, dan wanita sekitar 11 tahun. Beberapa penyakit akibat merokok yang dapat terjadi, di antaranya:

  • Kanker paru-paru

Merokok adalah faktor risiko nomor satu untuk penyakit kanker paru-paru. Selain itu, merokok juga bertanggung jawab atas 87 persen kematian akibat kanker paru-paru. 

Perlu Anda ketahui kanker paru-paru merupakan penyebab utama kematian akibat kanker pada pria maupun wanita. Selain itu, juga merupakan salah satu kanker yang paling sulit diobati.

  • Penyakit kardiovaskular

Orang yang merokok memiliki risiko lebih besar terkena penyakit yang memengaruhi jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular). Merokok bisa menyebabkan stroke, penyakit jantung koroner, hipertensi, gagal jantung, dan penyakit lainnya. Orang yang merokok kurang dari 5 batang sehari bahkan dapat memiliki tanda-tanda awal penyakit kardiovaskular. 

  • Diabetes

Jika merokok, Anda lebih berpotensi mengalami diabetes tipe-2. Risiko diabetes tipe-2 pada perokok 30-40 persen lebih tinggi daripada yang bukan perokok. Selain itu, merokok juga meningkatkan risiko komplikasi diabetes, seperti aliran darah yang buruk ke kaki, kebutaan, dan kerusakan saraf. Merokok dapat meningkatkan resistensi insulin sehingga sangat besar menyebabkan penyakit diabetes.

  • PPOK

Penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) merupakan penyakit paru jangka panjang. Semakin banyak dan semakin lama Anda merokok, maka dapat menyebabkan risiko PPOK meningkat. Kondisi ini bisa semakin buruk dari waktu ke waktu, dan belum ada obatnya. Mengi, sesak napas, dan batuk berlendir menjadi tanda awal PPOK. 

  • Bronkitis kronis

Bronkitis kronis adalah penyakit di mana saluran udara menghasilkan lendir terlalu banyak. Saluran udara pun meradang dan batuk menjadi kronis. Ini merupakan masalah umum yang terjadi pada perokok. Jika dibiarkan, seiring waktu penyakit ini dapat menyebabkan infeksi paru yang sangat buruk. 

  • Kebutaan

Merokok bisa merusak mata sampai menyebabkan Anda kehilangan penglihatan. Degenerasi makula terkait usia juga dapat disebabkan oleh kebiasaan merokok. Ini menjadi penyebab utama kebutaan pada lansia berusia 65 tahun atau lebih.

  • Asma

Asap rokok dapat mengiritasi saluran udara sehingga bisa memicu serangan asma yang tiba-tiba dan parah. Asma bisa menyebabkan penderitanya sulit bernapas, dan merokok hanya akan memperburuk kondisi ini.

  • Masalah kesuburan dan kehamilan

Merokok dapat menyebabkan penurunan kesuburan sehingga memungkinkan Anda untuk susah hamil. Merokok bahkan bisa menyebabkan kehamilan ektopik pada wanita, di mana sel telur yang dibuahi berada di luar rahim.

  • Kelahiran prematur dan berat lahir rendah

Merokok bukan hanya memengaruhi kesehatan ibu, namun juga janin yang dikandungnya. Ibu yang merokok saat hamil lebih mungkin melahirkan bayi yang prematur atau lahir dengan berat yang rendah. Bayi yang lahir terlalu dini atau kecil berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi kesehatan.

  • Berbagai kanker

Tak hanya kanker paru-paru, merokok juga dapat menimbulkan risiko kanker lainnya, seperti mulut, hati, tenggorokan, ginjal, serviks, kandung kemih, dan pankreas. 

Masih terdapat berbagai risiko penyakit lain yang disebabkan oleh merokok, seperti radang gusi, penuaan dini, penyakit buerger, dan impotensi. Oleh sebab itu, berhentilah merokok sebelum terlambat.

Manfaat berhenti merokok

Jika saat ini Anda merokok, sebaiknya segeralah berhenti. Berhenti merokok dapat menurunkan risiko penyakit akibat merokok dan memperpanjang harapan hidup. Selain itu, berhenti merokok juga dapat memberi manfaat, seperti:

  • Aliran darah lebih lancar, dan akan membaik setelah 2-12 minggu berhenti merokok.
  • Merasa lebih sehat dan bugar.
  • Meningkatkan indera pengecap dan penciuman. Setelah 48 jam berhenti merokok, sistem saraf akan membaik dan memperbaiki indera pengecapan dan penciuman.
  • Kulit tampak lebih cerah dan mencegah keriput pada wajah.
  • Gigi lebih putih.
  • Lebih hemat karena tidak perlu membeli rokok.
  • Gairah seks meningkat.
  • Menurunkan risiko kanker.

Untuk berhenti merokok, persiapkan diri Anda secara mental maupun emosional. Tekadkan dalam diri Anda untuk berhenti merokok, serta bayangkan bagaimana sedihnya orang-orang yang Anda sayangi jika Anda sakit karena merokok. 

Jangan berpikir sudah terlambat untuk berhenti merokok karena tidak ada kata terlambat untuk meninggalkan kebiasaan buruk ini. Mulailah secara perlahan dan pikirkan berbagai penyakit menyeramkan yang mengintai Anda akibat merokok.

CDC. https://www.cdc.gov/tobacco/data_statistics/fact_sheets/health_effects/effects_cig_smoking/index.htm
Diakses pada 19 November 2019

Very Well Mind. https://www.verywellmind.com/the-health-risks-of-smoking-2825323
Diakses pada 19 November 2019

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/17488-smoking
Diakses pada 19 November 2019

American Cancer Society. https://www.cancer.org/cancer/cancer-causes/tobacco-and-cancer/health-risks-of-smoking-tobacco.html
Diakses pada 19 November 2019

American Lung Association. https://www.lung.org/our-initiatives/tobacco/reports-resources/sotc/by-the-numbers/10-worst-diseases-smoking-causes.html
Diakses pada 19 November 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/effects-of-quitting-smoking#benefits
Diakses pada 19 November 2019

Artikel Terkait

Diskusi Terkait di Forum

Banner Telemed