Perhatikan Gejala Ringan ini Bisa Jadi Berbahaya untuk Wanita

Setiap gejala penyakit tidak boleh diremehkan, termasuk pada wanita. Salah satunya payudara bengkak
Sejumlah wanita mungkin tidak memahami bahwa gejala-gejala penyakit ini memerlukan perhatian medis

Pada beberapa gejala penyakit, ada kemungkinan bahwa gejala tersebut merupakan “alarm” pengingat adanya masalah kesehatan yang berpotensi serius. Entah itu berupa nyeri dada, demam, atau pendarahan, timbulnya gejala merupakan tanda yang jelas bahwa ada fungsi kesehatan tubuh Anda yang terganggu.

Sejumlah wanita mungkin tidak memahami bahwa gejala-gejala ini memerlukan perhatian medis. Panduan ini akan membantu Anda memahami 10 gejala penyakit yang tak boleh diremehkan wanita.

1. Payudara Bengkak atau Berubah Warna

Biasanya, payudara membengkak sebelum haid atau selama kehamilan. Tetapi, jika payudara membengkak dalam kondisi yang tidak lazim, ada benjolan keras yang tidak bisa digerakan, puting tertarik ke dalam (inverted nipple), keluarnya cairan dari puting, nyeri, kulit sekitar payudara menjadi mengeras dan berbintik seperti kulit jeruk, bicarakan gejala-gejala tersebut dengan dokter Anda.

Apalagi bila gejala-gejala itu diikuti oleh demam dan penurunan berat badan yang tidak lazim, karena seluruh gejala tersebut merupakan gejala awal dari kanker payudara.

2. Perut Kembung

Perut kembung juga kerap diasumsikan sebagai gejala menstruasi yang umum pada wanita. Namun, bila perut kembung berlangsung lebih dari 1 minggu, kemudian disertai oleh gejala-gejala lainnya, seperti ada benjolan pada bagian bawah perut, menstruasi terasa nyeri, keluar darah di luar masa menstruasi, dan berat badan menurun, bisa jadi gejala tersebut merupakan gejala-gejala awal kanker ovarium.

Selain itu, waspadai gejala lain seperti mudah merasa kenyang setelah makan, sering buang air kecil, lemas atau kekurangan energi.

3. Feses Berdarah

Obat atau makanan yang dikonsumsi dapat memengaruhi warna feses atau kotoran. Namun, jika feses berdarah dan berwarna hitam, ditambah dengan gejala lainnya, seperti bentuknya seperti kotoran kambing, nyeri perut hebat, serta menjadi sulit BAB, bisa jadi gejala-gejala ini menunjukkan adanya perdarahan pada saluran cerna bagian atas seperti lambung.

Sementara itu, feses berdarah dan berwarna merah bisa menjadi indikasi adanya perdarahan di saluran cerna bagian bawah seperti wasir.

4. Sesak Napas yang Tidak Biasa

Naik-turun tangga bisa membuat Anda tersengal-sengal dan sesak napas. Namun, jika Anda sering merasakan sesak napas setelah hanya berjalan kaki sejauh 3 meter, waspadai tanda awal masalah paru-paru atau jantung.

5. Selalu Merasa Kelelahan

Gaya hidup masyarakat urban yang sibuk, kerap meningkatkan kelelahan. Merasa lelah terus-menerus, bisa menjadi gejala masalah medis. Misalnya anemia, depresi, gagal jantung, gagal ginjal, hingga diabetes.

6. Berat Badan Berkurang Drastis

Kecuali Anda memang berolahraga untuk melangsingkan tubuh, penurunan berat badan yang signifikan perlu diwaspadai sebagai gejala gangguan kesehatan seperti kanker. Konsultasikan dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

7. Rambut di Dada dan Wajah

Pertumbuhan rambut di area wajah atau dada bukan sekadar mengganggu penampilan. Tetapi, dapat termasuk gejala peningkatan kadar androgen pada pria dan gejala sindrom ovarium polikistik (PCOS) pada wanita.

8. Masalah Perut Kronis

Masalah perut kronis atau sindrom iritasi usus (IBS) umumnya lebih banyak terjadi pada wanita. Gejala penyakit ini meliputi sakit perut, diare, dan sembelit. Jika Anda sering sakit perut, segera temui dokter karena IBS dapat diatasi dengan perubahan pola makan seimbang, gaya hidup aktif dan manajemen stres yang baik.

9. Pendarahan setelah Menopause

Jika Anda mengalami pendarahan setelah menopause, segera berkonsultasi dengan dokter. Pendarahan setelah menopause sama sekali tidak boleh diremehkan oleh wanita. Dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa membahayakan keselamatan dan merupakan tanda masalah kesehatan yang serius. Misalnya peradangan lapisan dinding rahim atau infeksi rahim, dan kanker.

10. Serangan Iskemik Transien (TIA)

Gejala penyakit ini lebih populer dengan istilah “mini stroke”. Pasalnya, berbeda dengan stroke, TIA tidak menyebabkan cedera otak permanen. Penderita yang mengalami gejala TIA akan mengalami kelemahan otot di satu sisi, sakit kepala, pusing, kehilangan penglihatan di satu sisi atau kedua mata, dan kesulitan berbicara.

Jika Anda memiliki gejala penyakit di atas, segera temui dokter Anda. Penanganan dan perawatan yang lebih cepat, seringkali dapat mengurangi risiko efek samping kesehatan untuk jangka panjang.

Healthline. https://www.healthline.com/health/womens-health-symptoms

Diakses pada Oktober 2018

 

Artikel Terkait

Banner Telemed