Variasi Botol Susu Bayi dan Tentukan Pilihan Terbaik untuk Si Kecil

Botol susu bayi rata-rata terbuat dari bahan silikon dan dapat disesuaikan dengan usia bayi
Pemilihan dot bayi disesuaikan dengan usia dan juga preferensi bayi

Masih bingung dengan variasi botol susu bayi dan perbedaan antara yang satu dengan yang lain? Simak dulu 10 fakta penting seputar botol susu bayi berikut sebelum Anda menentukan pilihan untuk si buah hati.

1. Gelas vs Plastik

Dalam mempertimbangkan bahan botol susu bayi, ada beberapa perbedaan mendasar, yaitu daya tahan dan keamanan botol bayi. Kaca lebih kuat dibandingkan botol susu plastik yang lebih tidak tahan lama. Tetapi botol bayi plastik juga bisa dijadikan pilihan karena anti pecah, ringan, dan sudah disertai label BPA free, yaitu bebas dari kandungan kimia bisphenol A.

2. Dot Bayi

Dot bayi rata-rata terbuat dari bahan silikon atau lateks dalam variasi bentuk dan warna. Selain itu, arus susu yang keluar juga bisa diatur sesuai ukuran lubang pada dot bayi. Saat memilih dot bayi, sesuaikan dengan usia serta preferensi bayi sebagai panduan tepat membeli dot bayi.

3. Mencuci Botol Susu Bayi

Tata cara mencuci botol susu bayi cukup standar, yaitu menggunakan pembersih khusus, sikat, dan air bersih. Pembersihan secara lanjut, seperti sterilisasi botol bayi, juga disarankan untuk menjamin kesehatan si kecil.

Namun jika Anda tidak nyaman dengan proses sterilisasi yang berulang kali, pastikan air yang digunakan untuk mencuci sudah benar-benar bersih dan bebas dari kuman.

4. Susu Formula dan ASI

Untuk bayi yang baru lahir, hanya susu formula dan ASI yang boleh dimasukkan ke dalam botol bayi. Hindari memberikan jus, air putih, atau cairan lain yang tidak dianjurkan oleh dokter Anda.

5. Memilih Susu Formula

Botol bayi memang erat kaitannya dengan susu, termasuk susu formula (sufor). Konsultasikan jenis susu formula terbaik dengan dokter bayi Anda Mulai dari pemilihan jenis sufor yang cocok, seperti anti alergi, dilengkapi dengan zat besi, konsentrat, bentuk bubuk, dan sebagainya. Ikuti petunjuk pemakaian dan usia sesuai keterangan yang tertera pada kemasan.

6. Suhu Susu

Bayi boleh diberikan susu hangat, sedang, atau sesuai dengan suhu ruangan. Pastikan botol susu dan susu tidak terlalu panas. Untuk mengukur suhu, Anda bisa menggunakan telapak tangan dan bukan dengan punggung tangan yang tidak sensitif terhadap suhu panas. Jangan lupa juga untuk mengaduk susu hingga benar-benar rata sebelum menyusui bayi.

7. Pegangan Botol

Orangtua dianjurkan untuk selalu memegang botol susu bayi sewaktu menyusui. Bukan hanya aman untuk keselamatan bayi, sesi menyusui ini juga baik untuk membangun kedekatan dengan bayi. Setelah bayi selesai menyusui, singkirkan botol susu supaya dot tidak terus dikulum bayi.

8. Mengganti Botol Susu

Botol susu bayi atau dot bayi wajib diganti jika sudah menunjukkan tanda-tanda berikut:

  • Pecah atau retak.
  • Pudar atau berganti warna.
  • Mengeluarkan bau tak sedap.
  • Ukuran dot berubah atau koyak.
  • Berubah bentuk.

9. Anti Kolik dan Refluks

Sampai saat ini, penyebab kolik belum dapat dijelaskan secara pasti. Kolik atau bayi menangis secara terus-menerus dan tanpa sebab dapat mengakibatkan stres pada orangtua. Sama halnya dengan refluks dan gumoh/tersedak saat menyusui.

Namun beberapa botol bayi memiliki fitur antikolik dan antirefluks dengan desain khusus supaya bayi tidak kembung, tidak mudah tersedak, dan lancar menyusui.

10. Jumlah Botol Susu Bayi

Berapa jumlah botol susu bayi yang ideal? Rata-rata orangtua akan menyediakan minimal 2-3 botol bayi. Sesuaikan jumlah botol bayi dengan perkembangan usianya, karena bayi akan terus membutuhkan takaran susu yang lebih seiring waktu. Usahakan agar ada beberapa variasi ukuran, tetapi tidak perlu berlebihan dari segi jumlah.

WebMD. https://www.webmd.com/parenting/baby/baby-prep-17/choosing-a-bottle

Parent.guide. https://parent.guide/baby-bottles/#tab-con-35
Diakses pada September 2018

 

Artikel Terkait

Banner Telemed