Tidak Hanya Kesemutan, Inilah Gejala Neuropati yang Dapat Terjadi

Salah satu gejala neuropati saraf sensorik adalah kesemutan
Gejala neuropati bentuknya bermacam-macam, tergantung pada tipe dan lokasi saraf yang rusak.

Neuropati (neuropati perifer) adalah segala kondisi yang menyebabkan gangguan aktivitas normal dari sistem saraf perifer. Sistem saraf perifer adalah saraf-saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat, yaitu otak dan saraf tulang belakang, dengan seluruh bagian tubuh. Gejala neuropati yang terjadi dapat berupa gangguan sensorik, motorik, dan otonom

Neuropati merupakan permasalahan yang umum dialami oleh setiap orang, terutama pada penderita diabetes melitus. Sebesar 60 sampai 70% seseorang dengan diabetes melitus akan mengalami neuropati akibat kadar gula darah yang tinggi.

Neuropati dapat menyerang orang dewasa ataupun anak-anak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita. Kondisi ini dapat disebabkan gangguan herediter atau timbul setelah lahir.

Mengenal sistem saraf perifer

Sebelum mengenali gejala neuropati, Anda perlu memahami bahwa sistem saraf perifer. Sistem saraf ini terdiri atas tiga tipe, yaitu sensorik, motorik, dan otonom. Ketiganya memiliki fungsi berbeda dan akan menghasilkan gejala yang berbeda apabila terjadi neuropati.

1. Saraf sensorik

Persarafan sensorik atau aferen akan membawa pesan sensorik menuju otak. Sensasi yang dihantarkan bisa berupa suhu panas, dingin, nyeri, tekanan, dan gerak. Contohnya, pada saat menyentuh benda yang panas.

2. Saraf motorik

Saraf motorik atau eferen memiliki kerja yang berlawanan dengan saraf sensorik. Pesan yang diterima oleh otak dari saraf sensorik akan diteruskan ke otot melalui saraf motorik. Hal ini menyebabkan Anda mampu merespons terhadap sensasi yang dialami. Misalnya, menarik tangan ketika menyentuh benda panas.

3. Saraf otonom

Berbeda dengan saraf sensorik dan motorik, saraf otonom memiliki peranan untuk mengatur fungsi tubuh yang tidak dapat Anda kendalikan, seperti bernapas, denyut jantung, buang air kecil, tekanan darah, dan berbagai fungsi organ lainnya.

Gejala neuropati

Keluhan yang dapat Anda alami akibat neuropati bervariasi. Hal ini bergantung pada tipe saraf perifer dan lokasi saraf yang mengalami kerusakan. Gejala neuropati dapat terjadi secara akut (tiba-tiba dan dalam waktu singkat) ataupun kronis (berlangsung dalam jangka panjang)

Pada neuropati saraf sensorik, gejala neuropati yang mungkin Anda alami, antara lain:

  • Kesemutan
  • Baal, terutama pada tangan dan kaki
  • Perubahan sensasi. Anda tidak dapat merasakan sensasi nyeri, tekanan, suhu, maupun sentuhan.
  • Pada sebagian kasus Anda akan mengalami nyeri hebat, terutama pada malam hari.
  • Kehilangan refleks
  • Sensasi terbakar
  • Anda merasa sedang mengenakan kaus kaki dan sarung tangan

Apabila saraf yang mengalami neuropati adalah saraf motorik, gejala-gejala neuropati yang akan muncul, antara lain:

  • Kelemahan otot
  • Kesulitan untuk berjalan atau menggerakan lengan dan tungkai
  • Kedutan otot
  • Kram dan spasme otot
  • Kehilangan kontrol dan tonus otot
  • Mudah terjatuh dan tidak dapat menggerakkan bagian tubuh tertentu

Gejala neuropati pada kerusakan saraf otonom bisa menyerupai gejala penyakit lainnya. Mungkin Anda tidak menyadari bahwa gejala yang terjadi disebabkan oleh neuropati. Gejala-gejala yang umum pada neuropati saraf otonom, antara lain:

  • Tekanan darah dan denyut jantung tidak normal
  • Penurunan produksi keringat
  • Gangguan dalam buang air kecil
  • Disfungsi seksual
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Pusing saat berdiri dan pingsan
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pencernaan

Neuropati tidak hanya melibatkan satu tipe saraf dan pada satu lokasi saja. Seringkali neuropati bisa mengganggu saraf sensorik, motorik, maupun otonom secara bersamaan.

[[artikel-terkait]]

Pengobatan neuropati

Neuropati dapat diobati sesuai dengan penyebab yang mendasarinya. Selain itu, pengobatan juga bertujuan untuk mencegah kerusakan saraf lebih lanjut dan meredakan nyeri yang dialami. Pada neuropati akibat diabetes melitus, kontrol gula darah menjadi hal yang penting dilakukan untuk mencegah gejala semakin memburuk.

Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14737-neuropathy
Diakses pada Mei 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/147963.php
Diakses pada Mei 2019

Artikel Terkait

Banner Telemed