Mengenal Beragam Gejala Neuropati yang Mungkin Terjadi

(0)
27 May 2019|Giovanni Jessica
Gejala neuropati dapat berupa rasa sering kesemutanGejala neuropati bentuknya bermacam-macam, tergantung pada tipe dan lokasi saraf yang rusak.
Neuropati (neuropati perifer) adalah segala kondisi yang menyebabkan gangguan aktivitas normal dari sistem saraf perifer. Sistem saraf perifer adalah saraf-saraf yang menghubungkan sistem saraf pusat, yaitu otak dan saraf tulang belakang, dengan seluruh bagian tubuh. Gejala neuropati yang terjadi dapat berupa gangguan sensorik, motorik, dan otonomNeuropati merupakan permasalahan yang umum dialami oleh setiap orang, terutama pada penderita diabetes melitus. Sebesar 60 sampai 70% pengidap diabetes melitus akan mengalami neuropati akibat kadar gula darah yang tinggi. Selain diabetes, penyebab neuropati yang lain penyakit autoimun, cedera, penggunaan obat-obatan, hingga gangguan pada pembuluh darah.Neuropati dapat menyerang orang dewasa ataupun anak-anak. Kondisi ini lebih sering terjadi pada pria dibandingkan wanita dan dapat disebabkan gangguan herediter atau timbul setelah lahir.

Gejala neuropati yang perlu dikenali

Keluhan yang dapat Anda alami akibat neuropati bervariasi. Hal ini bergantung pada jenis neuropati yang dialami. Jenis penyakit ini, dibagi berdasrkan tipe saraf perifer dan lokasi saraf yang mengalami kerusakan. Salah satu saraf yang dapat mengalami kondisi ini adalah saraf sensorik. Penyakit ini juga bisa menyerang saraf motorik dan otonom.Orang yang terkena neuropati bisa merasakan gejala secara akut (tiba-tiba dan dalam waktu singkat) ataupun kronis (berlangsung dalam jangka panjang).

1. Gejala neuropati sensorik

Persarafan sensorik atau aferen bertugas membawa pesan sensorik menuju otak. Sensasi yang dihantarkan bisa berupa suhu panas, dingin, nyeri, tekanan, dan gerak. Contohnya, pada saat menyentuh benda yang panas. Maka saat seseorang mengalami neuropati saraf sensorik, gejala yang muncul biasanya berupa:
  • Kesemutan
  • Baal, terutama pada tangan dan kaki
  • Perubahan sensasi. Anda tidak dapat merasakan sensasi nyeri, tekanan, suhu, maupun sentuhan.
  • Pada sebagian kasus Anda akan mengalami nyeri hebat, terutama pada malam hari.
  • Kehilangan refleks
  • Sensasi terbakar
  • Anda merasa sedang mengenakan kaus kaki dan sarung tangan

2. Gejala neuropati motorik

Saraf motorik atau eferen memiliki kerja yang berlawanan dengan saraf sensorik. Pesan yang diterima oleh otak dari saraf sensorik akan diteruskan ke otot melalui saraf motorik. Hal ini menyebabkan Anda mampu merespons terhadap sensasi yang dialami. Misalnya, menarik tangan ketika menyentuh benda panas.Apabila saraf yang mengalami neuropati adalah saraf motorik, gejala-gejala neuropati yang akan muncul, antara lain:
  • Kelemahan otot
  • Kesulitan untuk berjalan atau menggerakan lengan dan tungkai
  • Kedutan otot
  • Kram dan spasme otot
  • Kehilangan kontrol dan tonus otot
  • Mudah terjatuh dan tidak dapat menggerakkan bagian tubuh tertentu

3. Gejala neuropati otonom

Berbeda dengan saraf sensorik dan motorik, saraf otonom memiliki peranan untuk mengatur fungsi tubuh yang tidak dapat Anda kendalikan, seperti bernapas, denyut jantung, buang air kecil, tekanan darah, dan berbagai fungsi organ lainnya.Neuropati otonom seringkali tidak dikenali kemunculannya karena gejalanya banyak yang menyerupai penyakit lain. Gejala-gejala yang umum pada neuropati saraf otonom, antara lain:
  • Tekanan darah dan denyut jantung tidak normal
  • Penurunan produksi keringat
  • Gangguan dalam buang air kecil
  • Disfungsi seksual
  • Diare
  • Penurunan berat badan
  • Pusing saat berdiri dan pingsan
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pencernaan
Neuropati tidak hanya melibatkan satu tipe saraf dan pada satu lokasi saja. Seringkali neuropati bisa mengganggu saraf sensorik, motorik, maupun otonom secara bersamaan.[[artikel-terkait]]

Pengobatan neuropati

Terapi neuropati harus dilakukan sesuai dengan penyebabnya. Misalnya, penderita diabetes harus mengontrol gula dalam darahnya dengan menjalani gaya hidup yang sehat. Begitu juga pada orang yang banyak mengonsumsi alkohol harus menghentikan konsumsi alkoholnya.Untuk yang sering mengalami mati rasa atau kesemutan karena kekurangan nutrisi, mungkin bisa mengonsumsi tambahan suplemen secara teratur untuk memenuhi kebutuhan vitamin atau mineral. Selain itu, terapi fisik juga dapat dilakukan untuk memperkuat dan meningkatkan fungsi tubuh.Jika Anda sering merasa kesemutan, jangan dibiarkan saja - terutama jika Anda menderita diabetes. Komplikasi neuropati bisa menyebabkan rasa sakit yang hebat, sensasi menggelitik, atrofi otot, dan menjadi lemah.Selain itu, neuropati diabetik juga dapat menyebabkan ulkus kaki yang jika dibiarkan semakin parah dapat menyebabkan gangren yang dapat berkembang menyebabkan amputasi.
neuropati
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/14737-neuropathy
Diakses pada Mei 2019
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/147963.php
Diakses pada Mei 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542220/ 
Diakses pada November 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email
Terima kasih sudah membaca.Seberapa bermanfaat informasi ini bagi anda?(1 Tidak bermanfaat / 5 Sangat bermanfaat)

Artikel Terkait